Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Herlina kesal


__ADS_3

Ketukan pintu terdengar membuat Karina segera melangkahkan kakinya membuka pintu kamarnya. Setelah ia menghubungi Alfa tadi, Karina memilih membaca buku sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Kenapa Ma?" tanya Karina.


"Kamu ini enak-enak santai dikamar, mau jadi apa kamu? Mama minta kamu bantuin Mama dibawah menyiapkan makanan untuk tamu kita!" ucap Herlina.


"Maaf Ma, tadi Karina capek banget Ma dan Karina lupa, soalnya Mama biasanya marah kalau Karina bantuin Mama!" ucap Karina. Herlina memang selalu merasa terganggu dengan Karina yang berada didapur bersamanya. Melihat Karina membuatnya mengingat madunya yang saat ini tidak bisa dilupakan suaminya.


"Ayo cepatan!" ucap Herlina membuat Karina segera bergegas mengikuti Herlina.


Mereka turun tangga ke lantai dasar dan lalu melangkahkan kakinya menuju dapur. Dua orang pembantu yang bekerja disini terlihat sibuk menyiapkan makanan. Karina melihat semua masakan yang ada dimejanya yang telah selesai dimasak merupakan masakan kesukaan Sakti Kakaknya.


Mama gitu nggak pernah mau masakin masakan kesukaan gue.


"Karin, Jeng Retno itu sangat suka anak perempuan yang suka beres-beres didapur dan juga memasak" ucap Herlina. Karina mengerutkan dahinya karena apa hubungannya Jeng Retno yang diceritakan Mamanya dengan dirinya. "Nanti kalau kamu sudah menikah dengan Samuel kamu harus rajin dirumah mereka dan jangan membuat Mama malu!" ucap Herlina.

__ADS_1


"Karina nggak ngerti maksud Mama?" tanya Karina bingung.


"Kamu mau Mama jodohin sama Samuel dan rencananya dua bulan lagi kalian menikah!" ucap Herlina membuat Karina membuka mulutnya.


"Ma Karina nggak mau di jodohkan!" ucap Karina.


"Percaya sama Mama, kamu nggak akan menyesal menjadi istri Samuel. Kamu bahkan bisa dibukakan kelinik olehnya nanti!" ucap Herlina.


Karina memilih untuk tidak berdebat untuk saat ini, tapi ia pasti akan menetang keinginan Mamanya ketika nanti keluarga Samuel menyampaikan keinginan mereka untuk menjadikannya menantu mereka.


Beberapa jam kemudian tamu yang ditunggu Herlina datang. Herlina dan Alam menyambut kedatangan mereka. Sakti menghebuskan napasnya ketika tahu maksud kedatagan tamu yang diundang Mamanya. Ia sebenarnya sangat menetang keinginan sang Mama dan berjanji akan membantu Karina jika nanti Karina tidak ingin mengikuti keinginan Mamanya.


"Wah jeng rumahnya bagus banget!" ucap Retno.


"Nggak jeng, masih bagus rumah jeng Retno yang fasilitasnya lengkap banget. Kalau udah main ke rumah jeng Retno kita nggak bakalan bosan" jelas Herlina.

__ADS_1


Alam dan Jhoni saling berjabat tangan. Alam mempersilahkan Jhoni untuk masuk kedalam "Silahkam masuk Pak Jhoni!" ucap Alam.


Samuel anak sulung Jhoni dan Retno terlihat memperhatikan Karina. "Jeng Retno, ini anak bungsu saya namanya Karina dan itu anak sulung saya namanya Sakti. Mereka berdua memilih menjadi Dokter padahal harusnya Sakti ini jadi pengganti Papanya memimpin perusahan" jelas Herlina.


"Wah anak jeng Herlin ternyata cantik, tampan dan juga pintar" puji Retno. Ia kemudian memperhatikan wajah Karina yang terlihat sangat menawan. "Karina cantik sekali, ini kenalin anak Tante namanya Samuel!" ucap Retno.


"Samuel" ucap Samuel mengulurkan tangannya.


"Karina" ucap Karina dingin membuat Herlin menyubit pinggang Karina karena kesal dengan sikap Karina yang tidak menunjukkan senyumannya pada Samuel.


Alam dan Jhoni sibuk bercerita tentang bisnis mereka sedangkan Samuel sibuk menatap Karina sejak tadi membuat Karina kesal. "Sakti ajak Pak Jhoni, jeng Retno ke ruang makan!" pinta Herlina.


Mereka semua menuju meja makan namun tidak dengan Herlina yang menahan lengan Karina "Mama perlu bicara sama kamu Karina!" kesal Herlina membuat Karina menghela napasnya.


tbc...

__ADS_1


__ADS_2