Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Menunggu kepulanganmu


__ADS_3

Pukul tujuh pagi Alfa belum juga pulang dan saat ini Karina telah menyiapkan sarapan untuk suaminya itu. Bi Romlah pamit pulang karena tugasnya pagi ini sudah selesai dan ia akan kembali nanti siang untuk mengangkat jemuran dan melipat pakaian seperti biasanya. Karina mendengar ketukan pintu dan ia segera melihat kearah jendela memastikan jika yang mengetuk pintu adalah irang yang ia kenal. Karina tersenyum saat tahu yang mengetuk pintu adalah Alfa suaminya. Karina membuka pitu dan ia segera memeluk Alfa dengan erat karrna rasa khawatirnya benar-benat lenyap saat ini.


"Abang akhirnya pulang," ucap Karina.


"Assalamulikum Karin," ucap Alfa.


"Waalikumsalam Bang," ucap Karina sambil melepaskan pelukannya dan menatap Alfa dengan tatapan berkaca-kaca.


"Sayang jangan nangis dong!" ucap Alfa. Ia mengajak Karina masuk kedalam rumah dan ia segera menutup pintu rumah.


Saat ini tangis Karina pecah karena ia bersyukur Alfa tidak apa-apa. "Abang nggak apa-apa kan Bang?" tanya Karina, ia menatap tubuh suaminya dari atas hingga ke bawah.


"Alhamdulilah tidak apa-apa sayang," ucap Alfa. Ia mengecup bibir Karina dengan singkat sambil tersenyum manis membuat Karina tidak akan pernah bisa marah dengan suaminya ini.


"Abang sudah sarapan?" tanya Karina.


"Belum," jujur Alfa. Karena malam tadi setelah keluarga rekannya yang tertembak lewat masa kritisnya, Alfa baru memutuskan untuk pulang dan ia memilih untuk sarapan bersama istrinya.


"Abang mandi dulu ya Bang, nanti Karina bikinin Abang susu!" ucap Karina.

__ADS_1


"Susu cap nona ada?" goda Alfa.


"Nggak ada, adanya susu cap Nyonya Alfa," ucap Karina membuat Alfa terkekeh.


"Iya istriku yang cantik, Abang mandi dulu!" ucap Alfa membuat Karina tersenyum.


Alfa melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Karina saat ini membuatkan Alfa segelas susu. Semenjak menikah dengan Karina semua makanan yang dimakan Alfa adalah makanan sehat. Seperti saat ini Karina meminta Alfa agar mengurangi gula yang dikonsumsinya.


Alfa keluar dari kamar mandi dan ia segera memakai celana pendek dan kaos bewarna coklat yang telah Karina siapkan. Alfa duduk dimeja makan bersama Karina. "Diminum susunya Bang!" pinta Karina membuat Alfa segera meminum susunya.


"Rin, Mama kamu bilang sama Abang, kalau dia akan tinggal disini menemani kamu sampai kamu lahiran," ucap Alfa membuat Karina tersenyum senang.


"Iya Rin, Mama tadi pagi telepon Abang. Dia khawatir sama kamu karena tahu Abang belum pulang dari semalam," ucap Alfa.


"Kapan Mama datang Bang?" tanya Karina.


"Minggu depan Rin dan kita pindah ke Rumah yang lebih besar. Abang sudah menyewanya selama satu tahun. Kebetulan rumah itu milik temannya Abang dan ia dipindah tugaskan ke kabupaten," ucap Alfa.


"Iya Bang, lagian Serena juga nggak ada disini dan kalau Mama tinggal sama kita di rumah ini kasihan Mama tidur diruang tengah," ucap Karina.

__ADS_1


"Kalaupun Mama ada disini Abang yang akan tidur di ruang tengah dan kamu bisa tidur sama Mama," ucap Alfa.


"Tapi Bang, Karina kan tidurnya mau sambil pengang perutnya abang!" ucap Karina membuat Alfa terkekeh karena sejak hamil karina sangat suka memegang perutnya.


"Hehehe... Kamu itu ya Rin pegang perut Abang kayak Abang yang lagi hamil," ucap Alfa membuat Karina ikut terkekeh.


"Habis perut Abang empuk, Bang hehehe."


"Siang ini temenin Abang bobok ya Rin!" pinta Alfa.


"Ih, Abang kayak Felisa," ejek Karina mengingat anak perempuan Raka dan Adinda.


"Tapi Abang ngangenin kan Rin? makanya kamu langsung peluk Abang saat Abang baru pulang tadi," goda Alfa.


"Abang, jangan diulangi nggak ngasih kabar sama Karin!" pinta Karina.


"Iya sayang," ucap Alfa menggenggam tangan Karina dengan erat.


tbc...

__ADS_1


__ADS_2