Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Malu sama mertua


__ADS_3

Ratna menghapus air matanya, ia tidak menyangka Herlina begitu tega memperlakukan Karina seperti ini. Karina bahkan baru mengetahui jika ia bukanlah anak kandung Herlina. "Alfa biarkan Mama bicara kepada Karina!" ucap Ratna.


"Iya Ma" ucap Alfa tersenyum melihat sikap ibunya yang segera berubah ketika mendengar cerita yang sebenarnya.


Ratna keluar dari ruang kerja Bagas dan melangkahkan kakinya menuju lantai dua. Ia mendekati kamar Ayunda dan mengetuk pintunya. Karina belum mengganti pakaiannya dan wajahnya terlihat sangat pucat. Apalagi sepertinya Karina kembali menangis saat ini. Karina terkejut melihat kehadiran Ratna dan ia membukakan pintu kamar ini dengan lebar.


"Maaf Tante, hmm...Karina malam ini saja Tante disini. Besok Karina pergi dan nggak akan merepotkan Om, Tante dan Abang" lirih Karina, ia menatap wajah Ratna dengan tersenyum ramah "Karina mengerti Tante jika Tante tidak menyetujui hubungan Karina dan Bang Alfa" jelas Karina.


Ratna tiba-tiba memeluk Karina dengan erat membuat Karina terkejut "Tante" lirih Karina.


"Maafkan Tante ya Rin, Kamu mau kan jadi menantu Tante. Tante setuju kamu menikah sama Alfa!" ucap Ratna membuat Karina terisak dipelukan Ratna.


"Hiks...hiks... terimakasih Tante" tangis Karina pecah membuat Ratna mengelus punggung Karina dengan lembut.

__ADS_1


"Jangan panggil Tante ya Rin! panggil Mama aja!" ucap Ratna. Karina menganggukan kepalanya dengan tangis haru membuat Ratna ikut menangis. "Kamu nggak sendiri Rin, ada Mama, Papa, Alfa, Ayunda dan Adinda. Kita semua keluarga kamu ya nak! Kamu nggak usah pergi kemana-mana nak. Jadi istri Alfa, kalau masalah keluargamu kita hadapi sama-sama!".


"Terimakasih Ma" ucap Karina membuat Ratna tersenyum bahagia. Sejak dulu putranya telah mencintai Karina dan tentu saja Ratna setuju dengan sosok Karina yang lemah-lembut, Cantik, sopan dan pintar.


"Sekarang kamu nggak usah nangis lagi, mandi dan istirahat yang cukup!" ucap Ratna.


"Iya Ma terimakasih!" ucap Karina.


"Nggak usah terimakasih terus sama Mama, Rin! sebentar lagi kamu jadi menantu Mama jadi kamu harus terbiasa dengan sifat Mama yang cerewet ini ya Rin!" jelas Ratna.


"Kalau masak Mama bisa ngajarin kamu dan adik-adik kamu juga pada jago kalau masak. Kamu juga bisa nanti minta ajarin sama mereka!" ucap Ratna tersenyum.


"Iya Ma!" senyum Karina. Ratna menghapus air mata Karina dengan jemarinya.

__ADS_1


"Lagian Alfa itu bisa masak juga lo Rin, dia itu hanya sekali lihat Mama masakin dia udah dia langsung bisa" jelas Ratna. Ratna menarik tangan Karina agar duduk disampingnya. "Gimana cara Alfa deketin kamu Rin? Kalian kan sahabatan hehehe... maaf ya Rin Mama kepo. Mama kan pernah muda juga Rin!" ucap Ratna.


Karina menatap Ratna dengan wajah memerah. "Sebenarnya Ma, Abang hanya kasihan sama Karina, sejak dulu Abang selalu melindungi Karina dan sebagai sahabat Karina mengangguminya" ucap Karina membuat Ratna melototkan matanya karena terkejut dengan ucapan Karina.


Alfa... Alfa harusnya bilang dong kalau kamu cinta mati sama Karina sejak dulu. Ini anak beda banget sama Papanya. Kalau Mas Bagas dulu langsung bilang cinta, sayang dan bilang mau jadikan aku istrinya karena nggak bisa satu hari saja nggak ngelihat wajah cantikku ini.


"Kalau kamu Rin, cinta sama Alfa?" tanya Ratna.


"Iya Ma" jujur Karina dan ia menatap Ratna dengan gugup.


"Sejak kapan Karina suka sama anak Mama?" goda Ratna.


"Sejak SMA, Ma. Maaf Ma hmmm... Karina nggak bohong Karina dari dulu suka sama Abang tapi Abang hanya nganggep Karina sahabatnya" jelas Karina membuat Ratna tertawa.

__ADS_1


"Aduh kalian ini manis banget ya!" goda Ratna membuat Karina merasa sangat malu saat ini.


ybc...


__ADS_2