
Karina menghela napasnya apa benar Alfa pernah berpura-pura berpacaran dengan wanita lain selain dirinya.
"Siapa dia?" tanya Karina.
"Kamu Karina" ucap Alfa membuat Karina melototkan matanya karena ia benar-benar terkejut dengan ucapan Alfa. "Saya sedang berupaya untuk pindah tahun ini ke Jakarta. Saya minta kamu untuk tidak berdekatan dengan laki-laki lain. Saya tahu mungkin saya terlihat egois karena ingin melindungi kamu dengan cara mengikat kamu agar menikah dengan saya, tapi inilah yang saya inginkan saat ini!" ucap Alfa.
"Al kamu sedang nggak bercanda kan ?" tanya Karina menatap Alfa dengan tatapan berkaca-kaca.
"Apa saya terlihat sedang bercanda? Nggak Karin. Saya benar-benar ingin menjalani hubungan yang serius denganmu. Saya akan menikahi kamu dan memintamu kepada orang tuamu Rin tapi mungkin perlu waktu beberapa bulan agar saya bisa pindah ke Jakarta. Saya seorang polisi dan kamu tahu saya tidak akan bisa tinggal menetap di satu kota!" jelas Alfa
"Saya bisa ikut kamu kemanapun kamu pergi!" ucap Karina. Jujur jika Alfa belum mencintainya ia akan berusaha membuat Alfa jatuh cinta dengannya ketika mereka sudah menikah nanti.
"Karir kamu bagaimana?" tanya Alfa.
"Aku bisa bekerja dimana tempatmu ditugaskan nanti" ucap Karina membuat Alfa tersenyum.
Alfa memegang tangan Karina dan menatap Karina dengan tatapan seriusnya "Aku tahu mungkin tidak mudah bagimu untuk mencintaiku tapi kita bisa sama-sama untuk belajar!" jelas Alfa.
Adinda menganggukkan kepalanya membuat Alfa tersenyum "Jadi aku boleh menemui orang tuamu setelah aku nanti pindah ke Jakarta? aku janji itu nggak akan lama Rin. Jika aku tidak bisa pindah aku akan tetap melamarmu dan meminta izin beberapa hari ke jakarta untuk menemuimu dan orang tuamu. Bagaimana boleh aku ketemu orang tuamu? " tanya Alfa lagi.
__ADS_1
"Iya Al, boleh" ucap Karina malu-malu membuat Alfa teresenyum.
"Ayo kuenya dimakan jangan dilihatin aja!" ucap Alfa
K**amu nggak tahu Al, aku bukan lagi mencoba mencintaimu tapi aku sangat mencintaimu. Aku bahkan ingin selalu membayangkan ada kamu disetiap hari-hari yang aku lewati.
"Al" panggil Karina.
"Ya... " ucap Alfa.
"Terimakasih" ucap Karina membuat Alfa mengelus kepala Karina dengan lembut.
Tama dan Serena mendekati Karina dan Alfa. keduanya terlihat kesal membuat Karina bertanya-tanya ada apa dengan Serena dan Tama. Serena menyebikkan bibirnya membuat Alfa mengerutkan dahinya sedangkan Tama menatap Serena dengan sinis.
"Kalian ini kenapa?" tanya Karina penasaran.
Serena menghembuskan napasnya "Tadi kita ketemu Papa dan Mamaku yang sedang berbelanja. Ternyata Tama kenal sama kedua orang tuaku Rin dan" ucapan Serena terhenti karena saat ini ia melihat tatapan tajam Tama padanya.
"Ternyata dia ini cowok yang mau dikenalin sama Papa. Papa bahkan minta kita langsung menikah karena dia mengira kita pacaran!" ucap Serena membuat Alfa dan Karina tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Jadi karena itu ya Tam tadi kamu terkejut saat tahu Serena anak Pak Idris?" tanya Alfa.
"Seperti itulah, ternyata dunia begitu sempit. Aku berusaha untuk menghidari permintaan Mamiku untuk mendekati anak Pak Idris dan ternyata aku terjebak dengan anak Pak Idris gara-gara kamu Al" ucap Tama.
"Jadi Rin, Papa minta kita tinggal di Rumah Dinasnya aja!" jelas Serena.
"Kalau gue Ren ikut aja gimana enaknya" ucap Karina.
"Jangan, soalnya kalau kita tinggal disana apa-apa minta izin Papa dan kamu pasti susah jalan lagi sama Alfa" ucap Serena.
"Saya bisa izin sama Pak Idris untuk mengajak Karina pergi, apa lagi kalau saya bawa Tama Ren, pasti kamu juga langsung diizinkan keluar sama Pak Idris" ucap Alfa membuat Tama menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kalian nggak coba pacaran dulu aja! sepertinya kalian cocok" ucap Karina.
"Kita pasti langsung dinikahkan Rin, karena itulah harapan kedua orang tua kami Rin" ucap Serena.
"Mamiku ingin aku segera menikah dan memberinya cucu" ucap Tama membuat Serena menelan ludahnya dan bertambah kesal.
tbc...
__ADS_1