
Alfa membuka matanya dan melihat jam dinakas saat ini pukul lima pagi, ia menatap wajah cantik istrinya yang masih terlelap. Alfa menyingkirkan helaian rambut panjang Karina yang menutuh wajah Karina. Ia mengelus pipi Karina dengan lembut dan mencium dahi Karina.
"Udah subuh, sholat!" bisik Alfa telinga Karina membuat mata Karina yang masih berat itu perlahan terbuka. Ia melihat wajah Alfa yang saat ini sedang berada didekat wajahnya membuatnya malu dan menarik selimutnya agar menutupi wajahnya.
Alfa terkekeh dan menarik selimut yang menutupi wajah cantik alami milik istrinya itu. "Heheheh... malu banget ya?" goda Alfa membuat Karina menganggukkan kepalanya sambil memejamkan matanya membuat Alfa sangat tergoda untuk membuat istrinya kembali malu.
"Ngapain malu kan tadi malam kita... " ucap Alfa membuat mata Karina terbuka dan ia menutup mulut Alfa dengan telapak tangannya membuatnya tidak menyadari jika selimut yang ia pakai telah melorot hingga menampakan sesuatu yang indah bagi Alfa.
Karina menyadari tatapan Alfa dan ia segera menarik selimut agar menutupi seluruh tubuhnya. "Jangan ngeliati Karina kayak gitu Bang!" ucap Karina membuat Alfa gemas dan menarik selimut yang menutupi wajah Karina dengan pelan lalu mencium dahi Karina dengan lembut.
"Asslamualikum istri cantiknya Bang Alfa" ucap Alfa. Ia tersenyum saat mata Karina kembali terbuka. "Kita sholat berjamaah!" ucap Alfa. Karina menganggukkan kepalanya.
Alfa turun dari ranjang dan ia segera masuk kedalam kamar mandi. Setelah mandi dengan cepat Alfa keluar dengan handuk dipingganya menampkan perut rata dan kotak-kotak yang mengagumkan. "Ayo mandi Karina, Abang tunggu!" ucap Alfa memakai bajunya dan sarung dengan kopiah dikepalanya.
Karina segera menuju kamar mandi dengan berlari kecil membuat Alfa tersenyum mendengar langkah kaki Karina. Beberapa menit kemudian Karina selesai mandi dan segera memakai pakaiannya lalu memakai mukenanya. Mereka kemudian sholat subuh berjamaah.
Karina melepas mukenanya dan melipatnya, kemudian Alfa juga saat ini telah santai duduk di sofa sambil memperhatikan istrinya. "Kita sarapan di lobi hotel dan setelah itu kita ke Apartemen!" ucap Alfa.
"Iya Bang" ucap Karina. Ia melangkahkan kakinya mendekati Alfa dan duduk disamping Alfa yang saat ini sedang membaca wa digrupnya.
"Sore nanti Abang ada kegiatan Rin, Abang mau keluar kota" ucap Alfa.
"Kegiatan apa Bang?" tanya Karina penasaran.
"Menangkap tersangka kasus pembunuhan" ucap Alfa membuat Karina takut.
"Pagi ini kita beres-beres Apartemen dan jam tiga kita pulang kembali ke Rumah Mama dan Papa. Abang tidak mau kamu sendirian di Apartemen Rin!" ucap Alfa. Ia khawatir jika dalang yang menggangu hubungannya dengan Karina tiba-tiba muncul dan menyakiti istrinya.
__ADS_1
"Abang harus hati-hati menjalankan tugas, ingat sekarang Abang udah punya istri yang menunggu Abang dirumah!" ucap Karina membuat Alfa tersenyum dan mengelus kepala Karina.
"Iya istriku yang manja!" ucap Alfa. "Jadi kangen ngelus rambut kamu dulu rambut kamu itu harum Rin" ucap Alfa.
"Jadi Abang sering cium rambut Karin?" tanya Karina.
"Nggak sengaja Rin, saat pegang rambut kamu aromanya sampai ke hidung Abang, apalagi kamu kan pendek dari Abang jadi mudah bagi Abang untuk mencium aroma shampo yang kamu pakai" jelas Alfa.
"Tapi sekarang Karina nggak pakai shampo stawberry kayak dulu Bang" ucap Karina.
"Kamu pakai shampo apapun bagi Abang rambut kamu akan selalu harum" ucap Alfa merapikan rambut Karina. "Rin mau ya dipeluk?" tanya Alfa membuat wajah Karina memerah dan ia segera memeluk Alfa dengan erat.
Jika Alfa dan Karina sedang bemesraan dan menikmati kehidupan pengatin baru yang bahagia. Tapi tidak dengan Serena dan Tama yang selalu saja bertengkar, keduanya belum menikah tapi Tama telah mengatur Serena hingga membuat Serena kesal. Pagi ini, Tama datang ke Apartemen karena ingin meminta Serena untuk membuatkannya sarapan sebagai latihan agar Serena terbiasa kelak jika mereka menikah. Pernikahan keduanya memang dalam hitungan hari saja.
Saat ini Tama masuk kedalam Apartemen tanpa bell karena ia tahu calon istrinya itu pasti masih tertidur pulas. Ia melangkahkan kakinya mendekati kamar Serena. Ada keraguan saat ia ingin mengetuk pintu atau langsung masuk saja kedalam kamar Serena. Setelah menimbang keinginanya, ia akhirnya memutuskan untuk masuk tanpa mengetuk pintu kamar Serena. Sebentar lagi Serena akan menjadi istrinya dan ia tidak peduli jika nanti tunangannya itu, akan marah kepadanya.
Tama menarik handel pintu dan ia melihat Serena masih tertidur pulas. Tama menghela napasnya karena cara tidur Serena yang berantakkan dengan tubuh Serena yang teelentang ditengah dan tertutup selimut. Tama menarik selimut dan terkejut saat melihat pemandangan dibalik selimut yang membuat wajahnya merah padam. Bagaimana tidak Serena hanya tidur dengan menggunakan pakaian dalam berenda yang sangat seksi.
Serena terdiam dan ingin menangis rasanya, Tama mengangkat wajahnya dan kemudian ia mengambil selimut untuk menutupi tubuh Serena. "Maaf saya tidak sengaja, kamu yang menarik saya!" ucap Tama membuat Serena kesal.
"Mesum... penjahat wanita" teriak Serena.
"Saya tidak jahat Ren, namanya juga tidak sengaja!" ucap Tama segera menjauhkan tubuhnya dan duduk diranjang.
"Kamu sengaja kan ngintipin aku tidur?" kesal Serena.
"Nggak Ren, saya hanya ingin membangunkan kamu!" ucap Tama.
__ADS_1
"Kamu harus tanggung jawab!" teriak Serena.
"Itu sudah pasti, kita memang akan menikah Ren!" ucap Tama datar membuat Serena benar-benar kesal.
"Jangan masuk sembarang dikamar perempuan Tama!" teriak Serena.
"Tama?" tanya Tama mengangkat alisnya membuat Serena menelan ludahnya dan memelankam suaranya.
"Kak jangan masuk ke kamar perempuan tanpa seizininya!" ucap Serena memelankan suaranya karena tidak ingin memancing kemarahan Tama.
"Masuk ke kamar kamu saya tidak perlu izin dari kamu!" ucap Tama.
"Kita belum nikah Kak!" kesal Serena.
"Kita sudah nikah kantor kalau kamu lupa!" ucap Tama.
"Yang penting itu nikah secara agama dan udah sah" ucap Serena.
"Bagi saya setelah nikah kantor kamu sudah menjadi milik saya walau saya belum bisa memiliki kamu seutuhnya!" ucap Tama. "Lain kali kalau saya tidak ada di Rumah pakai baju yang sopan!" ucap Tama memperingatkan Serena karena ia tidak ingin pemandangan indah tadi dikosumsi mata laki-laki lain.
"Jadi kalau kamu ada di rumah aku boleh pakai baju yang nggak sopan?" tanya Serena dengan nada penuh penekanan karena kesal.
"Tentu saja boleh, kamu nggak pakai baju kalau ada saya juga nggak apa-apa!" ucap Tama datar namun terdengar sangat menyebalkan bagi Serena.
"Dasar mesum" ucap Serena.
"Kamu sudah tahu saya begitu jadi kamu harus bersiap menghadapi saya Serena!" ucap Tama melangkahkan kakinya keluar dari kamar Serena membuat Serena membuka mulutnya karena begitu terkejut dengan sikap Tama yang sangat-sangat menyebalkan.
__ADS_1
jangan lupa vote dan jempolnya 🙏
terimakasih...