
Alfa dan Karina saat ini menuju Apartemen yang telah dibeli Alfa. Karina mengetuk pintu Apartemen Serena. Tama membuka pintu dan mempersilahkan Alfa dan Karina untuk masuk.
"Assalamualikum" ucap Alfa dan Karina bersamaan.
"Waalikumsalam kompak banget kalian, masuk Rin, Al!" ucap Tama
Karina segera melangkahkan kakinya mendekati Serena yang saat ini duduk disofa. "Kok wajahnya ditekuk gitu Ren?" tanya Karina penasaran.
"Lagi kesel gue!" ucap Serena.
"Kenapa? cerita dong Ren!" ucap Karina.
"Itu dia ngintipin gue Rin!" ucap Serena membuat Tama menatap Serena dengan datar.
"Jangan mulai kamu, siapa yang ngintipin kamu!" ucap Tama dingin.
"Dia, mana mau ngaku!" kesal Serena.
Alfa dan Karina tersenyum "Siapa dulu nih yang mau cerita?" tanya Alfa.
"Gue... " ucap Serena.
"Bahasa kamu tidak sopan Serena, saya sudah bilang kalau didepan saya, saya nggak suka kamu bicara gue lo!" ucap Tama.
Serena menyebikkan bibirnya "Iya Kak" ucap Serena dengan nada terpaksa membuat Karina terkekeh.
"Hehehe... kalian lucu banget" ucap Karina.
"Siapa yang lucu? mana ada diintipin lucu" ucap Serena membuat Tama menghela napasnya.
"Saya sudah bilang sama kamu kalau saya tidak sengaja Serena! nggak usah dibahas lagi!" pinta Alfa.
"Mana bisa nggak dibahas besok-besok kamu pasti ulangi lagi" ucap Serena.
"Besok-besok saya sudah jadi suami kamu, ngintipin kamu atau ngapain sama kamu itu bukan masalah!" ucap Tama membuat Serena benar-benar kesal.
__ADS_1
"Kita belum nikah jadi jangan macam-macam!" kesal Serena.
"Sebentar lagi kita nikah Serena dan itu tidak ada bedanya, saya hanya sedikit menyetuh kamu tadi dan itu juga terjadi karena kecelakaan!" ucap Tama membuat Alfa terkekeh.
"Hehehe... Nikah cepat Tam, biar tahu rasanya kalau udah halal" goda Alfa membuat Karina menatap Alfa malu-malu.
"Kalian udah begituan?" tanya Serena menatap Karina dan Alfa bergantian.
"Ya" ucap Alfa sedangkan Karina memilih untuk menyembunyikan kedua wajahnya dengan telapak tangannya.
"Rin kok nggak cerita si?" kesal Serena.
"Untuk apa kamu mendengar hal-hal seperti itu!" ucap Tama melipat kedua tangannya menatap Serena dengan dagu yang terangkat dan terlihat sangat angkuh.
"Memangnya nggak boleh? ini cerita tentang perempuan tahu, Rin kita bicarakan di kamar aku aja!" ucap Serena membuat Karina menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah kaki Serena.
Tama menatap Alfa dengan datar namun sarat dengan rasa penasaran. "Mau nanya ya Tam, tapi gengsi" ejek Alfa.
"Nggak mau cerita kamu, Al?" tanya Tama sinis.
"Berbagi ilmu" ucap Tama membuat Alfa terkekeh.
"Hehehe...Ilmu apaan Tam?" tanya Alfa pura-pura tidak mengerti maksud Tama.
"Menaklukan bunga dipadang rumput hingga menuju ke puncak gunung kebahagiaan" ucap Tama.
"Gila masih ingat aja kamu hahaha" ucap Alfa tertawa karena ingat pembicaraan mereka saat berkumpul dengan teman-temannya dulu. Jika mereka nantinya ketemu perempuan yang sifatnya seperti bunga dipadang rumput yang susah ditaklukan ingat kalau sekeras apapun hati, pasti akan luluh juga dengan kelembutan.
"Tama... Tama masih ingat aja dengan julukan bunga dipadang rumput" ucap Alfa.
"Gimana bisa lupa kalau Tora punya istri ganasnya minta ampun, kalau Tora terlambat pulang atau Tora lupa beliin istrinya martabak Tora nggak dapat jatah malam sama istrinya yang bagaikan bunga dipadang rumput, sedangkan pekerjaan kita terkadang bisa pulang waktu subuh, boro-boro mau beli martabak" ucap Tama mengingat Tora salah satu rekannya dulu yang berada di Semarang.
"Besoknya si Tora lepas dinas istrinya nggak mau tidur sama si Tora" ucap Alfa mengingat cerita Tora jika malam-malamnya akan selalu sepi ketika istrinya marah padanya hanya karena sekotak martabak.
"Hahaha... " Tawa Tama dan Alfa.
__ADS_1
Sementara itu Serena meminta penjelasan Karina mengenai hubungan Karina dan Alfa. Ia menatap Karina dengan tatapan penasaran. "Beneran udah malam pertama?" tanya Serena.
"Iya Ren" ucap Karina.
"Gimana rasanya Rin, cerita dong!" ucap Serena membuat Karina menggelengkan kepalanya dengan malu.
"Kata Abang rahasia Ren lagian masa kamu nggak tahu Ren, kamu kan alihnya masalah cinta" ucap Karina.
"Alih apaan Ren. Kalau gue alih dalam masalah cinta, gue nggak akan nikah karena di jodohin gini!" ucap Serena.
"Dijodohin sama Tama kan nggak rugi Ren, ganteng begitu kayak aktor korea" ucap Karina.
"Iya sih, tapi sayang nyebelin banget!" ucap Serena membuat Karina terkekeh.
"Hehehe... kesal dan benci bisa tanda dari cinta Ren" ucap Karina.
"Nggak usah bahas gue ya Rin, bahas tentang lo dan Alfa...Hmmm... enak ya?" tanya Serena.
"Menurut kamu gimana Ren?" ucap Karina.
"Mana gue tahu Ren makanya gue nanya!" kesal Serena.
"Rasain sendiri aja ya Ren, soalnya rahasia!" ucap Karina membuat Serena kesal.
"Jadi sekarang udah main rahasiaan sama gue?" tanya Serena.
"Iya dong Ren ini kan masalah ranjangnya aku jadi hanya aku dan Abang yang tahu!" ucap Karina.
"Nggak asyik banger Ren" kesal Serena.
"Hehehe... Ren kamu kalau penasaran nikahnya besok aja sama Tama biar bisa langsung praktek!" ucap Karina terkekeh.
"Kita mah teori jago tapi praktek nol" ucap Serena karena ia juga menjaga kesuciaannya hanya untuk suaminya kelak.
"Ren, aku dan Abang pindah ke Apartemen didepan Apartemen kamu!" ucap Karina membuat Serena tersenyum dan memeluk Karina.
__ADS_1
"Iya tadi Tama juga bilang Rin" ucap Serena tersenyum senang. "Kita bisa pergi bekerja sama-sama dan pulang sama-sama!" ucap Serena.