Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Cinta


__ADS_3

"Apa Abang akan kembali kepada orang yang Abang cintai dan meninggalkan Karina? pada hal Karina cinta sama Abang" ucap Karina menundukkan kepalanya karena tidak ingin melihat ekspresi Alfa yang bisa saja tidak menganggukan kepalanya dan berkata jika Alfa akan meninggalkannya.


"Bagaimana mungkin saya meninggalkan kamu Karina. Perempuan yang sejak dulu saya cintai itu Kamu!" ucap Alfa membuat Karina menatap Alfa dengan tatapan tidak percaya namun saat melihat mata Alfa yang menyiratkan tidak ada kebohongan atas ucapannya membuat air matanya pun menetes.


"Abang nggak bohong kan sama Karin?" tanya Karina memastikan jika apa yang ia dengar adalah benar.


Alfa menggelengkan kepalanya "Saya tidak berbohong saya mencintai kamu sejak dulu. Dulu saat Alfa masih anak remaja matanya ini selalu tertuju pada sosok kamu Karina. Maafkan saya Karina, selama ini persahabatan kita hanya menjadi alasan agar saya bisa mendekati kamu!" ucap Alfa membuat Karina terisak.


"Hiks...hiks... Abang Karina juga cinta Abang sejak dulu dan sampai sekarang. Karina selalu berharap Abang yang menjadi suami Karina" ungkap Karina membuat Alfa meminum airnya sekali tandas untuk melegahkan tenggorokannya. Alfa segera berdiri dari kursinya dan melangkahkan kakinya dengan cepat lalu memeluk Karina dengan erat.


Karina terisak dipelukan Alfa "Abang kenapa nggak bilang dari dulu hiks...hiks... !" ucap Karina tergugu, ia memukul dada Alfa dengan pelan membuat Alfa terkekeh karena ternyata Karina sama seperti dirinya. Alfa mengelus kepala Karina dengan lembut, cintanya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan.


"Coba kamu ya Rin yang bilang duluan dulu!" ucap Alfa membuat Karina menghentikan isakannya dan mengangkat wajahnya menatap Alfa.

__ADS_1


"Karin kan perempuan Bang, masa Karin yang bilang kalau Karin cinta sama Abang!" ucap Karina membuat Alfa tersemyum malu.


"Iya ini salah Abang harusnya waktu Abang lulus akpol Abang minta kamu untuk berkomiten sama Abang dan menunggu Abang. Abang tidak menyangka kalau kamu memiliki perasaan yang sama kepada Abang Rin!" ucap Alfa.


"Kalau dulu Abang tahu Karina cinta sama Abang saat kita SMA, apa yang akan Abang lakukan?" tanya Karina.


"Mendatangi Papa kamu dan mengatakan kalau saya orang yang dicintai Karina dan Saya akan berusaha menjadi seorang pria dewasa yang kelak akan melamar putri bapak menjadi suaminya. Jadi Pak Alam tidak boleh menjodohkan cintanya saya kepada laki-laki lain!" ucap Alfa membuat Karina terkekeh.


"Abang, Karina merasa ini mimpi!" ucap Karina mengeratkan pelukannya membuat Alfa mengangkat tubuh Karina dan menggendongnya.


"Abang boleh kan Karin?" tanya Alfa memberikan kode apa ia bisa menyetuh Karina.


"Boleh Bang" ucap Karina pelan membuat Alfa tersenyum dan mencium dahi Karina dengan lembut. Ia kemudian membisikkan doa ketelinga Karina dan kemudian menatap wajah Karina yang saat ini merah padam karena malu.

__ADS_1


Dengan mata yang saat ini masih menatap Karina, Alfa beraksi dengan tangannya yang mulai membuka baju istrinya itu dengan pelan. Ia menghormati dan mengharagi istrinya dan akan memperlakukan istrinya itu dengan baik. Karina mengelus jpipi Alfa dengan sebelah tangannya. Alfa mendekati wajahnya dan kemudian mengecup bibir mungil Karina. Alfa kemudian kembali menempelkan bibirnya itu dan menciumnya dengan lembut membuat Karina terhanyut dengan setuhan Alfa dan ikut membalasnya dengan bergerak sesuai irama.


"Jangan tinggalkan Karina Bang" ucap Karina saat Alfa melepaskan bibirnya.


"Tidak akan pernah kecuali maut yang memisahkan kita" ucap Alfa melanjutkan kegiatannya dengan melucuti pakaian istrinya itu dan juga pakaiannya.


Alfa mencium seluruh inci tubuh istrinya itu seolah ia sangat memujanya dan merindukannya. Ia melakukannya dengan pelan hingga membuat Karina nyaman. Keduanya menikmati malam indah yang tak akan pernah keduanya lupakan. Malam ini pengakuan perasaan keduanya yang ternyata saling mencintai. Cinta dalam diam yang akhirnya terbalaskan. Penantian panjang Karina dan keikhlasan hati seorang Alfa akhirnya berujung halal.


"Abang mencintaimu Karina" ucap Alfa.


"Karina juga sangat mencintai Abang" ucap Karina dengan napas yang terengah-engah sambil menujukkan senyum bahagianya.


"Terimakasih sayang" ucap Alfa kembali mencium istrinya itu dengan lembut. air mata Karina menetes karena haru, mengingat bagaimana ia mencintai Alfa dalam diam.

__ADS_1


Mimpi itu menjadi nyata, Karina akhirnya untuk Alfa. Karina yang dulu hanya bisa menatap Alfa di foto hanya karena ingin mengatakan rindu, mengatakan cinta, mengatakan sayang dan mengatakan betapa ia sangat cemburu dengan teman-teman perempuannya yang bisa dengan lantang mengatakan jika mereka menyukai Alfa. Coklat yang Karin buat hanya bisa ia simpan di dalam tasnya kareba takut ketika ia memberikannya kepada Alfa, Alfa akan berubah karena tahu perasaannya.


tbc...


__ADS_2