
Karina telah berjanji hari ini akan bertemu dengan Algi, fefin dan Viona untuk memberikan undangan resepsi pernikahannya bersama Alfa. Saat ini Karina masuk ke Cafe bersama Alfa. Keduanya mengedarkan pandangannya mencari para sahabatnya yang katanya sudah menunggu mereka sejak sepuluh menit yang lalu.
Karina tersenyum melihat ketiga sahabatnya dan ia segera mendekati mereka. "Wah... datang berduaan nih, ada kabar baik kayaknya?" goda Algi.
Alfa memegang tangan Karina membuat ketiganya tersenyum. Ia kemudian segera duduk bergabung dengan mereka. Viona melihat cincin yang dipakai Karina. "Jangan bilang kalian ingin memberikan undangan pada kita?" tebak Viona.
"Iya Vi" ucap Alfa meminta Karina segera mengeluarkan undangan yang berada didalam tas Karina. Karina memberikan undangan itu kepada para sahabatnya ini.
"Cie... cie... " ucap ketiganya bersorak.
"Pajak jadian aja belum ada... eh... udah kasih undangan mereka" ucap Fefin. "Lo nggak hamil duluan kan Rin?" goda Fefin.
"Mana ada, akad nikahnya sudah cukup lama dan undangan ini hanya resepsi pernikahan kita. Abang itu pemalu mana ada aku dibuat hamil dulua " jelas Karina membuat mereka semua tertawa.
"Kok nggak ngundang kita saat acara akad nikahnya, Rin?" tanya Fefin.
"Iya Rrin harusnya lo ngundang kita!" ucap Viona.
"Kalau diundang kan kita pasti datang!" tambah Algi tersenyum melihat kebahagiaan kedua sahabatnya. "Alfa ini kan udah lama diam-diam naksir Karina" goda Algi membuat wajah Karina bersemu merah.
__ADS_1
"Iya tapi dulu belum berani buat nembak" ucap Alfa.
"Jangan ditembak nanti mati dong" ucap Algi membuat mereka semua tertawa.
"Udah pada pesan makanan?" tanya Alfa.
"Udah Al" ucap Viona.
"Hari ini biar saya yang traktir anggap saja pajak jadiaanya dan juga permohonan maaf karena nggak ngundang kalian di acara akad nikah kita!" ucap Alfa.
"Iya Al, kita pesan banyak-banyak kalau gitu!" ucap Fefin.
"Boleh silahkan!" ucap Alfa tersenyum senang.
"Coba dulu kamu itu jujur Rin kalau suka sama Alfa pasti aku nggak akan marah. Bahkan kita bersaing secara sehat hehehe!" kekeh Viona.
"Karina sih dulu itu terlihat cuek padahal yang suka sama dia itu banyak tapi takut ada bodyguardnya si Alfa ini" ucap Fefin.
"Kalau cerita tentang kita SMA dulu nggak ada habis-habisnya pasti lucu dan menyenangkan!" ucap Algi.
__ADS_1
"Dulu banget Alfa itu selalu dapat puisi-pusi tiap pagi di kolong mejanya, sampai sekarang Alfa nggak tahu siapa itu yang suka sama dia" ucap Algi. Dulu Algi yang duduk sebangku dengan Alfa jadi ia tahu jika Alfa itu memiliki banyak penggemar tapi sayangnya sahabatnya ini, perhatiannya selalu tertuju pada sosok Karina.
"Puisinya lumayan bagus tapi sayang bukan dari Karina, kalai dari Karina pasti akan saya simpan" ucap Alfa menatap Karina dengan tatapan penuh cinta.
"Jadi dari siapa Al?" tanya Fefin penasaran.
"Nggak tahu dari siapa" ucap Alfa karena sebenarnya ia tahu siapa pengirim puisi itu tapi ia enggan mengatakannya karena ingin menjaga perasaaan istrinya.
"Masa nggak tahu Bang dari siapa, Karin juga penasaran ternyata Abang punya penggemar rahasia" ucap Karina.
"Namanya juga Alfa yang pintar, cakep dan ramah. Pasti banyak yang naksir termasuk gue dulu" ucap Viona.
"Dulu aku juga suka sama Abang" ucap Karina membuat Viona dan Fefin terkejut. "Tapi aku nggak mau bilang sama Viona karena dulu Viona suka sama Alfa segitunya banget sampai rela bawain Alfa bekal yang dia masak" jelas Karina. "Aku dulu minder sama kamu Vi, udah cantik jago masak lagi" ucap Karina.
"Hahaha kalau ingat dulu jadi pengen ketawa, semuanya ngeliat Alfa kayak ngeliat aktor idolanya. Karina dulu kan juga dijadiin sasaran empuk penggemar Alfa karena mengira kalian itu pacaran" ucap Viona.
"Iya dulu, rok Karina sampai diberikan perekat dibangku biar robek. Untung Alfa kasih pinjam jaketnya sama lo, Rin" jelas Fefin.
"Ya, sampai Alfa kehujanan dan kediinginan karena jaketnya dipinjam Karina. Besoknya Alfa demam dan bilang dia izin nggak sekolah karena ada acara keluarga padahal dia sakit dirumah" jelas Algi membuat mereka semua tertawa.
__ADS_1
*Pintar sekali kau bersandiawara seolah kau tidak melakukan apa-apa selama ini. Saya akan segera mendapatkan buktinya.
batin Alfa*.