
Alfa sangat memperhatikan Karina, ia bahkan membeli mobil agar bisa mengantar dan menjemput Karina bekerja di Rumah Sakit. Sebenarnya Alfa ingin Karina berhenti bekerja selama masa kehamilannya namun ia juga tidak ingin memaksa Karina karena jika berada di Rumah, Karina akan merasa kesepian, apalagi ketika ia sedang sibuk bekerja.
Hari ini Alfa tidak bisa menjemput Karina pulang karena ia sedang pergi kunjungan bersama kepala daerah ke daerah bencana banjir. Alfa meminta Tama untuk menjemput Karina sekalian Tama menjemput istrinya. Saat ini Karina, Serena dan Tama baru saja sampai di asrama polisi tempat tinggal mereka.
"Makasi Kak Tama, Ren," ucap Karina.
Tama dan Serena tersenyum "Sama-sama Rin," ucap Serena.
Karina melangkahkan kakinya mendekati pintu masuk rumahnya. Ia mengeluarkan kunci Rumah lalu membuka pintu. Karina masuk kedalam rumahnya dan ia terkejut saat melihat kehadiran Ratna dan Herlina yang berdiri dihadapannya sambil tersenyum. Karina mempercepat langkahnya, ia segera memeluk Herlina dengan erat dan kemudian juga memeluk Ratna.
"Mama-mama kenapa nggak kabarin Karin?" tanya Karina terharu melihat kedatangan kedua orang tuanya.
"Mama sengaja minta Alfa merahasiakan kedatangan Mama dan mertua kamu!" ucap Herlina.
"Papa Bagas mana Ma?" tanya Karina mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Papa mertuanya.
__ADS_1
"Papa kita suruh ke super market Rin belanja bahan makanan," ucap Ratna.
"Memang Papa bisa apa Ma belanja?" tanya Karina.
"Hohoho kamu belum tahu ya Rin, dulu waktu Mama repot ngurusin Alfa, Ayunda sama Adinda saat mereka masih kecil, Papa kamu yang belanja kebutuhan rumah. Papa jago memilih sayuran dan daging atau ikan segar dibandingkan Mama," jelas Ratna membuat Karina tersenyum karena Alfa juga yang sering pergi kepasar ketika pulang dinas dan membeli bahan makan lalu memasaknya. Alfa terbiasa mandiri dan suka memasak sejak ia bekerja sebagai polisi.
"Itu oleh-oleh dari kita!" ucap Ratna menujuk tiga buah kardus berisi makanan untuk Karina.
"Makasi Ma," ucap Karina menatap Herlina dan juga Ratna.
"Duduk Ma, Karin buatin minum ya!" ucap Karina.
"Iya nak nggak usah, kita ngobrol aja yuk!" ajak Herlina.
"Kita duduk disana Ma!" ucap Karina mengajak Ratna dan Herlina untuk duduk di Ruang Tamu
__ADS_1
Mereka duduk di Ruang Tamu dan Karina tiba-tiba meneteskan air matanya karena ia rindu kepada kedua Mamanya ini. "Loh kok nangis?" tanya Herlina dan ia kembali memeluk Karina dengan erat. "Nggak malu sama mertua kamu manja gini sama Mama?" tanya Herlina.
"Karin kangen sama Mama-mama," ucap Karina membuat Ratna dan Herlina tersenyum.
"Kita juga kangen sama kamu Rin, makanya saat tahu kamu hamil Mama dan Mama kamu langsung ingin pergi menemui kamu disini," jelas Ratna.
"Karin senang Mama Ratna dan Mama Herlina datang kesini. Kalau Mama nggak datang jenguk Karin dan Kak Alfa, Karin juga maklum kok Ma. Soalnya Adinda dan Ayu lagi hamil juga dan istri Kak Sakti juga lagi hamil," ucap Karina.
"Mama dan Mama mertua kamu kan juga sayang sama kamu Rin, kita pasti datang mengunjungi kamu nak, kita rindu sama kamu dan ingin mengetahui keadaan kamu disini!" ucap Herlina sambil mengelus kepala Karina dengan lembut.
"Kamu mau Mama masakin apa Rin?" tanya Ratna.
"Pindang Ma, Karina beli pindang iga disini tapi nggak seenak bikinan Mama," jelas Karina membuat Ratna tersenyum. Ratna sudah menebak jika Karina pasti ingin memakan pindang iga masakannya.
"Wah... Rat tebakan kamu benar, Karin pasti pengen makan pindang," ucap Herlina.
__ADS_1
"Iya Her, makanya tadi aku minta Papa mereka beli daging iga" jelas Ratna.
"Mama, Karin juga mau makan bubur ayam buatan Mama!" ucap Karina membuat Herlina tersenyum dan ia menganggukkan kepalanya.