
Saat ini Karina dan Alfa bersiap untuk pindah, sebagian barang mereka telah dikirim ke daerah tempat Alfa akan bertugas. Isak tangis Ratna dan Herlina mengiringi kepergian keduanya. Herlina memeluk putrinya itu dengan erat membuat Karina terisak didalam pelukan Herilna.
"Mama, Karin pengen Mama sering jenguk Karin!" lirih Karina.
"Iya nak, insyallah nanti Mama sama Mama mertua kamu akan sering datang mengunjungi kamu nak!" ucap Herlina membuat Karina terisak.
"Mama juga harus sering telepon Karin ya Ma hiks...hiks... " tangis Karina.
"Iya nak," ucap Herlina mencium dahi Karina dengan lembut.
Herlina melepaskan pelukannya dan Karina melangkahkan kakinya mendekati Ratna. Alfa kemudian mencium tangan Herlina sedangkan Karina segera memeluk Ratna. Ratna terisak karena ia seperti melepaskan putrinya sendiri merantau bersama suaminya. Karina adalah anak yang baik dan Ratna menyesal karena pernah ragu menjadikan Karina menantunya saat itu.
"Mama yakin nanti kamu akan hamil lagi Karin. Kalau kamu hamil lagi, kamu tinggal sama Papa dan Mama disini atau nanti Mama dan Mamamu yang akan tinggal bersamamu menemani kamu nak!" ucap Herlina menghapus air mata Karina yang menetes. Herlina dan Ratna sepakat akan menemani Karina bergantian jika nanti Karina diberikan kesempatan lagi untuk hamil.
"Janji ya Ma!" pinta Karina manja menbuat Ratna terkekeh.
__ADS_1
"Janji," ucap Ratna membuat Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Karina kemudian mendekati Bagas dan mencium punggung tangan Bagas. Satu-satunya Papa yang ia miliki saat ini adalah Bagas. "Kita semua akan segera mengunjungi kalian!" ucap Bagas. Karina menganggukkan kepalanya dan Alfa memeluk Bagas dengan erat.
"Jagoan Papa mau merantau lagi nih," goda Bagas membuat Alfa tersenyum.
"Iya Pa, doakan pekerjaan Alfa dan Karina lancar disana Pa," ucap Alfa.
"Tentu saja nak dan kamu jangan lupa sholat ya nak!" pinta Bagas
Alfa dan Karina sengaja tidak mengatakan kepada Ayunda dan Adinda jika saat ini mereka akan pergi. Karina tidak sanggup dengan rayuan manis kedua adik iparnya yang pastinya akan memintanya untuk tidak mengikuti Alfa, agar bisa selalu menemani mereka.
Sakti membuka pintu mobil untuk Karina membuat Karina segera memeluk Sakti dengan erat. "Kakak juga harus datang ke ketmpat Karina tinggal dan Kakak harua cerita kalau ada masalah diperusahaan Papa. Karin nggak mau Kakak menyimpan masalah sendirian!" pinta Karina.
"Iya Karin, kok kamu tambah cerewet begini" ucap Sakti mengelus kepala Karina dengan lembut.
__ADS_1
"Kak, Karin titip Mama!" ucap Karina menatap Sakti dengan mata yang berkaca-kaca.
"Siap," ucap Sakti membuat mereka semua tertawa.
Alfa dan Karina segera masuk kedalam mobil. Karina melambaikan tangannya kepada mereka semua. Setelah mobil mereka menjauh Karina segera menghapus air matanya yang kembali menetes. "Kalau kamu masih belum ikut Abang tinggal di daerah, nggak apa-apa Rin. Abang akan usahain dua minggu sekali pulang ke Jakarta" ucap Alfa.
Karina menggelengkan kepalanya "Karina nggak mau pisah lama sama Abang, dua minggu itu lama Bang!" ucap Karina membuat Alfa tersenyum.
"Abang dukung keputusan kamu Rin!" ucap Alfa membuat Karina tersenyum.
"Bang Karin belum bilang sama Serena kalau kita berangkat hari ini" ucap Karina. "Serena pasti akan menangis Bang, hmm... Karin nggak mau melihat dia sedih sama kayak Adinda dan Ayunda Bang," jelas Karina.
"Yaudah nanti kamu telepon aja mereka!" ucap Alfa.
"Iya Bang," ucap Karina.
__ADS_1
tbc...