
Setelah makan malam bersama Karina dan Alfa kembali ke rumah mereka. Karina dan Alfa tertawa saat mengingat pertengkaran Tama dan Serena. Keduanya sering kali berdebat karena permasalahan kecil. Alfa bersantai didepan sofa bersama Karina sambil menonton Tv. Keduanya terkejut saat berita tentang orang tua Viona yang ditangkap polisi karena kasus suap.
"Kasihan Viona Bang, suami dan Papinya masuk penjara" ucap Karina.
Alfa menghela napasnya, istrinya ini tidak tahu jika Viona saat ini sedang mengurus perceraiannya bersama Algi. Alfa juga menyembunyikan sesuatu tentang sikap Viona kepadanya beberapa hari ini. Viona menghubunginya sambil menangis dan meminta permintaan gila yang tidak akan mungkin Alfa lakukan. Viona meminta Alfa menjadikannya istri kedua dan itu membuat Alfa memutuskan tali persahabatannya bersama Viona.
"Karin..." panggil Alfa membuat Karina yang saat ini sedang serius melihat berita Tv menatap Alfa dengan tatapan penasaran.
"Kenapa Bang?" tanya Karina.
"Mulai sekarang Abang tidak ingin kamu menemui Viona!" ucap Alfa.
"Loh... kenapa Bang? yang jahat sama Karin kan Algi, Viona nggak salah Bang," ucap Karina.
Alfa menghembuskan napasnya karena sepertinya ia harus menceritakam semuanya kepada Karina. "Viona menyukai Abang Karin dan lima hari yang lalu dia mulai menghubungi Abang lagi. Dia menceritakan semua permasalahaan rumah tangganya bersama Algi," jelas Alfa menatap wajah Karina dengan dalam "Abang tidak suka dengan permintaan gilanya yang meminta Abang untuk menjadikan dia istri kedua. Viona pintar bersandiwara Karin, Abang tidak mau kamu bertemu dia lagi mulai dari sekarang!" ucap Alfa tegas.
__ADS_1
Karina menganggukkan kepalanya "Iya Bang," ucap Karina membuat Alfa mengelus kepala Karina dengan lembut.
Karin, nggak mau punya madu...
"Sikap Viona yang membuat Algi salah paham bahkan mengira putranya sendiri adalah anak Abang," ucap Alfa membuat Karina memeluk Alfa dengan erat.
"Iya Bang Karin akan berusaha menjauh dari Viona Bang," ucap Karina membuat Afa mengeratkan pelukannya.
"Ayo kita tidur ya Rin!" ucap Alfa membuat Karina tersenyum malu dan mengikuti langkah kaki Alfa yang saat ini menuntunya masuk kedalam kamar mereka. Malam ini keduanya kembali saling menghangatkan satu sama laim dan terbuai dengan rasa cinta yang membuat keduanya menyatu dalam puncak kebahagiaan.
"Malam ini kita tidur bersama ya!" ucap Tama tanpa menatap Serena dan ia fokus dengan buku yang ia baca. "Kok nggak dijawab Ren?" tanya Tama.
"Kamu ngomong sama aku?" tanya Serena.
"Iya sama siapa lagi," ucap Tama.
__ADS_1
"Ooo...aku kira lagi ngomong sama buku," ejek Serena membuat Tama menutup bukunya dan menatap Serena dengan kesal. "Kalau suami kamu ngomong itu didengar Serena!" kesal Tama.
"Aku kan dengar, tapi Kakak yang sibuk dengan buku itu. Kalau ngomong itu orangnya dilihat, bukan buku itu yang dilihat!" protes Serena.
"Jangan buat saya marah Ren, kamu mau terima hukuman dari saya!" ancam Tama.
"Menyiksa istri itu melanggar hukum!" ucap Serena membuat Tama tersenyum sinis.
"Bukannya kamu yang menyiksa suami kamu Serena?" tanya Tama dingin.
"Kapan aku nyiksa kamu Kak? jangan fitnah!" kesal Serena.
"Saya tidak memfitnah kamu Ren. Kamu memang menyiksa saya. Saya menginginkan kamu, kamu nggak mau. Kamu mau saya cari istri baru?" ucap Tama membuat Serena melototkan matanya.
"Nggak boleh!" teriak Serena.
__ADS_1