Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Pasangan aneh


__ADS_3

Karina saat ini memilih bekerja di Puskesmas dan Alfa mendukungnya. Walaupun sebenarnya jika Karina bekerja di Rumah Sakit swasta pasti gaji yang akan Karina dapatkan lebih besar. Tapi bagi Karina, mengikuti suaminya berpindah tugas adalah keinginannya dan ia ingin mendukung karir suaminya.


"Bu Dokter tambah cantik aja," ucap Ibu Wati yang juga bekerja dipuskesmas ini.


"Aduh saya jadi nggak enak Bu, dipuji terus apa benar saya cantik?" goda Karina membuat ibu Wati tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Udah mau pulang ya Bu?" tanya Wati.


"Iya Bu, saya mau masak di Rumah soalnya suami saya sedang puasa," jelas Karina.


"Wah pasti masakan Bu Dokter enak banget? sesekali dong Dok bawain saya makanan!" ucap Wati membuat Karina tersenyum.


Andaikan saja Bu Wati tahu masakan aku yang dulu mana mau dimakan hehehe...


"Nanti ya Bu, kalau saya masak banyak saya bawa makanannya khusus buat Ibu!" ucap Karina tersenyum membuat Wati ikut tersenyum.


Karina mengambil tasnya dan ia segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya. Beberapa karyawan yang melewati Karina tersenyum ketika Karina menujukkan senyum ramahnya. Karina menunggu Alfa yang akan datang menjempuntnya dan ia terkejut saat melihat Serena yang datang dengan mengendarai motor gedenya.


"Ren... " teriak Karina segera mendekati Serena dan memeluk Serena dengan erat.


"Siapa sih? nggak kenal," kesal Serena membuat Karina tertawa.

__ADS_1


"Kangen," ucap Karina manja.


"Basi tahu," kesal Serena membuat Karina terkekeh.


"Hehehe jangan marah dong Ren!" rayu Karina.


Bunyi deru suara motor membuat Serena melototkan matanya karena Tama dan Alfa uang ternyata datang. "Ren, kebiasaan kamu ya, saya kan udah bilang jangan pakai motot saya!" kesal Tama.


"Salah sendiri kenapa nggak kasih pinjam aku mobil," kesal Serena. Tama menghela napasnya melihat tingkah laku istrinya yang sering sekali membantahnya.


"Mobil kamu kemana Ren?" tanya Karina.


"Dibalikin sama suamiku yang paling tampan itu, Dia nggak mau aku memakai mobil pemberian Papa," kesal Serena.


"Memang aku suka keluyuran? kamu kan tahu kalau aku gaulnya cuma sama Karina," kesal Serena.


Alfa dan Karina tersenyum melihat keduanya. "Kapan kalian bisa akur?" tanya Alfa.


"Kalau diranjang," ucap Tama membuat Serena terbatuk.


"Uhuk... nggak, jangan percaya Rin, Al!" ucap Serena membuat Karina dan Alfa terkekeh.

__ADS_1


"Kok kalian berdua kompak banget sama dia?" kesal Serena.


"Dia? kamu ini lihat aja ya, nanti malam!" Ancam Alfa membuat Serena melototkan matanya.


"Aku nggak tinggal di rumah dinas kamu, aku mau nginap dirumah Karina aja!" ucap Serena.


"Kita lagi nggak terima tamu Ren, kamar kita hanya dua dan satunya masih berantakan!" jelas Alfa.


"Jahat banget sih, sama aku. Rin kamu jangan lupa ya aku ini sahabatmu Rin, masa sahabat sendiri nggak boleh bertamu ke Rumahmu!" kesal Serena.


"Mulai malam ini kamu udah janji bakal temenani aku tidur Ren!" ucap Tama membuat Serena melototkan matanya.


"Enggak, kapan aku bilang begitu?" teriak Serena kesal.


"Jangan coba-coba membodohiku!" ucap Tama dingin. Tama mendekati Serena dan meminta Serena duduk dibelakangnya dengan isyarat tangannya.


"Kita buka puasa sama-sama Al, saya tunggu dirumah!" ucap Tama membuat Alfa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Tama menghidupkan mesin motornya dan ia segera melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Karina tertawa karena Tama dan Serena terlihat sama-sama gengsi.


"Abang, Tama nggak bisa ya sedikit lembut sama Serena?" tanya Karina.

__ADS_1


"Nggak bisa, mereka itu memang begitu Rin. Tiap orang menunjukkan rasa cintanya dengan cara berbeda," ucap Alfa membuat Karina tersenyum. "Seperti aku yang ingin selalu menjaga senyuman dibibirmu!" ucap Alfa membuat Karina lagi-lagi tersenyum.


"Kalimat itu bukannya kalimat gombal dari Gemal?" tanya Karina membuat Alfa terkekeh lalu menganggukkan kepalanya.


__ADS_2