
Setelah selesai makan Alfa dan Karina berjalan menjuju sebuah cafe yang menyajikan aneka minuman. Mereka menunggu kedatangan Serena dan Tama. Alfa memperhatikan Karina yang mengeryitkan dahinya saat membaca pesan diponselnya. Alfa mengambil ponsel itu dan membaca sms yang membuatnya sangat marah.
Saya akan melenyapkan kamu!
"Menurutmu siapa yang selalu mengacammu seperti ini?" tanya Alfa.
"Aku nggak tahu Al mungkin Doni atau bisa juga orang lain yang nggak suka aku. Aku nggak tahu salah aku apa Al!" ucap Karina.
"Ancaman ini nggak main-main Karina, saya akan melacak nomor ponselnya!" ucap Alfa. ia tahu jika pengancam ini sangat cerdik, ia menggunakn ponsel orang lain dan mengatakan memberi uang Kepada pemilik ponsel.
Alfa yakin pelakunya bukan satu orang dan pasti ada orang lain yang melakukan pengancaman ini kepada Karina. Alfa menggegam tangan Karina. "Kamu harus segera menghubungi saya kalau ada yang aneh didekatmu Karina! apapun itu kamu harus menceritakannya segera pada saya Karin!" pinta Alfa membuat Karina menganggukkan kepalanya.
Karina meminum minumannya dengan pelan "Besok siang saya boleh jemput kamu makan siang? soalnya malamnya kemungkinan saya tidak bisa menemui kamu!" ucap Alfa tersenyum kaku membuat Karina menganggukkan kepalanya.
"Ada tugas besok malam?" tanya Karina.
"Iya rencananya mau ada penyergapan!" jelas Alfa.
"Al kalau kamu sibuk kamu nggak apa-apa kok nggak ketemu aku beberapa hari!" ucap Karina karena ia mengerti dengan kesibukkan Alfa.
"Saya maunya setiap hari ketemu kamu walau hanya satu jam kecuali saya berada diluar kota!" ucap Alfa membuat Karina mengagukkan kepalanya setuju dengan keinginan Alfa. "Rin" panggil Alfa.
"Ya... " ucap Karina.
__ADS_1
"Kamu panggil saya Abang aja ya Rin!" pinta Alfa dengan wajah memerah membuat wajah Karina juga memerah.
"Iya" ucap Karina malu-malu dan terlihat begitu manis bagi Alfa.
"Dor... " ucap Serena membuat Alfa dan Karina menjadi salah tingkah "Hayo lagi ngomongin apa kalian?" goda Serena membuat Tama mengelhela napasnya melihat tingkah Serena.
"Nggak ada Ren" ucap Karina sambil menggelengkan kepalanya.
"Ngomongin apa Al?" tanya Serena.
"Saya pengen dipanggil Abang sama Karina!" jujur Alfa membuat Serena tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha... jadi itu yang membuat wajah kalian berdua malu-malu gini?" goda Serena.
"Duduk!" perintah Tama sambil menarik tangan Serena agar duduk bersamanya.
"Kamu nggak sopan ya Ren bisa nggak sehari saja kamu itu nggak pecicilan kayak gini!" ucap Tama dingin membuat Serena mengerutkan dahinya.
"Kok marah gitu sama gue Tam!" kesal Serena membuat Tama menjetik dahi Serena. "Aduh sakit... " kesal Serena sambil memegang dahinya yang terasa sakit. "Belum nikah aja udah KDRT".
"Kamu itu mulai sekarang jangan dibiasakan biacara sama saya gue... lo. Saya tidak suka Serena!" ucap Tama.
"Iya..." ucap Serena. "Tama... " panggil Serena membuat Tama menatap Serena dengan datar.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Tama.
"Karina panggil Alfa Abang, kalau kamu mau aku panggil apa?" tanya Serena.
"Terserah kamu!" ucap Tama membuat Karina dan Alfa tersenyum.
"Gimana kalau aku panggil kamu Oppa atau hmm... Aa?" tanya Serena.
"Panggil Mas saja!" pinta Tama karena ia tidak akan membiarkan Serena memanggilnya dengan panggilan yang aneh-aneh.
"Oke Mas Tamaku!" ucap Serena membuat
Tama terlihat salah tingkah dan Serena merasa diatas angin.
*Lucu banget kamu Mas... hehehe...
batin Serena*.
"Ren jadi kapan kalian menikah?" tanya Karina.
"Tunggu Tam... maksud aku tunggu Mas Tama udah nggak sibuk dan dia mau ngurusin nikah kantor dulu!" jelas Serena.
"Kamu kapan Rin sama Alfa?" tanya Serena membuat Karina bingung ingin menjawab apa.
__ADS_1
"Tunggu restu dari Papanya Karina!" ucap Alfa membuat senyum Karina terbit.
tbc...