Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Mengintrogasi Fefin


__ADS_3

Alfa bersyukur karena kehadiran ibu mertuanya, hingga membuat Karina sedikit tenang. Jika tidak mungkin saat ini Karina masih histeris dan membuatnya tak nampum menenangkan istrinya itu. Istrinya saat ini sedang rapuh dan membutuhkan perhatian lebih sedangkan dirinya saat ini sedang memecahkan beberapa kasus.


Herlina keluar dari ruangan Karina, ia melihat wajah kusut Alfa dan ia melangkahkan kakinya mendekati Alfa. Herlina duduk disamping Alfa yang saat ini duduk di bangku ruang tunggu yang ada didepan ruangan Karina. Alfa menyadari kehadiran ibu mertuanya.


"Karina sedang tidur" ucap Herlina saat melihat Alfa yang saat ini sedang menatapnya. "Mama tahu ini berat bagi kamu Al, tapi Mama yakin kamu bisa menangkap pelakunya!" ucap Herlina


"Iya Ma" ucap Alfa.


Herlina menghela napasnya dan ia memejamkan matanya. "Teror itu sepertinya telah lama dilakukan si pelaku kepada Karina. Mama tidak tahu apa motifnya. Orang itu juga mendorong Mama agar bersikap tegas kepada Karina dan melarang hubungan kalian saat kalian remaja" ucap Herlina membuat Alfa terkejut.


"Maksud Mama?" tanya Alfa penasaran dengan ucapan ibu mertuanya.

__ADS_1


"Orang ini seorang psikopat jahat, dia selalu mengawasi gerak-gerik Karina dan Mama baru saja tahu kalau Doni sengaja meminta orang tuanya untuk mengenalkannya kepada Karina. Doni menerima sejumlah dana investasi jika dia bisa menikahi Karina!" ucap Herlina. Herlina baru saja tahu dari Orang tua Doni yang bertemunya dan menceritakan semuanya. Orang tua Doni masih tidak bisa menerima Ira walaupun saat ini Ira telah hamil anaknya Doni.


"Mungkin apa yang Mama ceritakan terlambat tapi Mama yakin kamu bisa mencari tahu dengan melihat aliran dana atau inivestasi yang didapatkan Doni saat Doni mulai mendekati Karina!" ucap Herlina membuat Alfa menganggukkan kepalanya.


"Iya Ma, sebenarnya Alfa telah mencurigai satu orang Ma tapi Alfa ingin kali ini ia benar-benar dihukum dengan berat Ma!" ucap Alfa.


"Dulu dia selalu mengancam Mama akan mengatakan kepada Karina kalau Mama bukanlah Ibu kandung Karina Al. Dia juga ternyata memberikan obat kepada Mama yang Mama kira vitamin, entah bagaimana caranya dia menukar obat yang Mama minum selama ini. Obat itu membuat Mama berhalusinasi hingga Mama melihat wajah Karina berubah menjadi Kirana" ucap Herlina


***


Riskan saat ini berada di ruang intograsi dan menanyakan beberapa pertanyaan kepada Fefin. Wanita yang ada dihadapanya ini sangat menarik. Wajah anggun dan memiliki mata tajam yang ingin terlihat kuat.

__ADS_1


"Lepaskan saya, saya sama sekali tidak tahu apa-apa Pak!" ucap Fefin.


"Kamu jujur saja dan kami tidak akan menyakitimu!" ucap Riskan.


Fefin menghela napasnya "Saya mungkin pernah memiliki riwayat stres Pak tapi saya bukan psikopar gila yang menyakiti sahabat saya sendiri!" ucap Fefin menatap Riskan dengan tatapan seriusnya.


"Apa kau ingin saya menggunakan cara yang kasar agar kau mengakui semua kejahatanmu?" Ucap Riskan.


Fefin menatap Riskan dengan mata yang berkaca-kaca "Saya bersumpah jika saya tidak ada kaitannya dengan semua ini hiks... hiks... " tangis Fefin membuat Riskan menghela napasnya dan menatap Fefin dengan tatapan menyelidik. Mengintrogasi laki-laki lebih muda baginya dari pada mengitrogasi perempuan.


"Saya harus melakukan apa agar kalian percaya jika saya bukanlah pelakunya?" ucap Fefin menatap Riskan dengan tatapan memohon agar Riskan percaya padanya.

__ADS_1


__ADS_2