Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
keluarga Alfa yang hangat


__ADS_3

Serena kesal tentu saja ia terpaksa memberikan kode pasword ponselnya kepada Tama membuat Tama segera melepaskan tubuhnya. Tama segera mencari nama Aldo dan ia memblokir nomor Aldo lalu juga menghapus nama Aldo beserta chat Aldo. Ia kemudian segera berdiri dan keluar dari kamar meninggalkan Serena.


"Tama gila.... " teriak Serena membahana.


Sementara itu, Karina diantar Sakti ke Rumah orang tua Alfa. Keluarga besar Alfa meminta Sakti untuk makan malam bersama mereka sekalian membahas acara resepis Alfa dan Karina karena hubungan keduanya harus segera diresmikan. Apalagi Alfa adalah seorang polisi dan keduanya juga telah melakukan pernikahan kantor.


Mereka sampai di Rumah Mertua Karina dan ternyata Alfa juga baru saja sampai. Karina segera mendekati Alfa yang baru keluar dari mobilnya. Ia mencium punggung tangan Alfa membuat Alfa mengelus kepala Karina.


"Ayo masuk Kak" ucap Alfa tersenyum melihat kehadiran Sakti. Mereka masuk kedalam Rumah.


"Ayo langsung aja makan, nak!" ucap Ratna tersenyum senang karena hari ini semua keluarga sedang berkumpul. Sakti, Karina dan Alfa segera menuju ruang makan.


Adinda dan Ayunda adik-adik Alfa juga sedang berada disini dan ikut makan malam bersama. Sakti duduk disebelah Guna. "Apa kabar?" tanya Guna mengulurkan tangannya.


"Alhamdulilah sehat Gun" ucap Sakti menyambut uluran tangan Guna.


"Nanti saja kita bicarakan habis makan malam" ucap Alfa membuat keduanya menganggukkan kepalanya.


Sakti menduga mungkin Alfa menceritakan masalahnya kepada Adik iparnya. Tapi Sakti sebenarnya enggan meminta bantuan kepada Guna karena ia merasa tidak enak. Apalagi Karina baru saja menjadi bagian dari keluarga mereka. Siapa yang tidak mengenal keluarga Candrama pemilik kerajaaan bisnis yang sangat terkenal di keluarga negara ini.


Makan malam terasa sangat menyenangkan karena kehadiran Adinda dan Ayunda yang mengundang tawa. Sakti tersenyum senang karena akhirnya adiknya mendapatkan kebahagiaannya. Apalagi keluarga Alfa terlihat sangat menyayangi Karina. Setidaknya kehadiran mereka dapat menyembuhkan luka Karina.


Pesan dari Papa selalu kuingat agar aku menjadi Kakak yang baik dan memastikan agar kamu bahagia Rin.


Setelah makan malam selesai Sakti, Alfa dan Guna berkumpul di teras belakang. Karina membawakan tiga cangkir kopi untuk mereka bertiga dan menyuaunya diatas meja. Guna menghubngi Ayunda agar Ayunda istrinya itu bisa mengajak Karina berbincang diatas karena mereka saat ini sedang membicarakan hal yang penting.

__ADS_1


Karina yang saat ini memilih duduk disamping suaminya segera melihat notifikasi chat dari ponselnya.


Ayunda:


Mbak ke kamar Dinda sekarang juga! penting!.


Karina:


penting banget ya Yu?.


Ayunda:


Banget Mbak!.


oke.


Karina segera berdiri "Bang, Kak Guna dan Kak Sakti. Karina keatas dulu ya kumpul-kunpul dikamar Adinda!" ucap Karina.


"Iya Rin" ucap Alfa tersenyum.


Karina melangkahkan kakinya denga cepat menuju kamar Adinda. Ia membuka pintu kamar Adinda. Ia menghela napasnya saar melihat Adinda dan Ayunda ternyata sedang menonton drama korea.


"Katanya ada yang penting?" tanya Karina.


"Sini Mbak duduk!" ucap Adinda menepuk ranjangnya agar duduk disampingnya.

__ADS_1


"Wah Tv baru ternyata" ucap Karina mihat Tv yag cukup besar berada di dinding kamar Adinda.


"Iya Tv ini hasil tabungan Dinda Mbak saat masih bekerja di Bank" jelas Adinda.


"Bukan dari si Om Din?" goda Karina.


"Belum resmi Mbak jadi jangan minta yang macem-macem sama si Om. Malu Mbak


kelihatan banget matrenya hehehe" kekeh Adinda.


Ayunda kemudian mengeluarkan beberapa contoh undangan kepada Karina "Lihat dulu Mbak dan pilih yang mana Mbak suka. Kata Kak Alfa semuanya harus pilihan Mbak Karin!" ucap Ayunda.


"Oke" ucap Karina melihat beberaps contoh undangan resepsi pernikahan.


Ayunda tiba-tiba terisak sama seperti Adinda membuat Karina bingung. "Kok pada nangis?" tanya Karina.


"Itu Mbak filmnya sedih banget" jelas Ayunda.


"Tapi Mbak jangan nangis nanti kita dimarahin Kak Alfa!" ucap Adinda membuat Karina tersenyum mengingat sosok suaminya.


*Jika aku tidak menjadi bagian dari keluargamu mungkin aku lebih memilih menyerah dan lenyap.


Aku mencintaimu Bang dan terimakasih memberikanku kehangatan Keluarga yang menjadi penawar di hatiku*.


tbc...

__ADS_1


__ADS_2