Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Siapa dia sebenarnya?


__ADS_3

Karina menghela napasnya karena sms ancaman kembali datang dan kali ini semakin sering terjadi. Karina sudah memblokir nomor orang tersebut dan kemudian mengganti nomornya lagi dengan nomor yang baru, tapi tetap saja peneror bisa mengetahui nomor barunya.


Karina melangkangkah kakinya menuju ruang pasien untuk memeriksa pasien yang menjadi tanggung jawabnya. Ada beberapa tempat yang harus ia datangi setelah memeriksa pasien. Pukul dua siang akan diadakan seminar di sebuah hotel dan Karina ditugaskan dengan Ira untung hadir diacara seminar itu. Ingin rasanya Karina menolak namun ia harus sedikit profesional dalam menjalankan tugasnya.


Karina dan Ira datang kesana tidak bersamaan namun karena keduanya menjadi wakil Rumah sakit mereka, keduanya harus duduk berdekatan. Dalam acara seminar itu Karina terlihat aktif dalam bertanya membuat Ira kesal namun ia hanya bisa diam karena tidak ingin terlihat bermusuhan dengan Karina didepan rekan sesama Dokter lainnya. Setelah selesai seminar Karina ingin segera keluar dari ruang seminar namun Ira memegang lengannya dan menahan Karina.


Ira tetap sombong dan angkuh seperti biasa dan menganggap Karina sebagai saingan. "Lo seperti biasa selalu mencoba menarik perhatian orang banyak Rin!" singgung Ira yang terlihat kesal dengan Karina. "Lo juga tak lebih dari gue dan lo itu wanita murahan!"


Karina sebenarnya malas melayani ucapan Ira yang sengaja ingin membuatnya marah "Kenapa lo selalu mencari masalah sama gue Ra? gue bahkan tidak nemiliki hubungan apapun lagi dengan Doni. Gue sekarang sudah nikah Ra!" ucap Karina membuat Ira terkejut. "Kenapa lo terlihat sangat membenci gue Ra?" tanya Karina.


Ira menatap sinis Karina "Gue benci sama lo karena lo adik kesayangan Sakti" ucap Ira.


"Gue pikir lo orang yang dewasa Ra, hubungan lo dan kakak gue bukan urusan gue dan tidak ada kaitannya dengan gue!" ucap Karina.


"Hahaha... lo ada kaitannya dengan masalah gue, Rin Gue nggak habis pikir apa yang Doni lihat dari lo Karina? gue masih lebih cantik, pintar dan hebat dari lo. Apalagi Sakti, dia bodoh karena telah berani menyakiti hati gue dan lo pantas menerima pembalasan dari gue Rin. Jika waktu itu bukan karena lo, Sakti pasti akan menemui gue dan mengantar gue gue sampai dirumah. Tapi karena lo, Sakti nggak datang dan gue diperkosa sama orang yang tidak dikenal" ucap Ira membuat Karina terkejut.


Ira mencintai Sakti sejak mereka bertemu di Falkutas Kedokteran. Sakti yang tampan dan pintar membuatnya sangat terkenal dikampus. Ira berhasil menjadi teman baik Sakti dan ia pernah menyatakan cinta kepada Sakti, namun ditolak halus oleh Sakti karena Sakti hanya menganggap Ira sebagai temannya. Tetapi kejadian itu membuat segalanya berubah, saat itu Ira meminta Sakti untuk datang menemuinya di cafe yang tidak jauh dari kampus untuk menyelesaikan tugasnya dan Sakti berjanji akan datang, tapi tiba-tiba Sakti membatalkannya karena adiknya memintanya untuk menjemputnya di Sekolah.

__ADS_1


"Lo harus tahu hidup gue hancur dan gue memutuskan untuk tidak peduli dengan apa yang akan dikatakan orang, gue jadi suka dunia malam sejak kejadian itu. Apalagi semua orang yang gue kenal menjauh karena menganggap gue hina termasuk Kakak lo" ucap Ira.


"Itu bukan salah Kak Sakti!" ucap Karina.


"Yang jelas kalian berdua yang salah!" ucap Ira membuat Karina menatap Ira sendu.


"Ira harusnya kita tidak menjadi seperti ini jika lo mau membicarakan semuanya dengan dengan baik Ra!" ucap Karina. "Lo salah paham sama Kak Sakti" ucap Karina.


Ira tersenyum sinis "Tapi gue senang saat gue bisa menggagalkan pernikahanmu dengan Doni. Setidaknya rasa sakit hatiku terbalas Karina" ucap Ira.


Karina menghela napasnya karena ia sebenarnya harus berterimakasih kepada Ira karena telah merusak hubungannya dengan Doni, hingga ia bisa lepas dari pernikahaan yang tidak ia inginkan. Karina merasa kasihan kepada Ira karena dendam ia menghancurkan kehidupannya sendiri. Doni pasti akan bersikap kasar mengingat sifanya yang sering kali main tangan jika ia kesal.


"Gue dan Kak Sakti minta maaf Ra kalau lo masih menganggap kita yang salah dan ikut bertanggung jawab atas apa yang menimpa lo, Ra!" pinta Karina.


Ira menatap Karina dengan tatapan datarnya "Maaf tidak akan mengembalikan kebahagiaan gue!" ucap Ira dingin.


"Gue duluan Ra!" ucap Karina karena ia telah menghubungi Alfa untuk menjemputnya.

__ADS_1


Karina hanya bisa prihatin dan ikut bersedih atas apa yang pernah menimpa Ira, ia tidak menyangka jika dirinya membuat Kak Sakti membatalkan pertemuannya bersama Ira dihari yang sama dengan peristiwa Ira yang diperkosa orang yang tidak dikenal. Karina hanya bisa mendoakan semoga Ira mendapatkan kebahagiaannya.


Karina melangkahkan kakinya keluar dari ruang seminar dan segera menemui suaminya yang telah menunggu dilobi hotel. Ia melihat Alfa yang sedang duduk di sofa dan Karina segera mendekati Alfa.


"Abang..." panggil Karina membuat Alfa mengangkat kepalanya menatap Karina yang saat ini ada dihadapanya. Alfa melihat dibelakang Karina ada seorang laki-laki berjaket hitam mendekati Karina membuat Alfa segera menarik Karina kedalam pelukannya dan menatap laki-laki itu dengan tajam. Laki-laki itu menujukkan sebuah pisau lipat namun ia segera berlari dengan cepat membuat Alfa sebenarnya ingin mengejar laki-laki itu tapi ia mengurungkan niatnya karena ia tidak ingin meninggalkan Karina sendirian disini.


S**ial, aku harus segera menemukan siapa pelakunya.


Karina tidak mengetahui jika ia hampir saja ditusuk dari belakang jika saja Alfa tidak menarik tangannya dengan kuat. "Bang malu" ucap Karina karena saat ini Alfa masih memeluknya dengan erat.


"Ayo kita pulang!" ucap Alfa membuat Karina menganggukkan kepalanya. Alfa melepaskan pelukannya dan ia memegang tangan Karina lalu keduanya segera menuju mobil Alfa yang berada diparkiran hotel ini.


"Bang Karina mau cerita sama Abang!" ucap Karina membuat Alfa tersenyum.


"Kita cerita dirumah ya!" ucap Alfa.


"Iya" ucap Karina tersenyum lembut.

__ADS_1


tbc...


__ADS_2