
Alfa memperhatikan gerak-gerik mereka dan ia segera mengeluarkan senjata apinya dari balik jaket yang ia gunakan. "Papa jangan keluar Pa!" peringat Alfa lagi.
"Al Papa nggak bisa biarin kamu menghadapi mereka sendirian, gini-gini Papa bisa karate loh Al!" ucap Bagas.
"Papa sudah tua Pa, ingat umur lagian Papa kalau masih mau lihat cucu Papa lahir Papa mesti nurut apa kata Alfa!" ucap Alfa.
"Alfa kamu jaogan tapi kalau lawannya sebanyak ini kamu bisa mati konyol nak!" ucap Bagas.
"Papa pikir Alfa bodoh? Alfa nggak akan bertarung sendirian. Percuma punya sahabat dan punya ipar yang bisa diandalkan!" ucap Alfa. Ia telah menduga pasti ini akan terjadi dan meminta teman-teman dan adik iparnya untuk membantunya.
Tiga buah mobil berhenti dibelakang mereka. Sosok Guna, Riskan, Tama dan lima orang bodyguard Guna keluar dari dalam mobil. "Tunggu disini Pa!" ucap Alfa.
Alfa membuka pintu mobil dan perkelahian pun terjadi "Jangan menembak, usahakan untuk melumpuhkan mereka!" ucap Alfa.
__ADS_1
"Oke" ucap Tama.
"Riskan ditangkap jangan di tembak!" ucap Tama membuat Riskan mengangkat jempolnya.
Alfa melangkahkan kakinya mendekati mereka. "Siapa yang menyuruh kalian untuk menyerang saya?" tanya Alfa.
"Anda tidak perlu tahu, asal anda berjanji membatalkan rencana pernikahan anda dengan Karina kami tidak akan menyerang anda!" ucap salah satu dari mereka.
"Kalau begitu jangan salahkan saya jika kalian semua akan berakhir didalam penjara!" ucap Alfa.
"Tapi tidak ada pilihan lain!" ucap saat melihat pertarungan yang terjadi di belakang Alfa.
"Kalau kalian menyerah dan mengatakan siapa yang memerintahkan kalian saya bisa melepaskan kalian sekarang juga!" ucap Alfa.
__ADS_1
"Banyak bacot, ayo serang dia!" perintahnya.
Alfa bergerak dengan lincah saat mereka mulai menyerangnya. Ia bisa menghidar dari beberapa pukulan lawan. Ketiga orang sengaja mencoba mengeroyok Alfa, sebuah pukulan keras mengenai pipi Alfa membuat Alfa tersenyum sambil menghapus darah disudut bibirnya. Alfa menerjang dan membanting mereka. Kali ini salah seorang satu dari mereka berniat ingin menebas tubuh Alfa dengan senjata tajam yang ia bawa membuat Tama segera menembak kaki lawan.
Guna terlihat santai dan menyandarkan punggungnya dimobil sambil menatap perkelahian mereka. Ia memerintahkan para bodyguardnya untuk segera membantu Alfa dan yang lainnya. "Lo nggak usah ikutan ya Gun, kalau kakek lo tahu kulit halus lo jadi lecet kita nggak bisa liburan lagi nanti!" ucap Riskan sahabatnya Alfa kepada Guna. Guna merupakan suami dari Adik perempuan Alfa bernama Ayunda. Gunadarma Candrama seorang pengusaha sukses cucu dari pemilik Candrama grup.
Seorang dari mereka berusaha untuk kabur namun Guna segera menghadang mereka. "Mau kemana?" tanya Guna.
laki-laki itu menyerang Guna namun Guna yanh mengusai beladiri bisa dengan mudah menghidar bahkan membalas dengan pukulan dan tendengan hingga mengenai perut laki-laki itu. "Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Guna.
Guna berhasil menguci pergerakan laki-laki iti higga menekut tangan laki-laki itu dari belakannya. "Jawab pertanyaan saya atau kau ingin nyawamu melayang atau bahkan orang-orang yang kau sayangi akan ikut terlibat!" ancam Guna.
Alfa mendekati Guna karena khawatir dengan adik iparnya itu. "Kita ikat kakinya lalu masukan kedalam laut saja Kak!" ucap Guna sengaja menakut-nakuti.
__ADS_1
"Pak Doni yang memerintahkan kami!" ucapnya membuat Afa dan Guna saling menatap.
tbc...