Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Bukan calon suami kaleng-kaleng


__ADS_3

Pukul lima sore Karina dan Serena pulang ke Rumah Dinas orang tua Serena. Saat mereka turun dari taksi keduanya terkejut melihat mobil catering dan tenda yang berada didepan rumah dinas orang tua Serena.


"Rin, kayakan ada acara deh disini, tapi Papa nggak bilang ke kita pagi tadi" ucap Serena.


"Mungkin arisan Ren" ucap Karina.


"O... iya mungkin aja Arisan ibu-ibu bayangkari ya Rin. Lo juga nanti harus terbiasa Rin ikut acara kayak gini kan lo calon istrinya Alfa" ucap Serena.


"Baru calon Ren belum istri, jadi gue nggak mau terlalu berharap takutnya nanti gue kecewa. Kalau gue nggak jadi istri Alfa gue bisa stres" ucap Karina membuat Serena menepuk bahunya.


"Kita ambil spesialis aja yuk biar karir kita meroket walaupun masih jomblo, yang penting kita jomblo berkualitas Rin!" ucap Serena.


"Belum kepikiran sebenarnya mau melanjutkan pendidikan tapi kalau boleh memilih aku mau ikut Alfa Ren" ucap Karina membuat Serena tersenyum.


"Kalau gue jadi lo gue juga pasti bakalan milih ikut Alfa. Secara dia itu suami idaman banget!" ucap Serena. "Ayo kita masuk!" ucap Serena merangkul bahu Karina.

__ADS_1


Serena melihat Mamanya tersenyum pada mereka. "Kalian istirahat aja dikamar nanti kalau acaranya sebentar lagi dimulai, Mama panggil kalian berdua ya!" ucap Maria.


"Iya Ma" ucap Serena dan Karina tersenyum menatap Maria.


Keduanya melangkahkan kakinya menuju kamar mereka dan masuk ke dalam kamar. Serena melempar tas dan jas putihnya. Ia kemudian membaringkan tubuhnya diranjang. "Gue capek banget Rin ngantuk mau bobok, makan nasi padang bikin perut gue kekenyangan banget. Kalau tiap hari makan nasi padang, gue bisa gendut banget" ucap Serena.


"Nggak tiap hari juga kali Ren, Alfa kalau diajakin makan ayam geprek dia juga mau kok!" jelas Karina.


"Lo bucin tingkat dewa ya Rin, gue nggak bilangin Alfa e... lo ingat aja sama si Alfa" goda Serena.


Karina mengeluarkan ponsel miliknya yang baru saja diberikan Alfa. "Wow ini ponselnya mahal ini, si Alfa beneran serius sama lo Rin" ucap Serena. "Gaji polisi memang nggak segede pengusaha kaya tapi lebih dari cukup. Alfa pasti nguras tabungannya untuk membelikan ponsel ini Rin" ucap Serena.


"Tadinya mau kutolak tapi dia sedikit memaksa" jelas Karina.


"Emang Alfa bilang apa? kata-kata Alfa kan menyetuh banget beda sama si Tama" tanya Serena penasaran.

__ADS_1


Karina menceritakan pembicaraan bersama Alfa saat Alfa ingin memberikan ponsel padanya. "Al seharusnya kamu tidak perlu membelikan aku ponsel Al" ucap Karina "Terus Alfa bilang gini Ren, saya tidak menerima penolakan Karina. Saya ingin kamu terbiasa menerima sesuatu dari jerih payah saya. Nanti kalau kita menikah saya juga akan begini sama kamu. Anggap saja kamu sebagai calon istri Alfa berhak menerimanya!" ucap Karina menirukan gaya bicara Alfa membuat Serena segera duduk dan memeluk Karina.


"Romantis banget si Alfa Ren, kalau gue jadi lo gue nggak akan ngelepasin Alfa!" ucap


Serena melepaskan pelukannya dan memegang bahu Karina seolah mengatakan jika Karina adalah wanita yang beruntung memliki Alfa.


"Lo harus yakin sama Alfa dibukan calon suami kaleng-kaleng Rin!" ucap Serena membuat Karina tertawa dan memukul lengan Serena.


"Hahaha... Dokter Serena bisa serius dikit nggak?" ucap Karina.


"Bisa Bu Dokter, Bu Dokter Karina setelah saya periksa dan amati ternyata Bu Dokter cinta banget ya sama Pak Polisi Alfa" goda Serena.


"Hahaha" tawa keduanya membahana.


tbc...

__ADS_1


__ADS_2