
Pagi ini tanpa sepengetahuan Serena Karina saat ini sedang memasukan pakaiannya kedalam koper. Tubuhnya masih lemah karena ia demam sejak kemarin malam. Karina tidak memperdulikan kesehatanya dan ia tidak berniat untuk makan dari siang kemarin hingga saat ini ia merasa sangat lemas. Alfa memang kembali menghubunginya pagi ini namun Karina kembali tidak menjawabnya karena ia telah bertekad untuk pergi dari kehidupan Alfa. Apalagi hubungan orang tua Alfa dan orang tuanya tidaklah baik. Mama Alfa pasti tidak setuju dengannya, apalagi gosip yang mengatakan tentang dirinya dari perkumpulan sosialita yang sering dihadiri Mamanya Alfa dan Mamanya akan membuat Mamanya Alfa semakin membencinya.
Karina mengambil kotak yang berisi kenangannya bersama Alfa. Ia juga memasukannya kedalam koper, setidaknya ia memiliki kenangan bahagia bersama Alfa saat remaja dan akan selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Karina telah memesan tiket kereta api ke Bandung. Walau Bandung tidak terlalu jauh tapi setidaknya ia bisa menjauh dari semua orang yang mengenalnya.
Dengan wajah pucatnya Karina berusaha untuk melangkahkan kakinya walau ia merasa sangat lemas dan perutnya terasa sakit. Ia membuka pintu kamarnya dan segera keluar dari Apartemen Serena.
"Terimakasih Serena kamu adalah sahabat terbaik yang aku punya!" ucap Karina tersenyum mengingat kisah persahabatannya bersama Serena. Karina melangkahkan kakinya menuju lift, Ia merasa tidak bertenaga. "Lapar" guma Karina.
Karina masuk kedalam lift dan Ia segera menghubungi taksi agar mengantarnya menuju stasiun. Ia kemudian keluar dari lift dan menuju lobi apartemen. Karina duduk di sofa yang berada di lobi Apartemen dan menunggu taksi yang menjemputnya datang. Beberapa menit kemudian Karina melihat kedatangan taksi yang telah ia pesan dan ia segera melangkahkan kakinya mendekati taksi lalu masuk kedalam taksi.
Sementara itu Serena saat ini sangat khawatir dengan keadaan Karina di Apartemen. Hari ini siklus datang bulannya sudah tidak sesakit kemarin dan ia memutuskan untuk masuk kerja. Serena juga menggantikan Karina yang sedang sakit untuk memeriksa pasien. Sejak pagi Serena sanagat khawatir jika Karina benar-benar akan pergi seperti ucapannya. Serena menghubungi Tama dan meminta Tama untuk memberikan ponsel Tama kepada Alfa karena Serena yakin Tama berada didekat Alfa.
__ADS_1
"Assalamualikum Mas" ucap Serena.
"Waalaikumsalam" ucap Tama.
"Mas, didekat Mas ada Alfa?" tanya Serena.
"Kenapa?" tanya Tama penasaran.
"Aku mau bicara sama Alfa tentang Karina. Karina kemarin bilang mau pergi dan aku takut dia beneran pergi Mas" jelas.
"Al Serena mau bicara sama kamu!" ucap Tama memberikan ponselnya kepada Alfa.
__ADS_1
"Assalamualikum Ren" ucap Alfa.
"Waalaikumsalam, Al coba hubungi Karina, soalnya semalam dia bilang mau pergi Al. Kamu marah sama Karina pasti karena bercak dilehernya. Karin nggak salah, soalnya itu karena Doni yang datang mengganggunya dirumah sakit. Karina dilecehkan Doni dan untung saja dia selamat. Dia tidak ingin menjadi beban untuk kamu Al makanya dia memilih pergi!" ucap Serena membuat Alfa terkejut.
"Terimakasih Ren informasinya!" ucap Alfa segera memberikan ponsel itu kepada Tama.
Alfa segera mencoba menghubungi Karina namun Karina tidak menjawabnya. Alfa merasa sangat kesal karena ia tahu sifat Karina yang selalu memendam masalahnya dan berusaha menyelesaikannya sendirian. Untung saja Alfa bisa melacak ponsel Karina dan ia melihat dari layar ponselnya jika Karina saat ini menuju stasiun.
Alfa segera bergegas menuju stasiun dengan menggunakan mobilnya. Beberapa menit kemudian Alfa sampai distasiun dan ia segera mencari Karina. ia mengedarkan pandangannya melihat keselilinganya dan ia bernafas lega saat matanya menatap perempuan cantik yang duduk di bangku dengan wajah puncat dan mata sembabnya.
"Aku menemukanmu Karina" ucap Alfa.
__ADS_1
tbc...
like, vote dan komentarnya!