
Karina dan Alfa sampai di sebuah hotel yang ternyata milik adik iparnya. Hotel ini sangat mewah membuat Karina tersenyum senang, apalagi ketika keduanya sampai di kamar mereka, kejutan romantis terlihat sangat mengagumkan bagi Karina. Kamar ini adalah kamar untuk pasangan yang sedang berbulan madu, itu terlihat dari kelopak bunga yang berbentuk hati yang berada ditengah ranjang.
Alfa mendekati Karina dan memberikan sebuket bunga mawar kepada Karina. "Ini untuk kamu!" ucap Alfa membuat Karina tersenyum lalu segera memeluk Alfa membuat Alfa terkejut.
"Terimakasih Bang" ucap Karina tersenyum malu.
"Hmmm...kita makan malam dulu ya!" ucap Alfa menunjuk meja yang telah terdapat beberapa makanan untuk mereka. Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Alfa memegang tangan Karina mendekati meja makan lalu ia menarik kursi dan meminta Karina untuk duduk disana. "Makasi Bang" ucap Karina.
"Sama-sama" ucap Alfa dan ia duduk dihadapan Karina.
Mereka makan dalam diam, Alfa memperhatikan wajah Karina yang sejak tadi bersemu merah. Sungguh malam ini malam yang telah ia tunggu-tunggu. Karina menyadari tatapan Alfa membuatnya segera mengalihkan pandanganya ke arah dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan malam yang luar biasa. Banyak lampu-lampu di apartemen, perkantoran, toko dan cafe membuat kota jakarta terlihat indah dimalam hari.
"Habisin makanannya Rin!" ucap Alfa.
"Iya Bang" ucap Karina tersenyum. Karina memotong steak dengan tangannya yang bergetar karena gugup.
__ADS_1
Alfa mengambil piring Karina yang berisi steak lalu membantu Karina memotong-motongnya. "Susah banget kayaknya motongin stiknya sampai gemetaran gitu tangannya" goda Alfa.
Aduh Karin malu Bang, dilihatin terus sejak tadi... lagian perempuan mana yang nggak gugup kalau berada dikondisi Karina. Punya suami yang disukai sejak remaja dan akhirnya bisa jadi istrinya. Ini semua kan kayak mimpi.
"Ngomong dong Rin, kenapa diam gitu?" ucap Alfa yang sebenarnya juga gugup karena sosok Karina terlihat sangat cantik malam ini meskipun tanpa riasan dan gaun malam super mewah. Alfa menutupi rasa gugup yang melandanya saat ini.
"Hmmm... Abang" panggil Karina membuat Alfa menaikan sudut bibirnya dan kembali menatap wajah Karinya.
"Ya" ucap Alfa.
"Siapa perempuan yang pernah Abang cintai dulu? Karin mau dengar cerita Abang" ucap Karina. Sejujurnya pertanyaan ini membuat Karina penasaran karena dulu Alfa bukan hanya dekat dengan dirinya, ada Viona dan Fefin yang juga menjadi sahabat mereka.
"Waktu kita SMA" ucap Karina membuat Alfa memegang tengkuknya.
"Abang mesti jujur ya Rin?" tanya Alfa.
"Iya Bang jujur!" ucap Karina.
__ADS_1
"Hmmm... dulu Abang suka sama perempuan cantik di sekolah kita dan sampai sekarang Abang masih suka sama dia!" ucap Alfa.
Ada perasaan kecewa saat Karina mengetahui jika Alfa menyukai wanita lain dan sampai saat ini Alfa masih menyukai perempuan itu. Jika nanti perempuan itu muncul dan masuk kedalam rumah tangganya. Apa yang harus Karina lakukan? ia tidak mungkin mengalah dan melepaskan cintanya.
"Pasti dia perempuan yang sangat beruntung karena dicintai oleh Abang!" ucap Karina. Ia menghela napasnya karena mempersiapkan diri mendengar wanita yang akan menjadi saingannya untuk merebut cinta Alfa. Karina mencoba mengingat siapa wanita yang disukai Alfa namun ia sulit untuk menebak karena Alfa adalah idola hampir seluruh siswa perempuan di Sekolahnya dulu. Alfa yang pintar, jago olahraga dan tegas menjadi sosok yang dikagumi kaum hawa.
Alfa bahkan disandingkan dengan sosok band papan atas saat itu karena penampilannya diatas panggung yang mahir bermain alat musik dan bernyanyi. "Abang yang beruntung Rin mencintainya. Dulu Abang minder Rin, karena dia itu cantik dan baik. Laki-laki disekolah juga banyak yang suka sama dia, makanya dulu Abang ingin sekali menjadikan dia pacar tapi Abang merasa nggak pantas pacaran karena masih anak bau kencur. Cari uang aja nggak bisa mana boleh jajanin pacar, itu yang selalu jadi omelan Mama dan Papa kalau Abang mau pacaran waktu SMA dulu" jelas Alfa tersenyum mengingat nasehat dari kedua orang tuanya.
"Abang nggak usaha kerjar dia, Bang?" tanya Karina.
"Sudah bahkan Abang tahu dia punya pacar tapi Abang masih sering menghubungi dia walau dia punya pacar" ucap Alfa.
"Kenapa Abang nggak merebut dia dari pacarnya dan hmmm... apa dia tahu Abang suka sama dia?" tanya Karina penasaran.
"Bagi Abang kebahagiaannya adalah segala-galanya. jika dia bahagia bersama pacarnya Abang hanya harus ikhlas. Dia nggak tahu Abang suka sama dia dari dulu" ucap Alfa.
Kita sama Bang, Karina juga nggak pernah bilang kalau Karina suka sama Abang. Kalau Karina ngungkapin sekarang Karina malu tapi kata Serena lebih baik Bang Alfa diberitahu tentang perasaan gue.
__ADS_1
Karina menatap Alfa dengan dalam dan mencoba menyelami hati Alfa apakah Alfa akan mencoba menerima perasaannya atau Alfa akan menolaknya.