Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Penyergapan


__ADS_3

Alfa menatap ponselnya, sejak ia mengantarkan Karina siang tadi ke Apartemen ada rasa penyesalan karena tadi ia tidak menanyakan apa yang terjadi kepada Karina. Tanda dileher Karina membuat rasa cemburunya begitu besar hingga ia bersikap dingin pada Karina. Sejak tadi Alfa mencoba menghubungi Karina namun Karina tidak mengangkat ponselnya.


Tama mendekati Alfa dan duduk disamping Alfa. "Apa Tim kita sudah siap Al?" tanya Tama.


"Sudah, kita harus segera menangkapnya!" ucap Alfa.


"Setelah misi selesai baru kamu pikirkan lagi masalahmu dengan Karina!" ucap Tama membuat Alfa terkejut dan menatap Tama dengan penasaran.


"Fokus Al!" ucap Tama. Alfa menganggukkan kepalanya.


Persiapan Tim untuk menangkap gembong narkoba telah selesai. Saat ini mereka segera menuju salah satu club yang privat karena hanya kalangan artis dan para orang-orang kaya yang mampu mengunjungi club ini. Alfa memiliki jaringan luas untuk mendapatkan informasi dan juga ada salah seorang polisi yang telah menyamar menjadi pembeli bersama seorang artis.


Alfa dan Tama membagi Tim mereka menjadi tiga kelompok. Bagian depan akan di pimpin Tama dan dibagian belakang akan dipimpin Alfa sedangkan bagian samping akan di pimpin oleh Ari. Tama saat ini menyamar sebagai pengunjung club karena wajah tampannya itu tidak seperti polisi dan lebih cocok menjadi aktor atau model. Tama masuk bersama artis cantik yang telah bekerjasama dengan mereka.


Sementara itu Alfa yangtelah berada dibelakang bangunan club saat ini sedang memakai headset ditelingannya dan meminta rekan-rekannya yang sedang bersamanya saat ini bersiap. "Tama, kita sudah siap dan bersembunyi dipintu belakang" ucap Alfa.


"86 Al" ucap Tama.

__ADS_1


"Ari sudah siap?" tanya Alfa.


"Siap ndan" ucap Ari yang telah menunggu dari pintu samping.


"813 selamat bertugas semuanya!" ucap Alfa.


Tama masuk bersama artis itu dan keduanya menuju sebuah ruangan privat yang berada dilantai dua. Terlihat lima orang laki-laki dan tiga orang perempuan sedang berpesta sabu membuat Tama tersenyum dan tama segera menyebutkan kata rahasia agar timnya segera masuk.


"Hiburan yang menyenangkan" ucap Tama terlihat memuji namun sebenarnya ia memberikan kode kepada Alfa dan timnya yang lain karena target telah mereka temukan. Alfa tersenyum saat mendengar ucapan Tama yang ia dengar diheadsetnya ia segera memerintahkan timnya untuk bersiap.


Tama duduk disebelah artis itu "Ini barangnya sudah dsiapakan Diana!" ucap salah satu laki-laki yang memiliki banyak tato dilengannya menyerahkan sebuah tas kepada Diana.


"Bukan dan kau tahu siapa Abang Diana, Abang tidak akan menipumu cantik!" ucapnya.


Beberapa orang tiba-tiba masuk dan menondongkan pistol ke arah mereka membuat mereka panik. "Dasar penghianat!" teriaknya, ia menodongkan pistolnya ke arah Diana dan ingin menembak Diana namun Tama segera menedang pistol itu hingga terjatuh.


Tama tidak menyangka jika salah satu dari mereka berhasil menarik Diana dan menjadikan Diana sandra mereka. "Biarkan kami keluar jika tidak dia akan mati!" teriak laki-laki itu.

__ADS_1


"Baron kita bisa berbicara baik-baik!" ucap Diana ketakutan.


"Biarkan mereka keluar!" ucap Tama membuat polisi yang menodongkan senjatanya kepada mereka memberikan jalan keluarnya.


Dor... Tama menebak kaki salah satu tersangka hingga terjatuh dan ia berhasil mengamankan Diana. Sementara itu mereka berlari keluar club ada yang melalui pintu belakang dan ada yang melalui pintu samping.


Alfa tersenyum karena target telah muncul dan melompat dari lantai dua melewati belakang bangunan ini. "Kita bergerak!" ucap Alfa.


"Siap ndan" ucap rekan didalam tim Alfa.


Alfa bersembunyi dan segera menyergap Baron. Terjadi perkelahian antara keduanya, Alfa yang memiliki kemampuan bela diri sangat terlihat jauh lebih unggul dari Baron. Alfa melarang mereka menembak karena Baron bisa menjadi kunci agar mereka bisa mendapatkan pengedar besar yang lainnya. Baron meluarkan pisau lipatnya dan menyerang Alfa dengan brutal. Alfa menendang wajah Baron dan menjepit tangan Baron lalu memukul bagian tengkuk Baron hingga pingsan.


"Borgol dia!" ucap Alfa.


Sementara itu saat ini Tama yang masih berada didalam club, meminta para pengunjung club untuk bersikap kooperatif. Mereka semua dikumpulkan dan diperiksa.


tbc...

__ADS_1


jangan lupa vote dan like ya!


__ADS_2