Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Sayang Mama


__ADS_3

Karina bahagia karena Mamanya, Mama mertua dan Papa mertua datang mengunjungi. Kejutan yang tidak terduga ini ternyata adalah usulan dari Alfa suaminya. Alfa memang sangat mengerti dirinya. Ia tidak mengatakan jika ia merindukan keluarganya yang lain kepada Alfa. Karina tidak ingin Alfa repot jika ia mengatakan ingin kembali ke Jakarta atau menginginkan bertemu dengan Herlina, Ratna dan Bagas. Padahal setiap hari ketiganya selalu menghubunginya menanyakan apa yang dimakan Karina hari ini.


Bagas, Ratna dan Herlina selalu menujukkan perhatiannya walapun mereka harus terpisah jarak. Suasana makan malam saat ini penuh canda dan tawa. Apalagi Alfa juga mengajak tetangganya Tama dan Serena untuk bergabung bersama mereka. Masakkan Herlina dan Ratna begitu lezat membuat Alfa, Bagas, Karina, Serena dan Tama terlihat begitu betsemangat untuk menghabiskan hidangan yang ada dihadapan mereka.


"Serena kata Mamamu kamu mau pulang ke Jakarta?" tanya Ratna membuka pembicaraan.


Orang tua Serena telah menjadi sahabat Bagas dan Ratna sejak Karina memperkenalkan orang tua Serena kepada keluarga besar mereka. Serena tersenyum dan ia menganggukkan kepalanya. Tama memberikan segelas air kepada Serena.


"Mama ini Serena masih makan gitu, kok ditanya!" protes Bagas.


"Nggak apa-apa Om," ucap Serena tersenyum. "Iya Tante Mama khawatir dengan keadaan Serena disini yang tidak ada keluarga. Apalagi Kak Tama sering berpergian. Tapi Serena masih memikirkannya karena nggak mau pisah telalu lama sama Kak Tama," ucap Serena membuat mereka semua tersenyum.

__ADS_1


Herlina menghela napasnya "Sebenarnya Mama dan Mama mertua kamu Karin ingin mengajak kamu pulang ke Jakarta. Mama ingin menjaga kamu nak, kalau di Jakarta kamu tinggal pilih tinggal sama Mama atau tinggal sama mertua kamu!" ucap Herlina kahwatir dengan kondisi kehamilan Karina.


Karina menatap Alfa dengan tatapan sendu "Karin sama kaya Serena Ma, Karin nggak mau pisah lama sama suami Karin," ucap Karina, ia memegang tangan Alfa dengan erat.


Ratna dan Herlina saling bertatapan tadinya keduanya sepakat untuk membawa Karina pulang bersama mereka. Tapi melihat kondisi Karina yang tetap ingin menemani Alfa disini, membuat keduanya sadar, jika mereka memaksa Karina pulang bersama mereka, Karina tidak akan bahagia dan itu tidak baik


untuk kesehatan kandungan Karina.


"Iya nanti kalau udah besar mendekati waktu melahirkan Karina usahakan pulang agar melahirkam di Jakarta," ucap Karina membuat Ratna dan Herlina hanya bisa menganggukkan kepalanya menyetujui keinginan Karina.


Karina tidak sanggup terpisah dari Alfa dan jika Alfa memintanya untuk tidak bekerja selama masa kehamilannya, ia akan menurutinya. "Udah kok jadi sedih begini, ayo makan lagi nanti kita bicarakan setelah makan!" ucap Bagas membuat mereka setuju dengan ucapan Bagas dan mereka segera melanjutkan menyantap makanannya.

__ADS_1


Setelah selesai memakan makanannya, Karina, Serena, Ratna dan Herlina berbincang didalam kamar Serena. Alfa dan Tama menurunkan kasur tambahan yang baru saja sampai diantar oleh karyawan hotel milik suaminya Adinda. Raka Candrama suami dari Adiknya Alfa merupakan CEO bisnis perhotelan milik keluarganya. Sebenarnya mereka semua bisa menginap di Hotel Candrama namun Ratna dan Herlina menolaknya. Keduanya ingin menginap dirumah anak mereka karena moment ini bagi mereka adalah moment yang indah.


Saat ini Karina sedang memeluk Herlina, sedangkan Serena yang juga merindukan Mamanya, sengaja memeluk Ratna sambil menghubungi Mamanya lewat video call. Mamanya Serena kesal karena Ratna dan Herlina tidak mengajaknya. Pada hal ia ingin ikut datang mengunjungi Serena.


Herlina mencium dahi Karina dengan lembut "Ma, Karin kangen sama Mama," ucap Karina.


"Mama juga nak, Mama sempat berpikir ingin mengakhiri hidup Mama. Tapi saat itu dalam tidur Mama, Mama bermimpi bertemu Papa" ucap Herlin mengingat mendiang suaminya Alam. "Papa minta Mama untuk menjaga kedua anaknya dan cucu-cucunya. Nanti jika saatnya tiba, Mama pasti akan bertemu Papa. Papa ingin Mama memastikan kamu dan Sakti bahagia," ucap Herlina.


Air mata Herlina menetes membuat Karina ikut meneteskan air matanya. Karina menghapus air mata Herlina dengan jemarinya. "Kamu itu kebahagiaan Mama nak. Dulu Mama marah karena kamu begitu mirip dengan ibu kandungmu. Tapi Mama sekarang bersyukur karena kamu adalah anak yang pemaaf dan kuat yang sifatnya sama dengan Kirana ibu kandungmu nak. Mama tidak pernah membenci kamu nak. Mama sayang sama kamu hingga membuat Mama takut kamu hidup susah, makanya Mama mencarikanmu calon suami kaya dan ternyata itu salah," jelas Herlina.


"Ma Karina sudah melupakan semuanya Ma!" ucap Karina. "Karina tidak pernah membenci Mama karena bagi Karina Mama itu adalah Mama Karina," jelas Karina membuat Herlina terharu dan ia mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2