Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Merindukan Alfa


__ADS_3

Alfa saat ini sedang menuju apartemen yang ditempati Karina. Ia melangkahkan kakinya menuju unit apartemen milik sahabatnya itu. Sebenarnya Alfa tadinya ingin membawa Karina tinggal bersama keluarganya, tapi ketika mendengar cerita dari Mamanya ia tidak ingin masalah ini bertambah runyam. Untuk sementara ini Karina lebih baik tinggal disini.Alfa sampai didepan pintu Apartemen dan ia menekan bell.


Karina yang berada didalam Apartemen segera mendekati pintu dan mengintip dari lubang pintu kamar ini. sebenarnya Karina takut ditinggal sendirian karena ia masih sering menerima ancaman dari Doni. Seperti kemarin saat di Rumah sakit ia mendapatkan surat yang diprint yang bertuliskan ancaman akan menghancurkan hidupnya. Siapa lagi pelakuknya kalau bukan Doni.


Saat ini Karina sedang mengumpulkan bukti jika ia sedang diancam seseorang. Karina sengaja tidak mengatakan ini kepada Alfa karena ia tidak ingin Alfa mengkhawatirkannya. Apalagi saat ini Alfa baru saja pindah tugas ke Jakarta.


Karina tersenyum saat mengetahui jika tamunya saat ini adalah Alfa, ia segera membuka pintunya dan tanpa kata ia memeluk Alfa dengan erat membuat Alfa tersenyum.


"Rindu banget ya Rin sama saya?" tanya Alfa membuat Karina menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ayo masuk Al!" ucap Karina mempersilahkan Alfa untuk masuk kedalam apartemen ini. Alfa dan Karina duduk di sofa dengan canggung. Apalagi Karina sangat malu karena tiba-tiba ia tadi memeluk Alfa karena rindu.


"Kenapa datangnya jam segini? katanya sore nanti datangnya?" tanya Karina.


"Saya hanya ingin segera menemui kamu!" ucap Alfa.


Alfa ingin sekali mengulurkan tangannya dan mengelus mata Karina yang sepertinya baru saja habis menangis menangis. "Al, sekarang aku sendirian, aku benar-benar merasa bebas nggak seperti dulu. Tapi Al hatiku merasa kosong. Aku mau Mama yang teleponin aku nanya aku dimana dan minta aku pulang tapi kalau Mama minta aku menikah sama orang lain, aku nggak mau Al!" ucap Karina sendu.


"Papa bilang kalau Papa mau kamu ketemu!" ucap Karina.

__ADS_1


"Iya, lusa setelah saya membereskan pekerjaan saya, saya akan mendatangi Papa kamu Rin!" ucap Alfa sambil mengelus kepala Karina dengan lembut membuat Karina mengeratkan pelukannya. "Kamu udah makan?" tanya Alfa.


"Pagi tadi aku masak Al masak omelet tapi masih harus banyak belajar Al. Aku kan nggak bisa masak Al nanti kalau aku jadi istri kamu masakanku nggak enak jangan marah ya Al! " ucap Karina.


"Memang saya pernah marah sama kamu" tanya Alfa membuat Karina menggelengkan kepalanya. "Kamu kan bisa belajar Rin, lagian saya bisa masak kok dan kamu nggak usah khawatir!" ucap Alfa.


"Al, temenin aku belanja beli isi kulkas Al, soalnya aku nggak enak nggak beli apa-apa dan aku menghabiskan stok makanan Serena!" ucap Karina.


"Oke, sekalian kita makan siang ya!" ucap Alfa.

__ADS_1


"Iya" ucap Karina tersenyum membuat Alfa gemas dan kembali mengelus kepala Karina dengan lembut.


Karina segera mengganti pakaiannya dan Alfa saat ini sedang membaca chat grup diponselnya. Alfa dan Tama akan mulai bekerja besok kebetulan keduanya akan masuk tim yang sama. Alfa membaca beberapa kasus yang masuk hari ini dan besok ia akan mulai bekerja menyelidiki beberapa kasus. Sebenarya bisa saja Alfa meminta cuti, tapi ia memilih mengambil cuti saat ia akan menikah dengan Karina nanti.


__ADS_2