
Beberapa tahun kemudian...
Saat ini Karina tersenyum melihat suaminya yang tampan dengan seragam lengkap yang dipakainya. Hari ini adalah upacara pelantikan Alfa sebagai salah satu kalpores di kota ini. Karina tersenyum melihat suaminya yabg tampak gagah dan tampan itu. Ia saat ini juga memakai baju bewarna pink bersama ibu-ibu Bayangkari lainnya.
Karina sangat mendukung karir suaminya dan ia juga masih menjadi seorang dokter disebuah rumah sakit. Walaupun profesi keduanya sangat sibuk, namun keduanya selalu menyempatkan diri untuk menghabiskan waktunya bersama kedua buah hatinya Arsen dan Gauri.
Setelah Arsen berumur dua tahun Karina hamil kembali dan melahirkan seorang bayi perempuan cantik bernama Gauri putri Alfa. Saat ini Gauri telah berumur sepuluh tahun dan Arsen berumur dua belas tahun. Alfa juga telah menamatkan pendidikannya S2 hukum dan Karina juga telah mengambil spesialis. Keduanya bahkan tinggal berjauhan saat ini tapi keduanya yang saling mencintai dan percaya jika pasangan mereka akan setia. Kepercayaan itulah membuat rumah tangga keduanya sangat harmonis sampai saat ini. Rindu membuat keduanya bertahan demi keluarga dan karir. Keduanya saling mendukung hingga tak ada kata untuk mengalah demi keluarga dan meninggalkan cita-cintanya.
Alfa pernah marah kepada Karina karena Karina ingin menyerah dengan karirnya dan fokus pada keluarga. Alfa sangat mengenal istrinya dan ia tahu menjadi seorang dokter adalah cita-cita Karina, sama halnya dengan dirinya yang ingin menjadi polisi sejak dulu. Setelah acara pelantikan selesai, semua personil anggota kepolisian kembali menjalani rutinitas mereka. Alfa tersenyum melihat istrinya dan ia meminta istrinya itu untuk menemuinya di ruangannya. Karina baru saja sampai dari Jakarta dan ia sengaja datang untuk mendampingi suaminya.
Alfa duduk di kursi kerjanya dan Karina melangkahkan kakinya duduk dihadapan Alfa. "Nggak peluk dulu?" tanya Alfa tersenyum manis dan itu membuat kadar ketampan Alfa meningkat berkali lipat bagi Karina.
"Nggak Bang, malu soalnya ini kantor dan yang dihadapan Karina saat ini itu Pak Kapolres!" ucap Karina membuat Alfa tersenyum.
"Aduh kok Pak Kapolres lebih tampan dari suami saya ya?" goda Karina membuat Alfa menarik tangan Karina lalu menggenggam tangan Karina. Jika saat ini mereka sedang berada di Rumah, Karina pasti akan segera Alfa peluk dengan erat karena rindu.
"Anak-anak ikut kamu Ma?" tanya Alfa mengingat putra dan putrinya.
"Ikut Pa, mereka udah kangen sama kamu. Dua minggu kamu nggak pulang," ucap Karina.
__ADS_1
"Mereka dimana?" tanya Alfa.
"Di Hotel."
Alfa menghela napasnya, ia rindu bisa setiap hari tinggal bersama keluarga kecilya. "Andai saja kalian ikut Papa tinggal disini!" ucap Alfa.
Karina tersenyum menganggukkan kepalanya. "Kali ini mereka yang ingin tinggal bersama Papanya disini dan Mama juga akan tinggal disini sama Papa. Mama bisa buka praktek disini Pa. Pihak rumah sakit Dirgantara juga bilang, mereka siap menerima Mama kembali jika nanti kita kembali tinggal di Jakarta!" ucap Karina.
Alfa sangat terharu dan ia segera berdiri lalu melangkahkan kakinya mendekati istrinya. Ingin rasanya segera memeluk istrinya saat ini juga, tapi ia urungkan karena ia tidak ingin memberi tontonan kepada karyawan jika ketahuan ia sedang memeluk istrinya didalam ruangannya.
"Ayo kita temui anak-anak!" ucap Alfa.
"Ayo!" ajak Karina segera berdiri. Alfa dan Karina keluar dari ruangan ini menuju parkiran. Alfa membuka pintu mobilnya dan kemudian ia terkejut melihat kedua anaknya yaitu Arsen dan Gauri yang ternyata telah menunggu Alfa sejak tadi didalam mobil.
"Waalaikumsalam," ucap Alfa tersenyum bahagia melihat kedua anaknya.
"Papa adek bakalan ikut tinggal disini sama Papa. Adek nggak masalah pindah sekolah!" ucap Gauri mendekati Alfa dan kemudian mencium punggung tangan Alfa diikuti Arswn yang juga mencium punggung tangan Alfa.
"Kakak juga Pa, Kakak kayaknya mau jadi polisi juga kayak Papa. Biar gagah sampai tua," ucap Arsen membuat Karina dam Alfa terkekeh.
__ADS_1
"Hehehe.. Pa, Arsen bilang Papa udah tua Pa," ucap Karina
"Yaudah Ma kita kasih Arsen dan Gauri adik lagi biar Papa masih dianggap muda karena punya bayi lagi!" ucap Alfa sengaja ingin menggoda Arsen.
"Nggak mau." Arsen menolak memiliki adik lagi karena ia merasa cukup memiliki adik perempuan bawel seperti Gauri.
"Gauri mau Pa punya adek lagi, Pa!" ucap Gauri.
"Nggak boleh!" teriak Arsen.
"Boleh kan Pa?" ucap Gauri menunjukkan senyum manisnya kepada Alfa.
"Kalau Mama mau Papa mau aja!" ucap Alfa mengedipkan matanya kepada Karina membuat mereka semua tertawa.
Terimakasih sahabatku, suamiku dan Papa anak-anakku. Bersamamu membuatku utuh, Cintamu yang tulus dan berani itu adalah kekuatanku dalam membesarkan kedua anak kita sekaligus memupuk dan membesarkan rasa cintaku yang semakin hari semakin menggunung untukkmu hingga aku merasa, jika aku sungguh beruntung menjadi istrimu.
Karina
Kau adalah hal yang selalu muncul dimimpi indahku, sahabatku, cinta pertamaku, istri tercintaku dan Mama yang terbaik bagi anak kita. Memilikimu membuatku merasa hidupku ini menjadi indah dan berarti. Karina hanya untuk Alfa. Alfa tercipta untuk menemani Karina selamanya hingga maut memisahkan. Satu kata yang tidak akan pernah bosan Alfa uncapkan yaitu Cinta pertama dan cinta sejatinya hanya untuk seorang Karina.
__ADS_1
Alfa
Tamat...