Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Keinginan Alfa.


__ADS_3

Setelah adiministrasi di Rumah Sakit telah diselesaikan Alfa, Karina akhirnya bisa pulang. Karina sebenarnya tidak ingin pulang ke Apartemen Serena, apalagi pagi ini ia pergi tanpa pamit kepada Serena. Saat ini Karina sedang berada didalam mobil yang dikendarai Alfa. Alfa sesekali melirik Karina yang duduk disampingnya. Serena telah pulang bersama Tama yang datang menjemputnya sejam yang lalu.


"Hmm... Bang, hari ini aku tinggal di hotel saja, besok aku bakal cari kos-kosan yang tidak jauh dari rumah sakit!" ucap Karina.


Alfa menghela napasnya, ia tidak akan membiarkan Karina tinggal dikos-kosan seorang diri. Sebenarnya tinggal di Apartemen Karina lebih aman karena satpam selalu mengawasi tamu yang datang ke Apartemen Serena. Alfa tidak ingin Karina diganggu Doni. Ia harus bisa melindungi Karina dan ia akan menerima resiko apapun jika kedua orang tuanya marah padanya saat ia mengatakan keinginannya.


"Aku tidak ingin pulang ke Apartemen Serena karena Serena sebentar lagi akan menikah dan Apartemen itu milik Tama. Aku nggak enak Bang menyusahkan Serena terus-menerus!" ucap Karina.


"Kita pulang ke rumah orang tuaku atau kau tinggal bersamaku di hotel. Hanya dua pilihan untukmu Karina dan kau tinggal memilih!" ucap Alfa.


"Bang, kita nggak bisa tinggal bersama. Aku nggak mau kamu mendapatkan fitnah karena bermalam bersamaku dihotel" ucap Karina membuat Alfa segera menuju rumah orang tuanya. Hanya itu tempat teraman untuk Karina saat ini. Mungkin Mamanya akan marah padanya tapi ia yakin Mamanya akan mengerti setelah ia menjelaskan semua permasalahannya.


Karina memilih diam karena Alfa tidak menjawab kata-katanya. Karina melototkan matanya karena Alfa tiba-tiba berhenti disebuah rumah yang cukup besar dan Karina tahu rumah ini adalah rumah orang tua Alfa. "Bang, kenapa kesini?" tanya Karina dengan tatapan takut.

__ADS_1


"Orang tuaku baik Karina kamu nggak usah takut!" ucap Alfa karena melihat ekspresi wajah ketakutan Karina.


"Abang tahu nggak, dengan Abang membawa Karina kesini sama aja Abang akan dibilang..." ucapan Karina segera dipotong Alfa.


"Dibilang apa?" tanya Alfa menatap Karina dengan tatapan dingin.


"Abang bawa lari anak gadis orang" ucap Karina pelan membuat Alfa tertawa.


"Hahaha...".


"Siapapun yang mau memfitnah Abang dan mengatakan Abang membawa lari kamu, Abang tinggal memberikan bukti ini!" ucap Alfa. "Papa kamu telah mengizinkan Abang membawa kamu ke Rumah Abang, Karina!" ucap Alfa membuat Karina tanpa sadar meneteskan air matanya membuat Alfa segera menghaous air mata Karina dengan jemarinya.


"Jangan nangis lagi!" pinta Alfa. Karina menganggukkan kepalanya membuat Alfa tersenyum. "Nggak usah takut!" Alfa segera mengendarai mobilnya dan masuk kedalam garasi rumahnya. Ia kemudian menghentikan mobilnya dan membuka pintu mobilnya lalu turun dari mobil diikuti Karina yang juga turun dari mobil. Alfa mengetuk pintu dan ia kemudian segera masuk saat seorang pembantu membukakan pintu rumah.

__ADS_1


"Assalamualikum" ucap Alfa.


"Waalikumsalam" ucapnya.


"Mama dan Papa ada mbok?" tanya Alfa.


"Ada den, Non Dinda yang belum pulang" jelasnya.


"Ayo sini!" ucap Alfa menarik tangan Karina membuat jantung Karina berdetak dengan kencang karena ia merasa takut dan malu saat ini.


"Bang, Karina belum siap ketemu orang tua Abang!" ucap Karina.


"Sudah tidak ada waktu lagi Karina, kalau perlu kita minta nikah sirih aja dulu biar kamu bisa tinggal disini sama keluarga Abang. Lusa Abang akan mengurus syarat-syarat mengajukan nikah kantor!" ucap Alfa membuat Karina terkejut.

__ADS_1


tbc...


__ADS_2