Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Kamu tidak sendiri Karina


__ADS_3

Karina telah siap dengan pakaian sederhananya kaos bewarna biru dan jeans. Rambut panjanhnya ia kuncir dan Alfa merasa Karina menjadi seperti anak remaja saat ini. "Hari ini kayaknya bukan hanya belanja ya Rin, kita sekalian ngedate" ucap Alfa membuat Karina tersenyum senang.


Senyuman Karina saat ini membuat hati Alfa sedikit lega. "Ayo Al!" ajak Karina melangkahkan kakinya keluar dari apartemen. kedianya berjalan menuju lift. Karina dan Alfa tidak menyadari ada seseorang yang saat ini sedang memegang pisau ditangganya dan menatap punggung Karina dengan tatapan membunuh.


Karina dan Alfa saat ini memasuki mobil dan Alfa menunuju mall yang tidak terlalu jauh dari sini dengan kecepatan sedang. Beberapa menit kemudian mereka sampai Mall dan Alfa mengehentikan mobilnya di parkiran Malla. Ia kemudian turun dari mobil beraama Karina. Alfa memegang tangan Karina dengan erat dan melangkahkan kakinya masuk kedalam Mall.


"Al kita belanja dulu atau jalan-jalan dulu?" tanya Karina.


"Kita belanja dulu nanti barang-barang belanjaanya saya masukan ke mobil!" ucap Alfa. "Kalau udah kenyang biasanya kamu males begerak" ucap Alfa sangat nengetahuo kebiasaan Karina.


Karina tersenyum malu karena mengingat masa-masa SMAnya saat ia makan dikantin dengan porsi yang cukup banyak dan ketika jam pelajaran olahraga siang harinya, Karina malas untuk bergerak hingga sering dimarah guru olahraga dengan menghukum Karina karena tidak mengikuti olahraga. Setiap Karina dihukum membersihkan lapangan atau menyusun bola basket atau peralatan olahraga, pasti Alfa akan datang menjadi pahlawannya untuk membantunya.


"Al, kamu ingat semua ya tentang aku?" tanya Karina sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam supermart.


Alfa mengambil troli dan mendorongnya "Tentang kamu, tidak ada yang aku lupa Karina!" ucapan Alfa membuat Karina terkejut. Alfa tidak mungkin mencintainya sejak mereka SMA itu yang saat ini Karina pikirkan. "Kita ketempat sayuran dulu?" tanya Alfa.


"Iya, tapi Al kalau beli sayuran nanti cepat layu kalau kita nggak langsung masukin ke kulkas" ucap Karina.

__ADS_1


"Sayurannya besok pagi aja belinnya dipasar tradisonal, besok setelah subuh aku jemput gimana?" tanya Alfa. Karina menganggukkan kepalanya senang karena selama ini ia belum pernah ke pasar tradisional.


"Mau Al, dulu yang ke pasar di rumahkan bibi dan yang masak juga Bibi dan Mama jadi aku belum pernah Al belanja disana" Jujur Karina membuat Alfa mengelus kepala Karina.


"Mulai sekarang kamu harus terbiasa belanja di pasar tradisional, nanti kalau aku dipindahkan ke daerah terpencil kan nggak ada supermart kayak gini yang ada pasar tradisional!" ucap Alfa.


"Siap, Al laksanakan! perintah Pak Alfa akan Karina ikutin!" ucap Karina membuat Alfa terkekeh.


"Hehehe...Karinanya Alfa tetap aja ngegemesin!" ucap Alfa membuat karina menggandeng lengan Alfa sambil tersenyum.


"Dan apa Rin?" tanya Alfa.


"Pembalut Al buat bulan ini. Stok pembalutnya tinggal dirumah Mama" ucap Karina membuat Alfa tersenyum sedangkan wajah Karina saat ini merah merona.


"Siap bu Dokter apa saya juga yang harus memilih merek apa yang akan kamu pakek?" goda Alfa membuat Karina menggelengkan kepalanya.


"Nggak Al, bukan gitu!" ucap Karina menyebikkan bibirnya karena malu membuat Alfa tersenyum.

__ADS_1


Keduanya segera membeli bahan-bahan kebutuhan lainya. Karina merasa bahagia karena ia merasa seperti istri Alfa saat ini. Alfa mendorong barang belanjaan mereka ke kasir dan saat akan membayar barang belanjaannya, Alfa segera mengeluarkan kartu debitnya dan menatap Karina dengan tatapan yang mengartikan jika biarkan ia yang membayarnya.


Setelah selesai membayarnya, Alfa mendorong troli yang berisi kantung kersek belanjaannya. "Makasi ya Al, harusnya biar aku bayar sendiri tadi!" ucap Karina.


"Walau saya belum sepenuhnya bertanggung jawab atas dirimu Karin, tapi saat ini saya ingin kamu bergantung pada saya dan mulai menerima perhatian dari saya sebagai orang yang akan bertanggung jawab atas dirimu nanti" ucap Alfa. "Jangan memaksakan diri menjadi mandiri karena kamu punya saya yang akan ada untuk kamu. Ingat kamu tidak sendirian Karin!" ucap Alfa membuat Karina menganggukan kepalanya dengan haru.


"Duduk disini, saya akan segera kembali!" ucap Alfa segera mendorong troli menuju parkiran Mall. Karina tersenyum sambil menatap punggung Alfa yang menjauh. Beberapa menit berlalu Karina membuka ponselnya dan ia kemdian mengedarkan pandangannya.


Tiba-tiba Karina terkejut saat sebuah mata menatap kearahnya dengan sinis dan mendekatinya. Laki-laki itu Samuel, laki-laki yang akan dijodohkan kepadanya. Samuel dan bersama seorang wanita cantik mendekatinya. "Setelah menolak lamaran dari keluarga saya, kamu pikir saya tidak akan mendapatkan perempuan yang lebih cantik dari kamu? jika bukan karena orang tua saya, saya juga tidak akan datang ke rumah kamu untuk melamar kamu!" ucap Samuel.


"Kita memang nggak cocok Sam dan saya nggak mau menikah karena dijodohkan!" ucap Karina.


"Harusnya kamu bersyukur ada laki-laki yang mau menikahi kamu setelah kesialan menimpah kamu yang gagal menikah. Mungkin benar apa kata keluarga mantan tunangan kamu itu, kalau kamu itu wanita murahan yang tidak pantas diberi status istri dari orang-orang seperti saya dan Doni!" ucap Samuel membuat Karina memilih untuk diam.


"Sam ayo kita pergi!" ajak perempuan yang ada disamping Samuel.


Sebuah tangan memegang lengan Samuel dan menatap Samuel dengan tajam "Jangan coba-coba mengganggu calon istri saya!" ucap Alfa dingin membuat Samuel menatap Alfa dengan sinis. "Saya adalah pria yang paling beruntung didunia ini yang akan menikahi Karina!" ucap Alfa menatap Samuel dengan tatapan mengintimidasi membuat Samuel sadar jika laki-laki yang ada dihadapanya saat ini bukanlah laki-laki yang bisa ia lawan.

__ADS_1


__ADS_2