
Alfa membuka matanya dan melihat kesamping. Ia tersenyum saat melihat istrinya itu masih tertidur pulas. Alfa melihat jam didinding menunjukkan pukul lima kurang. Alfa memegang lengan Karina dan dengan lembut membangunkan Karina.
"Rin sudah subuh," bisik Alfa membuat Karina mengerjapkan matanya lalu dengan perlahan matanya itu terbuka. Ia melihat Alfa yang saat ini berada disampingnya sambil menatapnya dengan tatapan lembut. Alfa mencium dahi Karina dan kemudian mengelus pipi Karina.
"Abang mau ke masjid Rin, nanti kamu jangan lupa sholat subuh!" ucap Alfa membuat karina tersenyum.
"Iya Bang," ucap Karina memegang pipi Alfa membuat Alfa menarik telapak tangan Karina lalu mencium telapak tangan Karina dengan lembut.
Alfa menyikap selimut dan kemudian turun dari ranjang. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Alfa segera mandi dan ia bersiap untuk pergi sholat subuh. Setelah mandi Alfa memakai baju kokoh, sarung dan juga peci.
"Abang pergi ya Rin, Assalamualikum," ucap Alfa.
"Waaikumsalam," ucap Karina.
Alfa melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya dan ia terkejut saat melihat Tama yang baru saja pulang bersama Serena yang terlihat masih mengantuk dan lelah. "Dari mana Tam?" tanya Alfa.
"Nanti kita ngopi bareng Al, saya keluar malam dan pulang subuh begini juga karena kamu Al!" ucap Tama membuat Alfa bingung.
"Saya pergi ke masjid duluan Tam!" pamit Alfa. Alfa melangkahkan kakinya menuju masjid. Saat dijalan menuju masjid Alfa bertemu dengan beberapa rekannya yang juga akan pergi sholat subuh ke masjid.
Sementara itu Tama segera masuk bersama Serena. Melihat Serena berjalan dengan pelan membuat Tama segera menggendong Serena dan membawa Serena masuk ke kamar mereka lalu membaringkan Serena di ranjang. Serena yang merasa malu memilih memejamkan matanya lagi.
__ADS_1
"Nanti ketiduran Ren, lebih baik mandi dulu terus sholat dan baru tidur lagi!" ucap Tama.
"Iya nanti aku sholat," ucap Serena.
"Kakak mau sholat dimasjid ya Ren. Kakak mandi duluan!" ucap Tama.
"Iya," ucap Serena.
Tama segera masuk kedalam kamar mandi dengan cepat lalu setelah mandi ia melihat Serena saat ini memilih duduk. Tama tersenyum dan ia ingin segera bergegas menuju masjid saat mendengar azan subuh telah berkumandang.
"Kakak pergi ya Ren, Assalamualikum."
"Waalikumsalam."
Saat ini keduanya sedang berjalan menuju rumah mereka "Ada apa Tam?" ucap Alfa.
"Kamu kebangetan ya Al, masa tadi malam saya hampir saja gagal beribadah sama Serena," ucap Tama.
"Loh kenapa Tam?" tanya Alfa membuat Tama kesal. Sahabatnya satu ini memang tidak mengetahui atau pura-pura lupa. Yang jelas Tama ingin sekali memukul wajah Alfa saat ini.
"Nggak usah pakek emosi ya Tam, ceritakan saja Tam jangan dipendam!" ucap Alfa saat melihat Tama mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Untung saja nggak ada Riskan kalau ada Riskan bisa habis saya diledekin," ucap Tama mengingat sosok Riskan yang pastinya akan tertawa jika mendengar ceritanya.
"Al, memang denger ya malam tadi?" tanya Tama membuat Alfa terbatuk dan segera meminta Tama memundurkan langkahnya agar semua orang yang saat ini sedang berada didekat mereka tidak mendengarnya. "Pelan sedikit Tam!" bisik Alfa.
Seorang perempuan yang sedang menyapu halaman rumahnya menatap Alfa dan Tama dengan tatapan curiga. Apalagi keduanya terlihat saling merangkul dan juga tertawa. Ia menyangka jika Alfa yang gagah dan tampan itu ternyata memiliki hubungan khusus dengan Tama yang juga tampan. Apalagi keduanya ternyata sama-sama dari Jakarta dan merupakan warga baru.
"Jadi Tam semalam kamu sama Serena bermalam di hotel?" tanya Alfa.
"Iya," kesal Tama.
"Hahaha... maaf ya Tam!" tawa Alfa. "Tapi berhasil kan Tam?" tanya Alfa ikut bahagia ketika melihat sahabatnya itu tersenyum.
"Iya berhasil Al" ucap Tama.
"Alhamdulilah," ucap Alfa.
"Udah jangan marah ya bro, berapa ronde?" tanya Alfa membuat Tama medesis tidak suka dengan pertanyaan Alfa. "Wajar saya tanya Tam siapa tahu pengalaman kita sama!" ucap Alfa.
"Udah Al, saya mau cepat pulang kasihan istri saya tinggal dirumah sendirian!" ucap Tama membuat Alfa terkekeh.
"Hehehe... Serena udah berhasil menaklukan kamu Tam!" ucap Alfa.
__ADS_1
"Iya, Al karena hanya dia yang membuat saya nyaman," jujur Tama.