
Karina telah dibawa ke ruang perawatan, Alfa sejak tadi terus berada disamping Karina dan ia selalu menghapus keringat Karina yang bercucuran. Suhu tubuh Karina tidak panas lagi dan menurut Dokter Karina hanya perlu banyak istirahat. Alfa menghubungi Tama dan meminta Tama untuk berkoordonasi dengannya melalui ponsel mengenai rencana mereka untuk penyergapan selanjutnya.
Tiga jam kemudian Karina membuka matanya dan ia melihat Alfa yang saat ini duduk disamping ranjangnya dan sedang membaca pesan diponselnya. Alfa melirik Karina dan ia segera meletakan ponselnya dan mendekati Karina. Alfa memegang pipi Karina dengan lembut.
"Bang" panggil Karina membuat Alfa tersenyum. Karina memanggilnya Abang dan itu membuat Alfa lega.
"Iya Karina, apa yang sakit?" tanya Alfa lembut.
"Badan aku Bang, hmmm...aku lapar" ucap Karina dengan wajah memerah karena malu.
Alfa mengambil semangkok bubur yang ada diatas meja dan ia menyendokannya "Buka mulutmu!" pinta Alfa membuat Karina menggelengkan kepalanya.
"Aku bisa makan sendiri!" ucap Karina menolak Alfa yang ibgin menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
Alfa menghembuskan napasnya "Kalau kamu bisa makan sendiri kamu nggak akan lupa untuk makan Karina!" ucap Alfa membuat Karina mengalihkan pandangannya dan memilih untuk diam. "Buka mulut kamu!" pinta Alfa lagi membuat Karina membuka mulutnya. Alfa menyuapkan sesendok bubur kedalam mulut Karina.
__ADS_1
Tak ada pembicaraan diantara keduanya hingga suapan terakhir akhirnya semangkok bubur itu habis. Alfa dengan jemarinya menghapus bekas bubur disudut bibir Karina. "Tidurlah, kamu masih perlu banyak istirahat!" ucap Alfa.
"Aku sudah tidak apa-apa aku mau pulang tapi... " ucap Karina terhenti.
"Tapi apa?" tanya Alfa.
"Aku mau ke Bandung!" ucap Karina membuat Alfa kesal.
"Jangan berpikir untuk pergi atau bahkan lari dari saya Karina!" ucap Alfa dingin membuat Karina menatap mata Alfa dengan sendu "Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan tentang hubungan kita! apa kamu tidak percaya kepada saya Karina?" Alfa mencoba menyakinkan Karina agar percaya padanya.
"Kamu tidak percaya sama aku, kamu pasti berpikir kalau aku melakukan sesuatu dengan melihat tanda di leher aku kan Bang? " ucap Karina sendu. "Hubungan tanpa kepercayaan nggak akan bertahan lama Bang"
Alfa memeluk Karina dengan erat "Kalau kamu mau pulang kita pulang Rin! Kamu pulang sama saya! kalau perlu kita menikah secepatnya!" ucap Alfa membuat Karina menteskan air matanya. "Saya akan menghadapi resiko apapun asalkan kita bisa menikah walaupun tanpa restu mama kamu. Saya akan menemui Papa kamu besok Rin!" ucap Alfa.
"Tapi Bang, aku nggak bisa Bang. Keluarga kamu pasti tidak setuju sama aku Bang. Aku nggak mau Tante Ratna marah sama kamu!" jelas Karina membuat Alfa menghela napasnya.
__ADS_1
"Sepertinya saya memang harus segera membawa kamu menemui orang tua saya Rin, agar kamu tahu kalau orang tua saya pasti akan setuju dengan hubungan kita!" ucap Alfa.
"Kalau orang tua Abang tidak setuju?" tanya Karina membuat Alfa melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Karina dengan telapak tanganya.
"Saya mengenal siapa kedua orang tua saya Karina, mereka pasti setuju dengan keinginan saya. Apalagi calon istri saya secantik dan sebaik kamu!" Ucap Alfa membuat Karina menatap Alfa dengan haru. Alfa mendekatkan wajahnya dan kemudian mencium bibir Karina dengan lembut membuat Karina terkejut. Karina tidak bisa menolak dan membiarkan bibir itu bergerak diatas bibirnya.
Alfa melepaskan bibir merah muda yang selalu menggodanya itu. "Sepertinya aku memang harus segera menikahi kamu Karina!" ucap Alfa sambil mengelus permukaan bibir Karina dengan lembut.
"Iya kau memang harus bertanggung jawab atas hidup Karina Al. Karena kamu Al Karina lupa makan dan jatuh sakit! Apalagi kalian sudah begituan kan dosa. Aku sama Tama aja yang udah tunangan nggak pernah begitu!" ucap Serena yang baru saja datang membuat Alfa dan Karina menjadi malu dan canggung.
"Rin saya urus administrasi dulu biar kamu bisa pulang!" ucap Alfa melangkahkan kakinya keluar dari ruang perawatan Karina.
Saat ini Serena menatap Karina dengan kesal "Jelaskan kepada gue Rin, kenapa lo tega pergi tanpa pamit sama gue?" tanya Serena membuat Karina menatap Serena dengan sendu.
"Maaf Ren" lirih Karina.
__ADS_1
tbc...
jangan lupa jempol, rate bintang lima dan Vote ya! terimakasih.