
"Apa kamu yakin Papa Karina setuju dengan pernikahan kalian?" tanya Ratna.
"Iya Ma, Alfa sendiri yang menghubungi Om Alam" ucap Alfa.
"Karina kamu belum hamil kan ya?" tanya Ratna membuat Bagus menatap tajam istrinya.
"Mama apa-apaan?" teriak Alam kesal dengan ucapan istrinya membuat Karina kembali menundukkan kepalanya.
"Soalnya Alfa baru pertama ngajakin cewek ke rumah dan dikenalin sama kita. Tiba-tiba minta dinikahkan segera. Waktu itu kamu bilang sama Mama baru ingin menikahi Karina, nggak ngebet nikah kayak gini. Wajar kan Pa, Mama jadi berpikiran begini!" ucap Ratna Membuat Alfa menghembuskan napasnya.
"Ma, bisa Alfa bicara empat mata sama Mama dan Papa?" pinta Alfa membuat Ratna dan Bagas memganggukkan kepalanya.
"Karin, ayo kamu Abang antar ke kamar!" ucap Alfa.
"Ke kamar Ayunda Al!" perintah Ratna.
"Iya Ma!" ucap Alfa mengajak Karina menuju lantai dua ke kamar Adiknya Ayunda. Saat ini Ayunda telah tinggal bersama suaminya dirumah mertuanya.
Alfa membukakan pintu kamar dan sambil membawa koper milik Karina. "Kamu ganti baju ya! nanti setelah Abang bicara sama Mama dan Papa Abang ajak kamu bicara sama Mama dan Papa!" ucap Alfa.
Karina menatap Alfa sendu "Bang, bagaimana kalau orang tua Abang nggak suka Karina?" tanya Karina lagi.
Alfa memeluk Karina dengan erat "Kamu harus percaya sama Abang, Karina!" ucap Alfa membuat Karina menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Alfa melepaskan pelukannya dan memegang pipi Karina. Terdengar suara batuk yang berada didepan pintu membuat Alfa segera melepaskan tangannya, dari wajah Karina. "Abang keluar ya, kamu istrirahat!" ucap Alfa. Karina menganggukan kepalanya dan menatap punggung Alfa yang menjauh.
Alfa menutup pintu kamar dan tersenyum malu saat melihat Mamanya menatap Alfa dengan kesal. Ratna menjewer telinga putra sulungnya itu membuat Alfa tersenyum walau sebenarnya telinganya terasa sakit.
"Idih ini anak pake acara senyum lagi!" kesal Ratna.
"Udah dong Ma, nanti telinga Alfa copot hehehe" kekeh Alfa.
"Kamu ini Al keterlaluan banget ya!" kesal Ratna.
"Kita bicara diruang kerja Papa aja Ma!" ucap Alfa.
"Yaudah ayo!" ajak Ratna. Keduanya segera menuju ruang kerja Bagas yang berada dilantai dasar.
"Mama kok nuduh Alfa kayak gitu. Alfa masih bisa nahan ya Ma. Makanya Alfa mau nikah sama Karina!" kesal Alfa.
"Pa, Mama tahu banget kalau si Alfa ini udah suka dari dulu sama Karina. Lihat aja dikamarnya ada foto Karina dan juga di dompetnya!" ucap Ratna membuat wajah Alfa memerah karena malu mendengar ucapan sang Mama.
"Al, Karina nggak hamil kan?" tanya Bagas.
"Pa... Alfa belum sampai sejauh itu sama Karina!" kesal Alfa.
"Dua tahun yang lalu juga Mama mau jodohin kamu sama anak ibu RT terus kamu bilang kalau anak ibu RT namanya Karina dan wajahnya mirip sama Karina sahabat kamu, baru kamu setuju dijodohin sama dia" ucap Ratna.
__ADS_1
"Ma, Alfa cinta sama Karina tapi Alfa bukan laki-laki pengecut yang akan merusak Karina dan meninggalkannya begitu saja. Alfa bertanggung jawab atas apa yang Alfa lakukan. Alfa mencintai Karina makanya Alfa ingin segera menikahi Karina!" jelas Alfa.
"Mama belum setuju ya Al, kamu tahu kan bagaimana Mamanya Karina. Mama bisa dihina habis-habisan oleh dia saat acara sosial nak!" jelas Ratna. "Kemarin aja dia nyebar gosip kalau kamu ngebawa lari Karina. Mama harus bilang apa Al, kalau tiba-tiba kamu beneran nikah sama Karina!" jelas Ratna.
"Ma, Mama tidak usah hiraukan ucapan Tante Herlina" ucap Alfa.
"Mana bisa begitu, walau bagaimanapun Herlina itu adalah ibu yang melahirkan Karina. Kalau kalian nikah tanpa restu dia, kalian dosa tahu!" ucap Ratna.
"Ma Karina itu bukan anak kandung Tante Herlina. Dia anak dari istri pertama Om Alam" jelas Alfa.
"Jangan ngarang kamu Alfa, kalau gitu Sakti juga bukan anak Herlina?" tanya Ratna.
"Sakti anaknya Tante Herlina Ma, Dulu Om Alam menikahi Tante Herlina karena ibunya Karina tidak kunjung hamil dan keluarganya memaksa Om Alam untuk menikah lagi. Beberapa tahun kemudian setelah Sakti lahir, Tante Kirana hamil Karina Ma" jelas Alfa.
Alfa kemudian menjelaskan tentang semua masalah yamg dialami Karina termasuk pengancaman dari Doni dan juga orang tua Doni yang menyebarkan berita jika Karina yang salah, hingga pernikahan yang telah direncanakan itu batal. Tanpa sadar Ratna meneteskan air matanya dan tidak menyangka jika Karina akan mengalami peristiwa buruk seperti ini.
Bagas menghela napasnya, sejak tadi ia hanya mendengar perdebatan dari istri dan putra sulungnya ini. "Nikahi Karina Al, Papa setuju. Biar terhindar dari fitnah, kalian menikah dulu secara siri nanti setelah kamu mengurus pernikahan kantor baru kita resmikan!" ucap Bagas. "Bagaimana Ma?" tanya Bagas kepada istrinya yang saat ini menangis tersedu-sedu.
"Iya Pa, nikahkan mereka Mama setuju!" ucap Ratna membuat Alfa tersenyum senang.
tbc...
jempol, vote dan komentar!!!
__ADS_1