Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
pelukan Serena


__ADS_3

Karina masuk kedalam mobil bersama sakti, Sakti memilih untuk diam dan membiarkan sang adik menangis saat ini. Ia juga tidak mengerti apa yang dipikirkan ibunya selama ini. Sosok Karina adalah anak yang manis sejak kecil, Karina juga bukan anak nakal yang suka melakukan kenakalan. Karina adiknya ini, selalu menuruti keinginan Mamanya kecuali menikah dengan pilihan Mamanya.


Isak tangis Karina mengiringi perjalanan mereka menuju Apartemen Serena. Beberapa menit kemudian mereka sampai di Apartemen Serena. Mobil berhenti diparkiran dan Sakti membantu Karina menurunkan kopernya. "Kakak akan selalu ada untuk kamu dan mendukung keputusan kamu Rin!" ucap Sakti.


"Makasi Kak" ucap Karina memeluk Sakti. "Ayo Kak" ajak Karina sambil melepaskan pelukannya.


Sakti membawa barang-barang Karina masuk kedalam lift dan menuju lantai lima tempat dimana Serena tinggal. Apartemen yang ditempati Serena terbilang baru karena Serena baru menempatinya kemarin malam. Apartemen ini merupakan Aparemen milik Tama calon suami Serena. Setelah akan segera menikah Tama meminta Serena untuk menempatinya.


Pintu lift terbuka menampakan Serena yang telah menunggu mereka tepat didepan lift. Serena yang melihat keadaan Karina yang pucat denhan wajah yang penuh air mata membuatnya segera memeluk Karina dengar erat.


"Ren hiks...hiks..." isak Karina membuat Serena ikut menangis.

__ADS_1


"Rin lo tinggal sama gue aja ya! gue udah izin sama Tama dan Tama juga setuju kok hiks...hika... " ucap Serena. "Ayo Rin!" ajak Serena membuat Karina dan Sakti mengikuti Serena menuju unit Apartemen Serena.


Serena membuka pintu Apartemenya, mereka segera masuk. Apartemen ini terlihat sangay besar dan mewah. Ada dua kamar disini dan juga perabotan yang telah lengkap. Tama memang dari keluarga yang terpandang dan kaya.


Serena membuka pintu kamar yang berhadaan dengan pintu kamarnya "Ini kamarmu Rin!" ucap Serena.


Karina dan Serena masuk kedalam kamar dan diikuti Sakti dari belakang. Sakti meletakan koper Karina dan tas jinjing Karina. Kamar ini terlihat tidak pernah dihuni dan perabotannya juga masih baru. "Maminya Tama yang menyiapkannya" ucap Serena.


"Iya Kak" ucap Serena tersenyum.


Sakti menghela napasnya rasanya sangat berat meninggalkan adik semata wayangnya itu di Apartemen ini. Ia akan merasa lega jika Alfa telah menikahi Karina. Apalagi Doni sepertinya tidak akan menyerah untuk mengganggu Karina membuat Sakti khawatir.

__ADS_1


Masalah perusahaan Papanya baru ia ketahui dari Mamanya kemarin malam. Ia tidak menyangka Mamanya nekat mengorbankan kebahagiaan Karina, kenapa bukan dia yang harus menikahi anak orang kaya yang bisa membantu perusahaan Papanya. Sakti melangkahkan kakinya meninggalkan Apartemen Serena. Ia segera menuju rumah seseorang yang bisa membantunya menyelesaikan masalah perusahaan keluarganya.


Sementara itu Serena membantu Karina memasukan pakaian Karina kedalam lemarinya. "Rin kenapa? ceritakan semuanta sama gue Rin!" pinta Serena saat melihat Karina kembali menangis.


"Hiks...hiks... baru kali ini gue merasa sangat hancur Ren, gue sayang banget sama Mama dan gue tidak tahu jika gue bukanlah anak kandung Mama. gue anak istri Papa yang lain hiks...hiks.." tangis Karina kembali pecah mengingat ucapan Papanya tadi "Mama mau menjodohkan gue dengan Samuel Ren, anak rekan bisnis Papa dan Mama tapi gue nggak mau Ren!" jelas Karina lagi.


"Lo udah hubungin Alfa?" tanya Serena.


"Iya Alfa dan Tama lagi perjalanan ke Jakarta. Papa setuju sama hubungan gue dan Alfa. Papa juga minta Alfa ketemu sama Papa!" jelas Karina membuat Karina kembali memeluk Karina dengan erat. Pelukan Serena membuat Karina merasa tenang, Karina merasa sanga beruntung memiliki sahabat seperti Serena.


tbc...

__ADS_1


__ADS_2