Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Asrama


__ADS_3

Karina dan Alfa sampai di Asrama polisi yang merupakan komplek perumahan dinas yang akan ditepati mereka selama tinggal disini. Kedatangan Alfa dan Karina disambut dua orang rekan kerja Alfa.


"Lapor Dan, semua sudah kita bereskan!" ucap salah seorang polisi yang saat ini sedang menaikkan sebelah tangannya memberi penghormatan kepada Alfa.


Alfa mengangkat tanganya memberi penghormatan untuk membalas penghormatan yang keduanya tujukan kepadanya dan kemudian ia menurunkan tangannya, membuat kedua rekan Alfa segera ikut menurunkan tangannya.


"Nggak usah formal banget Pak Dedi, Pak Rahmat!" pinta Alfa. Karina tersenyum melihat keduanya membuat rekan Alfa mengakui jika istri atasannya ini sangat cantik. "Perkenalkan Pak ini istri saya, Karina," ucap Alfa.


"Karina," ucap Karina menyambut uluran tangan Dedi dan juga Rahmat sambil tersenyum ramah.


"Ayo Bu, Pak masuk kedalam. Barang bapak dan ibu yang dua hari lalu sampai disini, sudah kita masukan didalam," jelas Rahmat.


"Terimakasih Pak Dedi, Pak Rahmat," ucap Alfa membuat keduanya tersenyum.


"Sama-sama Pak," ucap Dedi dan Rahmat bersamaan.


Alfa meminta keduanya untuk segera pulang ke rumah mereka dan tidak harus membantunya dan Karina membereskan rumah ini. Karina melangkahkan kakinya masuk kedalam dan melihat-lihat ruangan yanga ada di dalam rumah. Tiba-tiba Karina terkejut saat Alfa memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagunya dibahu Karina.


"Maaf nggak semewah tempat yang biasa kamu tempati Rin!" ucap Alfa membuat wajah Karina memerah karena malu, apalagi napas hangat Alfa menerpa permukan kulit lehernya.

__ADS_1


"Asal sama Abang Karin mau tinggal dimana pun," ucap Karina membuat Alfa tersenyum.


"Abang beruntung memiliki istri seperti kamu Rin..." ucap Alfa.


"Tapi Karina telah lalai Bang, maaf ya!" ucap Karina mengingat kejadian yang membuatnya keguguran.


"Nggak usah diingat lagi ya sayang, kita berusaha dan berdoa. Insyaallah kita akan kembali diberikan kepercayaan untuk segera memiliki anak," ucap Alfa mengelus perut Karina membuat Karina menganggukkan kepalanya.


"Pak Kapolsek mau makan apa?" tanya Karina membuat Alfa tersenyum mendengar istrinya sekarang, mulai menawarkan diri memasak untuknya.


"Memang istrinya Pak Kapolsek sudah bisa masak sekarang?" goda Alfa membuat Karina menarik tangan Alfa agar melepaskan pelukannya dan ia bisa membalik tubuhnya menghadap Alfa, lalu memeluk Alfa dengan erat.


"Jadi pengen makan kamu Rin!" goda Alfa membuat Karina memukul lengan Alfa.


"Malu kali Bang, baru pindah udah mau..." ucap Karina.


"Mau apa hayo?" goda Alfa memotong ucapan Karina.


"Abang mulai genit sekarang!" ucap Karina memukul dada bidang Alfa membuat Alfa terkekeh.

__ADS_1


"Genit sama istri sendiri itu ibadah sayang," ucap Alfa membuat Karina memutar bola matanya dan Alfa yang gemas mengecup kecil pipi Karina.


"Bang, nggak enak kalau ada yang dengar!" bisik Karina. Karena rumah ini bersebelahan dengan rumah dinas yang lain.


"Enak itu makanan sayang. Hmmm... Istriku ini lapar nggak?" tanya Alfa.


"Lapar Bang," Jujur Karina.


"Mandi yuk, setelah itu kita cari angkringan atau tempat nongkrong yang ada didekat sini gimana?" tanya Alfa.


Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Mau Bang, hmmm itu motor siapa Bang?" tanya Karina melihat motor kawasaki ninja bewarna hijau, yang berada didalam rumah ini.


"Motor Abang, katanya kamu mau naik motor sama Abang kayak dulu masih SMA," ucap Alfa mengingat masa lalunya bersama Karina.


"Mau Bang, dulu kalau peluk pinggang Abang Karina nggak kan berani, terus Abang yang narik tangan Karina biar peluk pinggangnya Abang," ucap Karina membuat Alfa tersenyum karena ia dulu sengaja selalu ingin mengantar Karina dengan motornya agar bisa dipeluk Karina.


"Kalu ingat dulu Abang jadi malu Rin. Jelas-jelas kita saling suka, kok bisa nggak sadar ya Rin," ucap Alfa menatap mata Karina dengan tatapan lembut.


"Dulu kan malu Bang kalau cewek nembak duluan. Lagian Abang nggak pernah bilang kalau Abang suka sama Karin. Kalau Abang bilang pasti langsung Karin terima, Bang!" ucap Karina membuat Alfa tertawa.

__ADS_1


"Hahaha... " tawa Alfa membuat Karina ikut tertawa karena nyatanya sahabat jadi cinta itulah yang terjadi pada keduanya saat ini.


__ADS_2