
Alfa ingin sekali memukul wajah Samuel namun ia tahan saat melihat Karina menggelengkan kepalanya karena tidak ingin Alfa terkena masalah. Apalagi Alfa adalah aparat keamanan dan Alfa juga baru saja pindah tugas ke Jakarta.
"Al, ayo kita pergi!" ajak Karina.
"Jika kau berani mengganggu Karina kau akan menerima akibatnya!" ancam Alfa. Ia mengikuti langkah Kaki Karina yang menariknya agar segera menjauh dari Samuel dan kekasihnya.
Karina memeluk lengan Alfa membuat Alfa menghela napasnya karena ia masih sangat kesal kali ini. "Al, aku nggak apa-apa!" ucap Karina.
Alfa memilih untuk tidak menjawab membuat Karina merasa jika Alfa marah padanya "Al. kamu marah sama aku?" tanya Karina sendu.
"Tidak, saya tidak akan bisa marah sama kamu Karina. Saya hanya kesal!" ucap Alfa.
Sejujurnya ia ingin sekali memukul Samuel saat ini, namun ia menahan amarahnya saat melihat tatapan sendu Karina. Karina dan Alfa melangkagkan kakinya menuju restauran. "Makan disini?" tanya Alfa.
"Iya, disini aja ya Al!" ucap Karina. Alfa menganggukkan kepalanya.
"Ayo masuk!" ucap Alfa mengaja Karina masuk kedalam restaurant yang cukup ramai.
__ADS_1
Alfa memilih duduk didekat kaca agar bisa melihat pemandangan luar. Keduanya duduk saling berhadapan. Alfa menatap wajah Karina dengan tatapan dalam seolah ia benar-benar sangat merindukan wanita yang saat ini ada dihadapannya.
"Al kenapa?" tanya Karina saat melihat Alfa menatapnya membuatnya wajahnya memerah karena malu.
Seorang karyawan restauran mendekati mereka dan memberikan menu makanan kepada Karina dan Alfa. "Mau pesan apa Mas, mbak?" ucapnya sopan.
"Soup iganya satu sama nasi dan Al mau mau makan apa?" tanya Karina membuat Alfa segera mengambil menu makanan dan membacanya.
"Ikan bakarnya satu sama nasi" ucap Alfa.
"Minumnya air mineral aja mbak" ucap Karina tersenyuk manis menatap Alfa. "Soalnya sudah ini kita bakalan janjian sama Tama dan Serena. Nggak boleh banyak minum manis Al makannya nggak pesan minuman manis!" ucap Karina.
"Udah mbak itu aja!" ucap Karina.
"Ditunggu ya mbak, permisi!" ucap karyawan restauran itu dengan sopan.
"Al sekarang suka gombal!" ucap Karina membuat Alfa terkekeh diajari Adinda dan Ayunda dengerin ucapan manis mereka kalau lagi ngumpul jadi ilmu gombalnya nempel disini!" ucap Alfa menunjuk hatinya. "Tapi kalau sama kamu saya nggak pernah gombal Karina saya selalu serius!" ucap Alfa.
__ADS_1
"Al, hmm... apa keluarga kamu akan terima aku Al? aku pernah gagal menikah dan hubungan Mamamu dan Mamaku tidak baik!" ucap Karina membuat Alfa tersenyum.
"Keluarga saya pasti akan menerima kamu Karina, kamu mengenal Mama saya dan beliau menyukai kamu percayalah. Kamu akan diterima dengan baik di keluarga saya Karin!" ucap Alfa.
"Kalau Mama kamu tidak setuju gimana Al?" tanya Karina khawatir.
"Saya akan membuatnya setuju!" ucap Alfa menggemgam tangan Karina dengan lembut.
"Makasi Al" ucap Karina tersenyum penuh arti.
"Saya tidak perlu ucapan terimakasih kamu Karina karena mulai saat ini kamu sudah menjadi bagian dari hidup saya. Saya senang kalau kamu bahagia apalagi tersenyum seperti ini!" ucap Alfa.
"Al, Karin boleh nanya nggak?" tanya Karina.
"Mau tanya apa?" tanya Alfa.
"Apa kamu sebelumnya punya pacar?" tanya Karina.
__ADS_1
"Saya belum punya pacar Karin, tapi saya pernah mencoba dekat dengan perempuan lain selain kamu Karina tapi ternyata kita tidak cocok!" ucap Alfa. Alfa pernah didekati seorang polwan yang tetarik padanya. Saat mendengar Karina akan menikah Alfa mencoba membuka hatinya tapi ternyata tetap saja hanya wajah Karina yang selalu datang di mimpi indahnya.
Makanan mereka sampai membuat keduanya memutuskan untuk segera makan karena masih hangat. Karina sebenarnya ingin mengatakan jika dirinya sejak dulu menyukai Alfa tapi ia terlalu malu untuk mengatakannya. Mungkin nanti ketika ia telah menjadi istri Alfa ia akan memberanikan dirinya mengatakan perasaannya pada sosok tampan yang menjadi idolanya sejak dulu.