
Berita kehamilan Karina telah sampai ditelinga keluarga besar Karina dan juga Alfa. Karina telah memeriksakan kandungannya dan kondisi kandungannya saat ini sehat. Nafsu makan Karina yang sedikit terkadang membuat Alfa harus selalu mengingatkan Karina waktu makan seperti saat ini, Karina tersenyum melihat pesan yang dikirim Alfa. Suaminya itu memang sangat perhatian padanya.
"Abang buat Karin kangen aja" ucap Karina setelah membaca pesan dari Alfa yang mengingatkannya agar segera makan.
Karina segera membalas pesan Alfa sambil tersenyum dan ia menuliskan pesan jika ia akan segera makan. Namun tiba-tiba bunyi ponselnya terdengar dan dilayar ponselnya tertera nama Fefin, membuatnya segera mengangkatnya.
"Halo Asaalamualikum" ucap Karina.
"Waalaikumsalam Rin, bisa kita ketemu sekarang Rin?" tanya Fefin.
Karina mendengar suara Fefin bergetar membuatnya merasa khawatir. "Kamu kenapa Fin?" tanya Karina, Ia terkejut saat mendengar suara Fefin yang memintanya untuk segera bertemu.
"Gue ada di Kantor polisi sekarang!" ucap Fefin membuat Karina melototkan matanya.
"Ada masalah apa Fin?" tanya Karina.
__ADS_1
"Lo tahukan Rin, biar gue dianggap gila sekalipun gue nggak akan pernah nyakiti lo Rin. Karena lo itu adalah sahabat terbaik gue Rin!" ucap Fefin. "Gue.... hiks...hiks... " tangisan Fefin membuat Karina merasa sedih.
"Aku kesana sekarang juga Fin!" ucap Karina segera menutup teleponnya dan segera merapikan mejanya lalu bergegas keluar dari ruangannya.
Serena terkejut melihat Karina yang saat ini sedang terburu-buru membuatnya memutuskan untuk memanggil Karina. "Karin" teriak Serena membuat Karina menghentikan langkahnya.
"Mau kemana?" tanya Serena mempercepat langkahnya mendekati Karina.
"Fefin ada masalah Ren dan aku nggak mau Fefin berbuat bodoh kayak dulu!" ucap Karina.
"Tama nggak jemput kamu Ren?" Karina.
"Nggak Tama lagi di kantor ada kerjaan katanya!" ucap Serena. "Ayo kita pergi!" ucap Serena. Tadinya ia memang ingin mengajak Karina untuk pergi berbelanja namun ternyata Karina akan pergi menemui sahabtanya SMAnya yang membuat Serena khawatir. Serena telah mengetahui dari Alfa dan Tama mengenai masalah tersangka yang diduga menjadi dalang pengancaman yang mengganggu Karina selama ini.
Saat ini keduanya sedang berada didalam taksi, Serena melihat ke kanan dan kekiri. Ia merasa khawatir dan kekhawatirannya ternyata benar. Saat ini mereka sedang diikut oleh sebuah mobil berwana hitam yang ada dibelakang taksi yang mereka tumpangi. Serena yang sangat kahwatir segera mengirimkan pesan kepada Tama dan meminta Tama agar segera datang. Karina masih belum menyadari jika saat ini mereka sedang diikuti, tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan keceparan tinggi dan kemudian berhenti didepan taksi mereka secara mengejutkan. Supir taksi menginjak pedal rem membuat Karina tersengkur dan taksi ini menabrak mobil itu.
__ADS_1
"Karin" teriak Serena. kepala Serena terbentur hingga darah mengucur deras di kepalanya. Serena yang masih sadar menarik tubuh Karina. Namun tiba-tiba tiga orang laki-laki membuka paksa pintu dan menarik Karina dan Serena agar segera keluar. Supir taksi sudah tidak sadarkan diri dan dibiarkan berada didalam mobil oleh para penjahat ini.
Karina yang tidak sadarkan diri membuat Serena sangat khawatir. Salah seorang dari mereka sedang menghubungi seseorang yang Serena duga pasti orang yang telah membayar mereka. "Aku mohon jangan sakiti kami!" ucap Serena.
"Buat dia kehilangan bayinya!" ucap laki-laki itu menujuk Karina membuat Serena terkejut dan menggelengkan kepalanya.
"Jangan lakukan itu!" teriak Serena. "Karina sadar Karina!" teriak Serena namun Karina masih tidak sadarkan diri.
Salah satu laki-laki itu mengambil dua buah pill dari plastik yang berada di saku celananya dan memasukkan sebuah obat itu kedalam mulut Karina membuat Serena berteriak. "Dasar ********, kalian gila....Arghh... kalian belum tahu siapa suamiku dan Papaku! Karina bangun...!" tangis Serena yang memilukan membuat salah satu dari mereka ingin memukul Serena, namun saat tangannya ingin memukul Serena sebuah tangan menarik tangan laki-laki itu dan memukul wajahnya. Alfa terlihat sedang menggendong Karina yang saat ini belum sadarkan diri.
"Selamatkan karina Al, mereka memasukan pil kedalam mulut Karina hiks...hiks...Bawa Karina ke Rumah sakit!" teriak Serena dan kemudian terlihat lemas dan pucat.
Serena terduduk dan tangisnya membuat sosok Tama seperti kesetanan memukul laki-laki yang ingin memukul Serena. Alfa tanpa banyak kata segera membawa Karina masuk kedalam mobilnya. "Aku harus segera membawa istriku Khan" ucap Tama membuat Riskan menganggukkan kepalanya.
Lima orang tersangka ini berhasil dilumpuhkan dan akan segera dibawa kantor polisi. Riskan melihat Tama yang tidak henti-hentinya memukul laki-laki itu membuat Riskan segera menarik tubuh Tama agar segera menjauh. "Lebih baik kau bawa istrimu ke Rumah sakit Tam!" ucap Riskan membuat Tama melangkahkan kakinya mendekati Serena.
__ADS_1
Serena segera memeluk Tama membuat Tama menghembuskan napasnya saat menatap luka yang ada dikepala istrinya itu. "Kita ke Rumah sakit! " ucap Tama, ia menggendong Serena dan segera membawa Serena menuju Rumah sakit menyusul Alfa dan Karina.