
"Jadi akad nikahnya diadakan dirumah Pak Bagas nanti saya hubungi untuk jam pelaksanaannya Pak" ucap Alam. Ia kemudian mendekati Bagas dan berbisik. "Maaf Pak saya merasa akhir-akhir ini saya seperti diikuti orang Pak, saya yakin ada kaitanya dengan mantan tunangan Karina" jelas Bagas.
Sakti menghela napasnya "Papa dan saya beberapa kali diteror Al makanya kami sengaja tidak menemui Karina agar mereka tidak bisa melacak keberadaan Karina. Di apartemen Serena, Karina aman karena tingkat keamanan Apartemen yang ditinggali Serena cukup tinggi. Jika memiliki tamu harus melapor dan tidak diizinkan masuk jika pemilik Apartemen tidak mengizinkannya" jelas Sakti.
"Makanya Pak, saya mau merahasiakan akad nikah ini karena saya tidak ingin mereka merusak kebahagiaan Karina dan juga nak Alfa!" jelas Alam.
"Alfa akan membantu Om untuk membereskan mereka, apalagi jika Om mau melaporkan pengacaman ini kepada polisi!" ucap Alfa.
"Saya mau melaporkan ini Alfa, tapi saya diawasi dan sangat sulit bagi saya untuk bergerak sesuka hati saya sekarang. Saya juga bingung karena mereka bahkan sudah membuat perusahaan saya bangkrut. Sepertinya bukan hanya Doni yang terlibat tapi juga saingan bisnis saya" jelas Alam.
"Saya akan berusaha membantu Om!" Alfa menatap Alam dengan tatapan seriusnya. Ia ingin sekali membatu Alam.
"Bagi Om kamu cukup membantu Om dengan menjaga Karina, Al!" pinta Alam.
__ADS_1
"Om tidak usah khawatir Karina adalah tanggung jawab saya!" jelas Alfa.
"Gimana Al, sudah siap jadi suami adik gue?" tanya Sakti.
"Sejak dulu juga siap!" ucap Alfa membuat mereka semua tertawa.
"Oke kalau begitu nanti saya akan menghubungi Pak Alam untuk memberitahukan waktu pelaksaannya. Saya dan putra saya Alfa permisi dulu Pak. Terimakasih atas sambutannya!" ucap Bagas.
"Saya juga minta maaf Pak karena harusnya melamar Karina dengan persiapan yang matang" ucap Bagas karena mereka hanya membawa parcel buah dan beberapa makanan.
"Tidak apa-apa saya hanya ingin putri saya bahagia itu saja sudah cukup bagi saya!" ucap Alam menatap Bagas dan Alfa dengan tatapan penuh terimakasih.
Setelah itu Alfa dan Bagas segera pamit pulang. Saat ini Alfa dan Bagas sedang berada didalam mobil menuju rumah. Alfa sudah tak sabar mengabarkan kepada Karina tentang acara akad nikah mereka. "Alfa dari tadi senyum terus, mikirin apa nak?" goda Bagas. Alfa yang sedang menyetir mobil dengan kecepatan sedang, ia menatap sekilas kearah Bagas lalu kembali fokus mengendarai mobilnya.
__ADS_1
"Mikirin Karina Pa" ucap Alfa membuat Bagas tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha dasar anak muda. Kan Papa udah bilang sama kamu Al, kalau jodoh pasti bertemu!" ucap Bagas.
"Iya Pa" ucap Alfa. Selangkah lagi ia benar-benar bisa hidup bersama wanita yang ia cintai membuat Alfa merasa sangat bahagia hari ini.
Tiba-tiba Alfa merasa ada sesuatu yang tidak beres dibelakang mobilnya dan benar saja sebuah mobil tiba-tiba berhenti depan mobilnya, membuat Alfa segera menginjakkan remnya membuat Bagas terkejut.
"Kenapa Al?" tanya Bagas. Alfa menatap ke depan membuat Bagas segera melihat apa yang ada didepan mereka.
Dari dalam mobil yang mencegat mereka terdapat beberapa orang laki-laki yang keluar dari mobil sambil membawa pemukul, parang, pedang dan berbagai senjara tajam. "Papa jangan keluar!" ucap Alfa. Alfa menolehkan kepalanya ke belakang dan terlihat sebuah mobil yang saat ini mengepung mereka. Alfa tidak bisa memundurkan mobilnya atau memajukan mobilnya. Mereka saat ini sedang dikepung.
tbc...
__ADS_1