
Algi memerintahkan beberapa anak buahnya untuk masuk dan ia mengeluarkan senjata apinya dibalik jaket miliknya membuat semua penghuni cafe yang lainya berteriak histeris. "Semua yang ada di Cafe segera keluar!" teriak Algi.
"Algi, jangan begini kasihan Alvin anak kita!" ucap Viona.
"Hahaha... sudah lama aku ingin menghancurkanmu Alfa, Ayahmu membuat Ayahku difitnah di kantor hingga dikucilkan dan bunuh diri!" ucap Algi.
Alfa menghela napasnya "Kau salah paham Algi, Ayahmu menggelapkan dana dan Papaku tidak terlibat apapun dalam masalah Ayahmu!" ucap Alfa.
"Hahaha kau tidak usah membela Ayahmu yang salah itu Alfa!" tawa Algi yang mengerikan membuat mereka tahu jika Algi memang memiliki sesuatu yang salah dipikirannya.
"Kita bisa bicarakan baik-baik Algi!" ucap Alfa.
"Jika bukan karena Pamanku mungkin aku tidak akan bisa membalas dendam atas perbuatanmu Alfa. Kau tidak pantas bahagia, aku akan menbuat Karina menjadi janda hahaha....biar kita impas. Kau mati dan ayahku mati. Istrimu janda dan istriku juga akan menjadi janda karena akan menceraikanku hahaha... " tawa Algi.
__ADS_1
"Aku tidak akan menceraikanmu Gi, aku janji!" bujuk Viona.
"Kau tidak usah berbohong, tangkap dia dan bawa dia pergi dari sini biar aku menghabisi Alfa dan Fefin!" ucap Algi. Beberapa orang membawa Viona keluar dari cafe dan membawa Viona masuk kedalam mobil lalu membawa pergi Viona menjauh dari cafe ini.
"Algi kau hanya salah paham. Kau hanya dimanfaatkan Algi percayalah!" ucap Alfa.
Dor... satu tembakan yang diarahkan Algi keatas membuat beberapa pengunjung berteriak. "Bagimana kalau Fefin dulu yang mati, bukankah kau pernah ingin mengakhiri hidupmu. Aku akan membantumu Fefin dan kau akan berterimakasih kepadaku saat diakhirat nanti," ucap Algi segera menembak Fefin membuat Riskan dan Tama segera bertindak. Tama mengarahkan tembakan jarak jauhnya dan ia melepaskan tembakan itu dengan cepat hingga mengenai tangan Algi. Pistol terlepas membuat Alfa segera menendang pistol Algi agar menjauh dari Algi. Alfa mendenag perut lagi dan kemudian memukul wajah Algi hingga Algi pingsan tidak sadarkan diri.
Riskan membaringkan tubuh Fefin dan meletakan kepala Fefin dipangkuannya. Dengan cepat Riskan membuka baju Fefin dan ia bernapas legah saat tembakan itu mengenai rompi anti peluru yang dipakai Fefin.
"Kau tidak apa-apa Fefin, kau masih hidup," ucap Riskan.
Fefin semakin terisak membuat Riskan memeluk Fefin dengan erat. "Aku hampir mati Riskan hiks...hiks..." teriak Fefin menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Jangan menangis, sekarang kau aman!" ucap bisik Riskan ditelinga Fefin membuat Fefin kembali mengeratkan pelukannya.
"Jangan tinggalkan aku, aku takut!" ucap Fefin.
"Tentu saja, aku tidak akan meninggalkanmu!" ucap Riskan.
Sementara itu Alfa segera memborgol kedua tangan Algi. Ia ingin sekali membunuh laki-laki yang telah membuat istrinya menderita namun Tama menghentikan tangan Alfa yang saat ini sedang mengarahkan pistol ditangannya ke tubuh Algi.
"Biarkan dia menerima hukuman Al, jangan main hakim sendiri!" ucap Tama.
"Dia pasti bisa bebas karena dia gila Tam," ucap Alfa menyadari penyakit jiwa yang terlihat dari tingkah Algi.
"Jika kau membunuhnya dendam akan terus berlanjut Al, ingat kau punya kekuarga dan Karina. Algi juga memiliki istri dan putra. Kita doakan saja dia sadar dengan kesalahaannya," nasehat Tama membuat Alfa melepaskan genggaman pistol ditangannya.
__ADS_1