Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
takut


__ADS_3

Sesampainya di hotel Karina membaringkan tubuhnya di ranjang. Hotel yang mereka tempati adalah hotel yang cukup ternama di kota ini. Hotel Alexsander yang memiliki fasilitas kolam renang mewah dan juga restauran yang terkenal enak. Karina menghela napasnya ia memegang ponselnya dan mencari nama Alfa. ia ingin menghubungi Alfa karena lusa ia akan mulai sibuk bekerja. hanya hari ini dan besok ia memiliki waktu luang.


Kalau aku hubungi Alfa sekarang apa Alfa akan datang menemuiku?


Karina menghela napasnya karena rasa rindunya membuatnya takut jika Alfa tidak bisa datang menemuinya. Apalagi kemungkinan ia akan bertemu kekasih Alfa. Alfa tidak mungkin tidak memiliki kekasi mengingat ketampanan Alfa dan pekerjaan Alfa yang memiliki karir yang cermrlang. Tapi Karina merasa ia harus siap menerima berita apapun mengenai Alfa karena pada dasarnya Alfa adalah sahabatnya. ia bisa saja bersandiwara seperti sebelumnya tersenyum kepada Alfa jika Alfa membawa kekasihnya dan mengenalkan padanya.


"Apapun yang terjadi gue haru siap mendengar cerita Alfa termasuk jika Alfa telah memiliki kekasih. Sebagai sahabat gue harus terlihat senang" batin Karina.


Karina mulai mengetikkan sesuatu di ponselnya dan ia mencoba membaca pesan yang ia ketik itu berulang kali.


Assalamualaikum, Al ini karina. sekarang aku sedang mendapat tugas di Semarang. Apa kamu punya waktu luang?


Karina mengklik tanda kirim dan kemudian jantungnya berdetak dengan cepat menunggu balasan dari Alfa. Karina menghela napasnya karena sepertinya Alfa lagi sibuk. Serena yang sedang menyusun barangnya menatap Karina dengan penasaran karena sejak tadi Karina sibuk menatap ponselnya seolah sedang menununggu telepon dari seseorang.


"Kayaknya ada yang lagi galau nih!" goda Serena membuat Karina duduk dari posisinya berbaring dan ia menatap Serena dengan sendu.


"Ren, Apa bisa kalau kita menyukai sahabat kita sendiri persaaan kita bisa terbalas?" tanya Karina.

__ADS_1


"Ini soal Alfa lagi?" tanya Serena membuat Karina tersenyum malu.


"Ya" ucap Karina membuat Serena tertawa.


"Hahaha, dicoba aja dulu Rin hubungi dia. kalau kamu nggak ngasih tahu kamu ada disini dia mana tahu!" ucap Serena.


"Aku udah hubungi dia Ren tapi sepertinya lagi sibuk" jelas Karina.


Tiba-tiba terdengar bunyi ponsel milik Karina membuat Karian menatap Serena dengan tatapan bingung.


"Kenapa Rin? angkat dong, siapa tahu Alfa!" ucap Serena.


"Angkat aja siapa tahu penting!" ucap Serena.


Serena mengambil ponsel Karina dan mengangkat ponselnya lalu ia segera membesarkan suaranya agar mereka bisa mendengarkan suara si penelpon.


Halo Karina, kamu kemana? kamu jangan coba menghindar dari aku Karin. Jika kamu berani pergi dari aku, aku bakalan cari kamu dan kamu tahu apa yang aku lakukan? aku akan memaksamu jadi milikku!

__ADS_1


Karina terlihat sangat ketakutan dan dengan cepat Serena mematikan ponsel Karina. ia segera memeluk Karina dengan erat. "Siapa dia Rin?" tanya Serena.


"Itu suara Doni, Ren. Gue takut" ucap Karina meneteskan air matanya.


ponsel Karina tiba-tiba kembali berdering membuat Karina kembali ketakutan dan menyembunyikan kepalanya dibantal. "Rin ini Alfa" ucap Serena menujuk nama yang tertera di layar ponsel Karina.


Serena segera memberikan ponsel itu kepada Karina. Karina segera mengangkatnya. "Halo Asaalamualikum" ucap Karina dengan suaranya yang bergetar.


"Waalikumsalam, Kamu dimana? dan kenapa dengan suara kamu Rin?" tanya Alfa.


"Aku takut Al hiks...hiks... " tangis Karina pecah membuat Alfa yang berada dikantornya merasa sangat khawatir.


"Kamu di mana aku kesana sekarang!" ucap Alfa.


"Aku di hotel Alexsander Al" jelas Karina.


"Jangan nangis, aku kesana ya! Assalamualikum".

__ADS_1


"Waalaikumsalam" ucap Karina dan ia menutup panggilan ponselnya.


__ADS_2