
Karina masuk kedalam kamar mandi dan tangisnya pecah mengingat kucing kesayangannya itu telah tiada. Ia tidak tahu bagaimana bisa Doni mendapatkan kucingnya itu yang harusnya berada di Rumah orang tuanya. Satu hal yang sekarang Karina pikirkan saat ini, jika Doni adalah seorang psikopat berbahaya. Doni bahkan tega membunuh kucing kesayangannya itu. Rasa takut mulai membuat Karina histeris namun ia menahan agar isakannya itu tidak terdengat dan membuat orang yang berada di rumah ini tidak panik. Ia harus bisa menahan semua kekahwatiran dan ketakutannya karena tidak ingin membuat Serena khawatir padanya.
Setelah puas meluapkan emosinya dengan menangis sendiri, karina keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaiannya. Ia mengambil ponsel Serena dan mencoba menghubungi Alfa.
"Halo Assalamualaikum" ucap Karina.
"Waalikumsalam, ini Karin?" ucap Alfa. Ia langsung mengenal suara Karina.
"Iya Al ini aku" lirih Karina. Setiap mendengar suara Karina yang terdengar serak Alfa merasa ingin segera menemui gadisnya itu.
"Dari tadi saya hubungi kamu, tapi ponsel kamu nggak aktif. Kamu lagi dimana?" tanya Alfa.
"Lagi di Rumah orang tuanya Serena Al, Al ponsel Karin rusak dan untuk sementara Karin nggak bisa hubungin kamu Al!" jelas Karina.
"Nanti, saya dan Tama kesana anterin ponsel buat kamu!" ucap Alfa.
"Nggak usah Al, besok aja ponselnya diperbaiki kalau nggak bisa diperbaiki baru diganti!" ucap Karina.
__ADS_1
"Nggak usah diperbaiki kamu pakek ponsel yang saya berikan!" ucap Alfa tidak ingin dibantah karena suaranya terdengar diingin. "No ponselnga diganti saja ya Rin!" pinta Alfa.
"Banyak grup Al terus no ponselnya kan udah lama" jelas Karina.
"Saya tahu mungkin ada yang kamu sembunyikan dari saya Karin, nanti kamu harus ceritakan semuanya pada saya Karin!" ucap Alfa.
"Iya Al" ucap Karina merasa agak sedikit tenang ketika telah berbicara kepada Alfa.
"Kamu udah makan?" tanya Alfa.
"Waalaikumsalam".
Pintu terbuka dan sosok Serena tersenyum pada Karina "Ayo kita makan Rin!" ucap Serena.
"Iya Ren" Karin melangkahkan kakinya mengikuti Serena menuju meja makan.
Hari ini Karina benar-benar bersedih karena kity adalah kucing yang sangat lucu. Mungkin saat ini Mamanya sedang bersedih karena kehilangan kucing kesayangan mereka. Karina bersyukur karena ia tidak harus menghabiskan hidupnya dengan laki-laki sakit jiwa seperti Doni.
__ADS_1
***
Serena meminta Karina agar tidak membiarkan Tama dan Alfa datang mengunjungi mereka ke rumah orang tuanya. Ia tidak ingin kesalahapahan tentang hubungannya dengan Tama semakin bertambah. Apalagi Papanya selalu memuji Tama dan juga Alfa. Idris mengatajan jika Tama dan Alfa adalah dua orang pemuda yang bersemangat dan juga pintar. Apalagi Tama ternyata anak sahabatnya membuat Idris ingin mempercayakan putri semata wayangnya itu kepada Tama.
Karina dan Serena sampai di perusahaan Alexsander untuk menemui pimpinan cabang. Mereka akan mengikuti seminar, kemudian keduanya akan ikut program kesehatan untuk memeriksa masyarakat dan juga menyalurkan bantuan.
Tiga jam mereka mengikuti seminar dan saat ini adalah waktu istirahat. Serena mendengar bunyi ponselnya dan ia segera mengangkatnya. "Halo, kalian ada dibawah? oke" ucap Serena.
"Siapa Ren?" tanya Karina penasaran.
"Alfa dan Tama ada dibawah, mereka mampir bentar. Ayo kita keluar sebentar!" ucap Serena.
Karina menganggukkan kepalanya dan segera mengikuti Serena menuju lantai dasar. Mereka masuk kedalam lift, setelah itu menekan tombol menuju lantai dasar. Beberapa orang menatap Karina dan Serena dengan tersenyum karena keduanya adalah wanita yang cantik dan juga menarik. Lift terbuka dan kedunya segera keluar dari dalam lift. Di lobi kantor ada sosok Alfa dan Tama yang memakai seragam lengkapnya namun keduanya menutupinya dengan memakai jaket.
Wajah Karina memerah saat melihat Alfa tersenyum manis dari jauh saat melihat kedatanganya bersama Serena. "Ya ampun si Alfa cakep banget ya Rin. Minta secepatnya dihalalin Rin soalnya cowok kayak Alfa ini pasti digilai banyak cewek!" ucap Serena dan disetujui Karina.
Maunya gitu tapi masa aku bilang, Yuk Al kita nikah secepatnya! Malu banget...
__ADS_1