
Saat ini Alfa berada di kamarnya bersama Karina menunggu hasil testpack yang telah digunakan Karina. Karina segera mengambil hasilnya dan ia segera mempercepat langkahnya mendekati Alfa yang duduk diranjang. Karina memeluk Alfa dengan erat hingga membuat Alfa tersenyum karena dia sudah menduga hasilnya.
"Abang, Karin hamil" ucap Karina membuat Alfa tersenyum bahagia. Ia membaringkan tubuh Karina disebelahnya dan menatap Karina sambil menopang dagunya dengan sebelah tangannya.
"Terimakasih sayang" ucap Alfa.
"Iya Bang" ucap Karina tersenyum senang.
"Ayo tidur!" ucap Alfa.
"Mas nggak pergi dinas?" tanya Karina karena biasanya Alfa akan pergi menangkap tersangka atau berkumpul bersama Teman-temannya membicarakan kasus.
"Malam ini nggak, karena Abang lagi pengen nemenin istri Abang!" ucap Alfa membuat Karina terkekeh.
"Abang nggak cocok kalau romantis, Abang cukup jadi Alfanya Karina yang tampan dan pintar. Alfa yang hanya sayang sama Karina seorang" ucap Karina memeluk Alfa dan menyandarkan kepalanya di bahu Alfa.
"Karena Mama lagi mengandung si dedek, Papanya belum boleh jenguk sidedek ya Ma?" tanya Alfa membuat Karina tertawa.
"Hahaha Abang lucu banget, nggak cocok Bang ngomongnya kayak Dinda yang suka kode-kodean" ucap Karina mengingat Adinda adik bungsunya Alfa yang lucu dan menggemaskan.
__ADS_1
"Diam Rin, ayo kita bobok!" ucap Alfa
"Hasil tesnya gimana?" tanya Karina sambil menujukkan hasil tespack itu kepada Alfa.
Alfa mengambilnya dan kemudian tersenyum melihat dua garis tertera disana. Ia kemudian meletakan hasil tes itu diatas bufet. "Abang pengen kamu elus kepala Abang Rin!" ucap Alfa membuat Karina terkekeh.
"Abang kayak kucingnya Karin Bang" ucap Karina namun tiba-tiba ia sedih karena mengingat kucingnya yang manja.
"Nggak usah diingat lagi yang sedih-sedih!" ucap Alfa membuat Karina menganggukkan kepalanya. "Pejamkan mata kamu Karin!" pinta Alfa membuat Karina segera memejamkan matanya. Beberapa menit kemudian keduanya tertidur nyenyak dengan Alfa yang sedang memeluk Karina.
***
Alfa segera menuju ruang investigasi dan ia ingin menanyakan secara langsung kepada laki-laki yang ia tangkap beberapa waktu yang lalu. Laki-laki itu tetap mengatakan jika Fefin yang telah memintanya untuk mengawasi Karina dan memberikan sms pengancaman serta pisau yang berlumuran darah.
Alfa dan Tama menghela napasnya, benar kata Riskan. Mereka terlalu lambat karena fokus mereka terbelah kepada kasus lain. "Aku sudah meminta Jeri dan Hadi untuk menangkap Fefin dan membawanya kesini!" ucap Riskan.
"Pak... kita masih ragu Fefin pelakunya!" ucap Alfa.
Riskan menghela napasnya "Tapi kita tidak bisa mengulur waktu karena keselamatan istrimu taruhannya!" ucap Riskan.
__ADS_1
Alfa menghela napasnya, ia sebenarnya tidak menyangka jika memang benar Fefin pelakunya. karena motif Fefin menyakiti Karina itu terlihat hampir tidak mungkin mengingat kedekatannya sejak dulu.
"Kamu tenang saja, kalau temannya Karina ini tidak bersalah nanti. Saya akan mengakhiri masa jomblo saya!" ucap Riskan membuat Tama terbatuk dan Alfa terkekeh.
"uhukk... " Tama yanh terbatuk segera meminum air mineral miliknya.
"Hehehe udah nggak sanggup menahan diri dia" ucap Alfa.
"Ini calon tersangka Pak Riskan yang terhormat" ucap Tama.
"Iya tahu, tapi dia cantik dan kayaknya cocok buat saya!" ucap Riskan.
"Isi dulu rumahnya Pak Riskan biar bisa terima tamu yang banyak untuk kolega istri" goda Alfa.
"Loh... ini yang dibicarain tersangka kenapa sampai cari jodoh buat Pak Riskan" ucap Tama membuat mereka semua terkekeh.
tbc...
Selamat merayakan hari kemerdekaan negara kita. walau tidak semeriah seperti biasa karena pandemi tapi semangat juang sebagai anak bangsa jangan luntur. semangat semua.
__ADS_1
Karina dan Alfa memang nggak sama ceritanya sama ceoku. ini karyaku yang ada romance dan action.
Sekarang yang tiap hari ditanya sama pembaca itu Gemal Vivian. Aku mau coba update itu nanti jadi novel yang terpisah. Tapi kalau pembacanya sedikit kemungkinan akan aku hentikan, tapi kalau banyak yang suka nanti aku usahakan update tiap hari.