
Hari ini sangat melelahkan bagi Karina karena terjadi lonjakan pasien di UGD. Karina biasanya ditemani Serena namun kalin ini Serena tidak masuk kerja karena perutnya sakit ketika datang bulan hari pertama. Serena memang tidak ingin Tama tahu dan ia meminta Karina untuk tidak memberitahukannya.
Suasana di Rumah sakit masih tetap sama karena Ira sepertinya tidak akan pernah puas mengganggunya. Karina selalu ditemani Sakti dan Serena saat makan siang tapi karena Serena sedang sakit dan Sakti sedang bertugas di luar kota membuat Karina memilih untuk makan sendirian dikanti atau di cafe yang tidak jauh dari rumah sakit.
Karina membuka ponselnya dan tersenyum saat membaca pesan dari Alfa yang memintanya untuk menunggunya didepan rumah sakit. Alfa ingin mengajaknya makan siang bersama. Ia segera bergegas mengambil tasnya dan melangkahkan kakinya menuju pintu gerbang keluar dari rumah sakit. Karina saat ini berjalan di koridor sambil tersenyum namun tiba-tiba sebuah tangan menarik tangannya dan menutup mulutnya lalu membanting tubuhnya ke dinding. Donu menyeret Karina masuk kedalam gudang yang sepi.
"Apa kabar sayang? apa kau merindukanku?" tanyanya membuat Karina menggelengkan kepalanya.
"Kau terlalu munafik selama ini Karina, kau mengacuhkanku saat kita bersama. Jadi bukan salahku jika aku tergoda dengan tawaran indah dari Ira" ucap Doni mengelus pipi Karina.
"Lepaskan aku Doni, kita tidak ada hubungan apa-apa lagi!" pinta Karina.
__ADS_1
"Oya? kau pikir hanya aku saja yang ingin menyakitimu? kau salah Karina. Kau meminta kekasihmu mengawasiku. Kekasih hahaha... laki-laki itu yang sejak dulu kau suka bukan? kau yang lebih dulu menghianatiku Karina" ucap Doni.
"Aku mohon lepaskan aku Doni! kau sudah tahu sejak dulu kalau aku tidak mencontaimu tapi kau memasakku untuk menerimamu hiks..hiks..." isak Karina.
"Kau jangan bermimpi bisa lepas dariku Karina! kau telah membuatku kecewa. Sejak dulu kau tidak pernah mencintaiku, jika kau pernah mencintaiku, kau pasti memberikanku kesempatan kedua Karina dan bukan membatalkan pernikahan kita hingga membuat keluarga besarku malu!" ucap Doni mencengkram pipi Karina dengan kasar.
"Don, aku mohon kita akhiri semua ini dan kau bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik dari aku!" ucap Karina.
"Kau ingin berteriak hmmm? jika kau
"Keluargamu akan menerima akibatnya karena berani mempermalukan keluargaku!" ancam Doni.
__ADS_1
"Jangan coba-coba menyakiti keluargaku Doni!" ucap Karina berteriak membuat Doni kembali menutup mulut Karina dengan kasar.
"Kau mau aku memperkosamu disini? kau tahu jika aku dipenjarapun kau tetap akan menderita karena mengingat apa yang aku lakukan padamu!" ucap Doni menarik kemeja Karina membuat karina ketakutan dan menciumi leher Karina membuat Karina sekuat tenaga memberontak dari kungkungan Doni.
Karina mendorong tubuh Doni dengan kasar dan menendang bagian berharga milik Doni menbuat Doni kesakitan. Ia segera berlari dengan cepat. Keringat dingin bercucuran dan Karina menahan dirinya agar tidak menangis saat ini karena tidak ingin mendapatkan perhatian dari orang-orang yang berada di koridor rumah sakit. Untung koridor yang ia lewati saat ini ramai hingga Doni tidak akan nekat mengejarnya dan kembali.
Karina tidak ingin menambah masalah dengan mengadukan tingkah laku Doni yang mengancamnya kepada pihak rumah sakit mengingat gosip di Rumah sakit tentang dirinya masih berhebus kencang kendati Sakti dan Karina telah mengatakannya kepada rekan kerjanya. Karina juga tidak ingin mengatakan masalah ini kepada Alfa karena ia tidak ingin Alfa terlalu mengkhawatirkannya apalagi saat ini Alfa sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Karina merapikan penampilanya dan segeda mempercepat langkah kakinya saat melihat mobil Alfa telah berada didepan gerbang rumah sakit. Karina segera masuk dan duduk disebelah Alfa. Alfa mengerutkan dahinya saat melihat kancing kemeja Karina terbuka dan ada tanda merah dileher Karina. Ia ingin menanyakannya tapi melihat ekspresi Karina yang terliha biasa-biasa saja membuat Alfa memilih untuk diam kendati ia sangat penasaran dengan bekas memerah yang ada dileher Karina.
tbc..
__ADS_1