Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Arsen


__ADS_3

Bayi tampan Alfa bernama Arsenio putra Alfa. Setelah mendengar tangisan bayinya saat menatap dunia, membuat air mata Alfa tanpa sadar menetes. Buah hatinya bersama Karina akhirnya telah lahir. Alfa mengazani Arsen dengan suara indahnya. Kulit putih Arsen mengikuti kulit Karina dan bentuk hidung Arsen sangat mirip dengan hidung mancung milik Alfa. Bibir mungil Arsen sangat mirip dengan Karina sedangkan rambut ikal Arsen mengingatkan mereka pada sosok almarhum Alam, Papa kandung Karina.


Karina yang kelelahan saat ini tertidur pulas. Beberapa rekan kerja Alfa telah datang tadi menjenguk Karina dan Arsen di Rumah Sakit. Saat ini Alfa sedang menunggu kehadiran Bagas, Sakti, Ratna dan Raka yang datang dari Jakarta. Karina membuka matanya dan melihat Alfa duduk disampingnya sedangkan Herlina sedang terlelap disofa panjang.


"Abang," panggil Karina membuat Alfa mengalihkan pandangannya dan ia menatap wajah cantik istrinya itu.


"Apa sayang?" tanya Alfa.


"Anak kita mana?" tanya Karina.


"Ada diruang anak," ucap Alfa.


"Abang Karin lapar!" ucap Karina.


"Mau makan apa?" tanya Alfa.


"Apa aja asal Abang yang suapin!" ucap Karina membuat Alfa tersenyum.

__ADS_1


"Oke," ucap Alfa membuka nasi kotak yang ia beli tadi. Alfa menyuapkan Karina sambil tersenyum.


"Abang kok senyum sih?" tanya Karina membuat Alfa kembali tersenyum senang.


"Abang bahagia Rin," jujur Alfa membuat Karina ikut tersenyum.


"Siapa nama anak kita Bang?" tanya Karina sengaja menggoda Alfa.


"Arsenio putra Alfa," ucap Alfa.


"Arsen anak Papa dan Mama," ucap Karina.


"Hahaha.. Emang Karin, Dinda apa?" ucap Adinda tersenyum mengingat adik bungsu Alfa yang sangat menggemaskan itu. "Karin jadi kangen Dinda, Bang!" ucap Karina.


"Dinda nggak bisa ikut karena kasihan sama Rayhan kalau dia ikut kesini," jelas Alfa.


"Jadi yang kesini siapa Pa?" tanya Karina membuat Alfa lagi-lagi tersenyum. Ia kemudian melihat kearah Herlina dan memastikan ibu mertuanya itu, sedang terlelap.

__ADS_1


Alfa mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Karina dengan lembut membuat Karina terkejut namun ia membiarkan suaminya itu melakukannya. "Terimakasih sayang!" ucap Alfa untuk sekian kalinya mengucapkan terimakasih kepada Karina. "Terimakasih karena telah mempercayakan Abang untuk mendampingi kamu!" ucap Alfa.


Karina memeluk Alfa dengan erat "Sejak dulu hanya Abang yang Karina inginkan, Hanya Abang yang telah membawa hati Karina pergi hingga Karina memimpikan masa depan Karina bersama Abang," bisik Karina membuat Alfa mencium dahi Karina dengan lembut.


"Lanjutkan saja, Mama nggak lihat!" ucap Herlina membuat wajah Alfa dan Karina memerah karena malu. "Pake acara malu lagi hehehe...kalian ini menggemaskan sekali," goda Herlina.


"Mama, Karina jadi malu!" ucap Karina menyembunyikan wajahnya didada Alfa.


"Kalau Mama tahu jodoh kamu itu Alfa, Mama langsukan saja pernikahan kalian sejak dulu!" ucap Ratna.


"Kalau dulu Karina pasti minta Abang, buat nunggu Karina tamat kuliah Ma!" ucap Karina.


"Loh kalau kamu nikah sama Alfa kan bisa sambil kuliah, Mama bisa jagain anak kalian. Hmmm... gini aja deh, kalau kamu mau lanjutin kuliah nanti, lanjutin saja. Asalkan Alfa mengizinkannya!" ucap Ratna.


"Karin mau ikut Abang Ma, kalau Abang pindah Karin ikut pindah," ucap Karina yang tidak ingin tinggal berjauhan dari Alfa.


"Mama dukung keputusan kalian, kalau Alfa pindah langi, nanti Mama juga bakal ikut karena Mama pengen jalan-jalan ke berbagai daerah" ucap Herlina membuat keduanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya

__ADS_1


Kehadiran Herlina bersama mereka membuat Alfa tenang. Karena dengan kehadiran Herlina, Alfa bisa fokus menjalankan misinya yang sebenarnya yaitu mencari bandar narkoba di Daerah ini. Alfa tidak akan lagi khawatir meninggalkan Karina dan Arsen sendirian di Rumah.


__ADS_2