
Sakti terkejut melihat kejadian itu ia segera mendekati Karina dan segera melihat keadaan Karina. Darah bercucuran di dahi Karina membuat Doni ingin segera mendekati Karina namun Sakti menghalanginya. "Jangan mencoba mendekati adikku lagi! harusnya kalian tidak menyakiti Karina lagi setelah kalian bersama. Apa tidak cukup dengan perselingkuhan kalian dan mengkambinghitamkan Karina dengan menyebarkan gosip yang tidak benar pada Karina. Kalian yang berselingkuh kenapa Karina yang harus mendapatkan sanksi sosial?" kesal Sakti membuat beberapa orang menatap kearah mereka dan terkejut mendengar ucapan Sakti.
Karina kira setelah ia kembali dari semarang gosip mengenai dirinya akan segera hilang, tapi ternyata gosip itu terus berkembang hingga ada yang mengatakan Karina lebih memilih selingkuhanya karena selingkuhan Karina lebih kaya dari Doni. Karina juga digosipkan menjadi salah satu simpanan petinggi Rumah sakit Dirgantara. Karina berpura-pura tidak mendengar gosip itu padahal sebenarnya ia sangat terluka saat ini.
"Saya diam karena selama ini saya tidak ingin mencari keributan. Ira keputusan saya menolak kamu waktu itu teryata bukan keputusan yang salah!" ucap Sakti. "Ayo Serena!" ucap Sakti memapah Karina dan mengajak Serena agar segera pergi dari Kantin.
"Hey Serena lihat saja aku akan melaporkanmu ke polisi karena mencemarkan nama baikku termasuk kamu Sakti!" teriak Ira.
"Mau lapor? silahkan! asal lo tahu ya, gue nggak takut!" ucap Serena menatap Ira dan Doni tajam lalu tersenyum, ia mengacungkan jari jempolnya ke bawah seolah mengolok-olok Doni dan Ira. Serena tidak takut karena ia merasa tidak bersalah, apalagi seharunya Doni dan keluarganya yang masuk penjara karena mengancurkan nama baik Karina dan juga mengancam Karina.
"Udah Ren nggak usah dilayani!" pinta Karina. Ia tidak ingin Sakti dan Serena ikut terlibat masalahnya.
__ADS_1
"Kita keruanganku saja!" ucap Sakti sambil memapah Karina agar mengikutinya menuju ruangannya.
Saar mereka berjalan di koridor rumah sakit, beberapa suster melihat Karina dengan tatapan terkejut. Apalagi dahi Karina terlihat berdarah. Mereka sampai diruangan Sakti. Serena segera membantu Sakti membersihkan luka di dahi Karina. "Ini nggak bisa dibiarin, Doni dan Ira sengaja datang ingin cari masalah sama lo Karina!" ucap Serena kesal.
"Kalian nggak usah berantem gara-gara gue Serena. Hmm....Kak Sakti juga ingat Kak, sekarang kakak sedang direkomendasikan Dokter Kenzo. Kakak jangan mencari masalah di Rumah sakit ini!" pinta Karina. "Kita berdua sudah janji sama Papa jika kita menjadi dokter kita harus melakukan yang terbaik Kak. Papa rela kita berdua tidak membantunya diperusahaan!" jelas Karina mengingat perusahaan Papa mereka yang seharunya di pegang Sakti atau Karina.
Sebenarnya Herlin tidak setuju dengan keputusan Sakti untuk berkuliah di Fakultas Kedokteran. Namun ia tidak bisa menetang keputusan Alam yang menyetujui Sakti menjadi seorang dokter alih-alih menjadi pewaris perusahaannya.
Walau kita lahir dari ibu yang berbeda tapi Kakak tidak akan pernah sanggup mengabaikan adik kecil Kakak yang sangat penyayang. Dulu Kakak sangat terpukul karena Mama yang ternyata mengganggu rumah tangga Papa dan ibumu Karina. Papa menikahi Mama karena setelah menikah dengan ibumu, mereka belum juga memiliki keturunan. Kelahiran Kakak membuat ibumu besedih Karina tapi beliau sangat menyayangi Kakak dan beliau juga yang merawat Kakak saat kecil karena Mama sibuk bekerja. Kakak hanya ingin melihatmu bahagia Karina, tidak seperti ibumu yang mengalami penderitaan karena memiliki madu di rumah tangganya.
"Rin nggak telepon Alfa?" goda Serena.
__ADS_1
"Ngapain telepon Alfa?" tanya Karina malu-malu.
"Ngadu la Rin, Yank tadi aku dilempar sama nenek sihir!" goda Serena membuat mereka semua tertawa.
**tbc...
aku mau update cepat dan tiap hari. Tapi setelah novel ini lolos kontrak ya 😂😂😂
novel ini bercerita tentang kehidupan Karina dan juga Serena sahabatnya. kehidupan setelah menikah juga kak? jawabanya yes... aku bakalan menceritakan kehiupan mereka setelah menikah.
jangan lupa vote ya**!!!
__ADS_1