
Karina sedang menuliskan daftar tamu undangan yang akan ia undang di resepsi pernikahannya bersama Alfa. Tentu saja ada Adinda yang akan membantunya. Saat ini Karina dan Adinda sedang duduk diruang tv yang berada dilantai dua.
"Lumayan banyak ya Mbak, untungnya Mbak sama Kak Alfa satu SMA sekelas juga. Cerita dong Mbak, sejak kapan Mbak jatuh cinta sama Kak Alfa?" tanya Adinda membuat Karina tersenyum malu.
"Hmmm...sejak SMA udah suka sama Abang tapi Mbak gengsi ngaku duluan kalau suka sama Abang. Soalnya Mbak nggak mau merusak persahabatan kita Din" jelas Karina.
"Hahaha kalau Dinda jadi Mbak, Dinda langsung tancap gas Mbak, bilang cinta duluan apalagi Kak Alfa kan keliatan benget suka sama Mbak!" ucap Adinda.
"Mana ada Abang itu keliatan suka sama Mbak Din. Abang kan baik sama semua orang Din termasuk Mbak dan nggak ada tingkahnya Abang yang menujukkan suka Sama Mbak soalnya Abang cuek. Abang sih bilamh kalau Abang sudah lama suka sama Mbak. Kalau Mbak tahu Abamg sejak dulu suka sama Mbak, Mbak nggak akan mau pacaran sama orang lain!" ucap Karina. "Dinda ini kayak yang berani aja, Dinda juga udah lama kan suka sama Om Raka kenapa nggak bilang cinta duluan?" tanya Karina membalikan keadaan membuat Adinda menggaruk kepalanya.
"Mana ada Dinda udah lama suka sama Om Raka, Mbak?" ucap Adinda menyebikkan bibirnya.
"Kelihatan Din, kalau ada Om Raka kesini kamu beda banget" goda Karina.
"Ih... kok Dinda yang ditanya padahal Kan Dinda nanyanya ke Mbak. Gimana perasaan Mbak sama Kak Alfa dulu?" kesal Adinda.
"Hehehe jangan ngambek dong. Iya deh Mbak cerita, dulu itu yang suka sama Abang itu banyak Din bahkan teman sekelas Mbak rata-rata suka sama Abang. Tapi Abang itu orangnya cuek banget kalau dikasih perhatian sama cewek tapi dia menghargai pemberian orang Din" jelas Karina mengingat Alfa yang tidak menolak hadia dari anak perempuan disekolahnya ketika ia ulang tahun.
__ADS_1
"Mbak pernah ngasih Kak Alfa coklat ya?" tanya Adinda.
"Iya kok kamu tahu?" tanya Karina.
"Hehehe Kak Alfa marah sama Dinda karena coklat pemberian Mbak, Dinda makan. Soalnya udah tiga bulan didalam kulkas" jelas Adinda.
"Jadi Abang nggak makan coklat buatan Mbak ya Din? Mbak lima kali belajar buat coklat itu yang pertama rasanya kurang manis, yang kedua lupa kasih gula, yang ketiga bentuknya jelek banget, yang keempat udah jadi eh...dimakan Kak Sakti dan yang kelima akhirnya jadi dengan rasa dan bentuk yang sempurna. Mbak pikir dimakan Abang soalnya Mbak tanya apa rasanya, katanya enak banget" ucap Karina sendu.
Adinda merasa bersalah telah membuat Karina bersedih. "Mbak maafin Dinda ya Mbak makan coklat mbak!" ucap Adinda.
"Nggak Din Mbak malah senang kamu yang makan, dari pada dibuang sama Abang!" jelas Karina menghela napasnya.
"Yang benar Din? Abang bilang gitu? jadi Abang nggak bohong kan kalau Abang juga suka sama Mbak dari dulu?" ucap Karina tersenyum senang.
"Nggak bohong Mbak emang dari dulu yang dia suka itu Mbak Karina nggak ada yang lain. Mau bukti ya? bentar ya Mbak, Dinda ambil buktinya!" ucap Adinda.
Adinda melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Alfa dan ia mengambil kotak yang berada di lemari buku Alfa. Ia kemudian memberikan kotak itu kepada Karina. "Kak Alfa itu pendiam tapi dia itu sebenarnya suka nulis puisi. Kadang Dinda dan Mbak Ayu tertawa kalau baca puisi Kak Alfa. soalnya tiap selesai nulis puisi dibawahnya ada tulisan K dan A. kita awalnya nggak tahu siapa nama perempuan yang disukai Kak Alfa, tapi setelah lihat gelang ini akhirnya kita tahu!" ucap Adinda mengeluarkan gelang emas putih yang bertuliskan nama Karina.
__ADS_1
Karina menutup mulutnya karena tidak menyangka gelang itu untuknya. Didalam kotak itu terdapat secarik kertas berisikan pesan untuknya.
Terlalu lama aku pendam rasa ini
kau bagaikan tempat untukku pulang.
Walau kita akan jauh dan tak saling bertemu.
Rinduku ini hanya untukkmu.
Bisakah kau jaga hatimu untuk kupeluk?
Aku ingin menjadikanmu milikku Karina...
Tunggu aku pulang, aku akan memberitahukan semua rasa yang aku punya Karina.
"Ini gelangnya Mbak pakek aja kasihan disimpan! sepertinya gelang itu udah lama banget Mbak. Kak Alfa waktu sebelum lulus akpol kan kerja sama Wak haji dipencucian mobil. Kayaknya gelang itu dari hasilnya kerja Kak Alfa. Soalnya dulu Kak Alfa, pelit banget waktu Dinda minta dibelin somay katanya duitnya mau ditabung. Papa nggak bakal kasih Kak Alfa uang sebanyak itu, makanya Dinda pikir itu uang hasil kerjanya dulu sama Wak haji. Kita berani masuk kamar Kak Alfa setelah dia pergi pendidikan dan akhirnya Dinda menemukan kotak dikamar ka Alfa, tapi kata mbak Ayu kotak itu pernah dititip Kak Alfa buat disimpan!" ucap Adinda. Dulu Adinda lupa tentang kotak itu tapi kemarin Ayunda mengingatkannya dan penasaran apa benar Karina itu cinta monyet Alfa saat SMA dan ternyata benar.
__ADS_1
"Nanti Mbak mau tanya sama Abang Din!" ucap Karina tersenyum senag.
"Tanya aja Mbak hehehe" kekeh Adinda ikut senang melihat Karina yang saat ini telah kembali menjadi Karina yang terlihat ceria.