
Karina saat ini sedang membaringkan tubuhnya diranjang sambil menatap gelang yang memiliki bandul namanya. Ia tidak menyangka Alfa membelikannya gelang ini sejak lama. Karina tersenyum senang membuat Alfa yang baru saja masuk kedalam kamar bingung melihat istrinya yang sibuk sendiri dan tidak menyadari kepulangannya.
Alfa segera mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi. Ia menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang tidak juga menyadari kehadirannya. Setelah mandi Alfa memakai baju kaos dan celana pendeknya. Hari ini ia cukup lelah karena ada dua penyergapan yang ia lakukan bersama timnya. Ia dan Timnya cukup beruntung karena semua tersangka telah ditangkap namun medan tempat para tersangka bersembunyi cukup jauh membuat kakinya terasa sangat pegal saat ini.
"Karina" panggil Alfa yang duduk diranjang membuat Karina tersenyum. "Kamu nggak sadar Abang sudah pulang?" tanya Alfa.
"Tahu tapi Abang kan perlu mandi dulu kalau mau duduk disini sama Karin, Bang!" ucap Karina yang sangat ingat dengan kebiasan Alfa.
"Tapi tumben nggak nyiapin baju?" ucap Alfa.
"Karina lagi memikirkan sesuatu Bang, jadi Karin lupa! maaf ya Bang!" ucap Karina tersenyum manis membuat Alfa terkekeh.
"Hehehe kamu ini memang nggak bisa buat Abang marah, Rin!" ucap Alfa membuat Karina segera memeluk lengan Alfa dengan manja.
__ADS_1
"Makasi Bang?" ucap Karina membuat Alfa menaikkan sebelah alisnya dan kemudian mengangkat dagu Karina agar menatapnya.
"Makasi buat apa?" tanya Alfa menatap wajah Karina yang cantik dengan tatapan penasaran.
"Gelang ini!" ucap Karina menunjukkan gelang yang ia pakai membuat wajah Alfa dan telinga Alfa memerah karena mengingat sejarah gelang yang dipakai Karina saat ini.
"Dari mana kamu dapat gelang ini Rin?" tanya Alfa membuat Karina mencubit pinggang Alfa.
"Kenapa nggak dikasih kek Karin Bang?" tanya Karina.
Uang yang dikumpulkan Alfa cukup banyak dan akhirnya ia memutuskan untuk membeli gelang untuk Karina. Tiga hari kemudian Alfa mendapatkan informasi jika ia lulus di akedemi kepolisian membuatnya harus tinggal di akedmi dalam waktu cukup lama yang artinya ia akan sulit bertemu Karina. Alfa akhirnya menghubungi Karina dengan mengirim pesan agar Karina datang bersama teman-temannya mengantarnya untuk pergi mengikuti pendidikan di akedemi.
Alfa sangat mengharapkan Karina datang namun saat itu yang datang hanya Fefin dan Viona membuat Alfa kecewa. Hari itu keinginannya untuk mengatakan perasaanya dan meminta Karina untuk menunggunya pupus sudah. Alfa kembali menitipkan kotak itu pada Ayunda dan meminta Ayunda untuk menyimpannya didalam kamarnya.
__ADS_1
"Dulu kenapa kamu nggak datang saat Abang mau pergi ke Akademi Rin?" tanya Alfa.
"Abang nggak bilang kalau minta Karin datang Bang, Karina hanya mendengar berita dari Viona dan Fefin karena mereka yang diminta untuk datang oleh Abang" ucap Karina membuat Alfa menghela napasnya karena sepertinya pesan itu tidak sampai kepada Karina.
Alfa menarik Karina kedalam pelukakannya "Abang mengirim pesan diponselmu agar kamu datang mengantar Abang yang akan pergi ke Semarang saat akan pendidikan dulu" jelas Alfa.
Karina terkejut dan ia menggelengkan kepalanya "Karina nggak terima pesan apapun Bang" jelas Karina.
"Mungkin pesan itu memang tidak terkirim Rin, Dulu abang ingin kamu menunggu Abang dan gelang itu sebagai tanda sayang Abang ke kamu, agar kamu tahu dimanapun Abang berada hanya ada satu nama yang akan mengisi hati Abang yaitu kamu Rin!" ucap Alfa.
Karina mengeratkan pelukannya "Karina sangat beruntung dicintai Abang sebesar ini Bang" ucap Karina tersenyum lembut dan tanpa sadar karena haru ia meneteskan air matanya.
"Terimakasih karena mau bersabar dan menunggu. Kesabaran dan doa adalah jalan yang membuat kita akhirnya bisa bersama" ucap Alfa.
__ADS_1
"Iya Bang" ucap Karina.