Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Karina dan Serena


__ADS_3

Karina melihat Serena mendekatinya dengan wajah yang ditekuk. Karina tersenyum saat Serena mempercepat langkahnya dan segera memeluknya. "Rin, Tama ngeselin banget Rin" ucap Serena.


"Kenapa lagi dengan Tama Ren?" tanya Karina karena setiap hari yang Serena ceritakan selalu tentang Tama.


"Hari senin kita nikah Kantor Rin, dan Tama baru ngasih tahu gue pagi tadi" kesal Serena. "Harusnya kan gue dan Tama nggak secepat itu Rin nikahnya. Soalnya gue mau melihat dulu bagaimana sikap Tama sama gue Rin, dia nggak cinta sama gue...ehhh... ini tiba-tiba ngajuin nikah kantor. Kalau tunangan sih nggak masalah tapi ini nikah Rin. Gue maunya nikah itu sekali seumur hidup!" jelas Serena.


Karina menarik tangan Serena agar mengikutinya masuk kedalam ruang kerjanya. Karina meminta Serena untuk duduk dan ia segera mengambil segelas air putih lalu memberikannya kepada Serena "Minum dulu Ren!" ucap Karina. Serena segera meminum segelas air putih yang diberikan Karina.


"Lega gue" ucap Serena membuat Karina terkekeh.


"Hehehe, Ren, sebenarnya lo suka nggak sih sama Tama?" tanya Karina. Sebenarnya pertanyaan ini sering ditanyakan Karina kepada Serena namun Serena selalu menghindar atau mengangkat kedua bahunya.


"Suka sih, tapi dia kayaknya hanya terpaksa nikahi gue Rin. Gue pengen nikah sama orang yang juga cinta sama gue. Harus ada rasa timbal balik gitu Rin. Saling cinta bisa romantisan kayak di film!" ucap Serena membuat Karina terkekeh.


"Serena, lo kan tahu gue sama Abang aja gimana? gue cinta sama Abang, Abang kan nggak cinta sama gue. Abang sih memang sayang, tapi sayang karena kita sahabatan sejak dulu. Kata Bang Alfa cinta itu bisa dipupuk Ren setelah menikah. Jadi kalau lo cinta sama Tama lo pupuk aja cintanya biar bersemi dan berbuah" ucap Karina.


"Itu kata-kata dari Alfa ke lo Rin?" tanya Serena. Karina menganggukkan kepalanya dan kemudian mengambil ponselnya dan menunjukkan isi chat yang dikirimkan Alfa kepadanya.

__ADS_1


Serena membaca kalimat yang Alfa tuliskan dipesan itu "Cinta akan hadir dengan sendirinya jika dipupuk dengan kasih sayang dan keikhlasn yang pada akhirnya akan bersemi lalu bebuah manis" ucap Serena, ia menatap Karina dengan tatapan tidak yakin jika Alfa bisa menuliskan kata-kata cukup romantis seperti ini. "Ini benaran Alfa yang tulis Rin?" tanya Serena.


"Iya Ren, lucukan suami gue" ucap Karina.


"Lumayan romatis dari pada si Tama" ucap Serena yang kemudian menujukkan isi chatnya kepada Karina.


Karina membacanya dan kemudian tersenyum. Tama selalu menjawab pertanyaan Karina dengan singkat padat dan jelas. Terlihat sangat kaku dan isi chatnya hanya percakapan biasa yang ingin datang, menjemput dan mengingatkan Serena agar tidak lupa akan janjinya.


Dimana?


saya jemput!


"Dia biasanya lebih suka telepon Rin, paling nanyain gue dimana kalau gue malas jawab pesan dia. Terkadang gue malas balas pesan dia yang singkat banget tanpa basa-basi itu dan suka memerintah gue" jelas Serena.


"Dia ngajakin lo nikah berarti dipercaya kalau lo adalah teman hidup yang terbaik bagi dia Ren!" ucap Karina.


"Iya sih Rin, lagian gue bisa apa? gue hanya bisa pasrah Rin. Tama marah banget kalau gue nggak manggil dia Kakak Rin padahal kita kan beda hanya setahun" ucap Serena.

__ADS_1


"Gue sama Abang aja lahir ditahun yang sama Ren, tapi kata Mama Ratna kita harus bisa menghormati suami kita dan dengan memanggil Abang itu salah satu panggilan yang menyatakan kalau kita menghormati dan menghargai dia sebagai kepala rumah tangga. Lagian sebelum nikah Abang juga sudah meminta gue buat manggilnya Abang!" jelas Karina.


"Iya gue udah panggil Tama Kakak Rin, kalau Mas gue geli sendiri soalnya hehehe" kekeh Serena.


"Ren Abang tadi bilang kalau acara nikah kantor itu kita mesti pakai kebaya. Kita cari kebaya yuk!" ajak Karina.


"Sebenarnya Mama udah kasih aku kebaya Rin, tapi tenang aja gue bakalan nemenin lo cari kebaya!" ucap Serena.


"Iya Ren, gimana kalau kita pergi sore ini aja mumpung Pak Kenzo udah ngasih keringanan waktu buat gue kalau gue mau ngurusin tentang persiapan pernikahan gue. Soalnya Ren, ternyata pemilik rumah sakit ini Dokter Dewa Dirgantara. Dokter Dewa itu ternyata temannya Papa Bagas Ren" jelas Karina.


"Sama hehehe sebenaranya gue direkomendasikan Dokter Dewa bekerja dirumah sakit ini karena Dokter Dewa itu seniornya Papa di akpol" jelas Serena.


"Kalau gitu ayo kita izin Ren pergi cari kebaya sekarang!" ucap Karina begitu bersemangat.


"Ayo Rin, gue sebenarnya malu pakai kebaya yang dikasih Mama terlalu glamor, gue mau kebaya yang terlihat sederhana" ucap Serena tersenyum dan segera berdiri dari duduk santainya.


Keduanya mengambil tas mereka dan membuka jas putih yang mereka pakai lalu melangkahkan kakinya segera keluar dari ruangan Karina. Keduanya berjalan melewati koridor Rumah sakit dan menuju salah satu taksi yang sedang terpakir digerbang pintu Rumah sakit. Serena mengajak Karina kesalah satu butik yang menyediakan kebaya jadi dengan desain yang sangat bagus. Namun Keduanya tidak menyadari jika saat ini mereka sedang diikuti.

__ADS_1


tbc...


__ADS_2