Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Melindunginya


__ADS_3

Setelah Algi ditangkap Alfa segera menemui istrinya, Ia melihat Karina yang saat ini sedang duduk bersama Adinda membuatnya tersenyum. Adinda segera keluar dari kamar Alfa saat melihat kehadiran Alfa. Alfa memang meminta Karina diantar ke Rumah orang tuannya, karena disana lebih aman. Sedangkan Herlina telah menemani Karina beberapa hari dan beberapa menit yang lalu Herlina baru saja pulang dijemput Sakti.


Karina sebenarnya memang ingin meminta pulang ke Rumah orang tua Alfa, karena jarak kantor Alfa tidak terlalu jauh dari Rumah orang tua Alfa dan Karina juga ingin mendapatkan informasi dari Alfa agar segera tahu siapa pelakunya. Alfa tersenyum saat Adinda mengedipkan matanya dan keluar dari Kamarnya. Adinda adik bungsunya itu memang selalu terlihat ceria dan Alfa memang harus berterimakasih dengan Adinda karena Adinda telah membuat Karina tersenyum dengan kelucuannya.


Karina menyadari kehadiran Alfa dan ia segera memeluk Alfa dengan erat. "Gimana Bang?" tanya Karina sudah tidak sabar mendengar cerita Alfa.


"Pelakunya Algi," ucap Alfa membuat Karina melototkan matanya karena ia hampir tak percaya jika Algi yang selama ini menerornya dan juga telah menyakiti keluargannya.

__ADS_1


"Dia akan menerima akibatnya Karina dan dia akan dihukum berat. Abang akan pastikan itu," ucap Alfa.


Karina menatap mata Alfa dan ia meneteskan air matanya "Kenapa Algi tega ya Bang, Karin salah apa sama dia?" tanya Karina sendu.


"Ini salah Abang Karin, Algi benci sama Abang dan juga ada dendam pribadi Algi kepada Papa yang juga menjadi pemicu kemarahannya. Dia salah paham kepada Papa dan mengira Papa yang membuat keluarganya menderita. Ayahnya Algi dan Papaku satu kantor. Apa yang terjadi hanya kesalahpahaman saja, tapi Algi telah bertindak sangat jauh," jelas Alfa menyesalkan tindakan Algi.


Karina menatap mata Alfa dan ia bisa melihat jika bilukan hanya dirinya yang saat ini kecewa dan sedih karena kehilangan anak mereka. Alfa terlihat merasa bersalah dan hanya bisa menatap sendu wajah Karina yang saat ini bersimbah air mata.

__ADS_1


"Maafkan Abang Karin, mungkin Abang tidak bisa membuat semua luka hati yang kamu alami selama ini sembuh Karin," ucap Alfa.


Karina memeluk Alfa dengan erat membuat Alfa memejamkan matanya dan kemudian menghembuskan napasnya karena rasa bersalah, kehilangan dan kecewa dikhianati sahabatnya sendiri. "Semua sudah terjadi Bang, Abang tidak bersalah!" ucap Karina.


"Jika saja wanita yang Abang cintai bukan kamu... " ucap Alfa.


"Walau Abang tidak mencintai Karina saat itu, Karina yang pasti akan mencintai Abang hiks...hiks... !" ucap Karina. Tangisnya pecah mendengar ucapan suaminya. Ia tidak menyalahkan apa sudah terjadi, ia memang sangat sedih karena kehilangan Papanya dan juga anak yang sangat ia harapkan.

__ADS_1


"Hiks...hiks...Abang jangan begini!" pinta Karina membuat Alfa segera menghapus air mata Karina dengan jemarinya. "Abang cukup selalu menjadi suami Karina. Bagi Karina Abang yang membuat Karina bertahan selama ini. Kehadiran Abang sangat penting bagi Karina Bang."


Alfa menganggukkan kepalanya dan kembali memeluk Karina dengan erat. Apa yang terjadi saat ini harus membuat keluarga kecilnya bertambah kuat dan ia berjanji akan melindungi Karina dan berusaha untuk tidak menyakiti hati Karina.


__ADS_2