Karina Dan Alfa

Karina Dan Alfa
Harus mandiri


__ADS_3

Serena membuka matanya, matanya bengkak karena banyak menangis. Ia tidak menyangka jika Herlina bukanlah ibu kandung Karina. Kenapa Herlina begitu tega kepada Karina. Walaupun Karina bukanlah anak kandung Herlina tapi seharusnya Herlina menyayangi Karina karena Herlina yang telah merawat Karina hingga dewasa.


Serena melihat bunyi ponselnya berdering, ia mengangkatnya dan nama Tama tertera disana. "Halo Assalamualikum" ucap Serena.


"Waalaikumsalam, saya akan menjemput kamu pukul sepuluh pagi" ucap Tama.


"Ngapain? aku lagi malas kemana-mana, lagian ini hari libur aku mau santai di rumah!" ucap Serena.


"Saya mau mengajakmu bertemu orang tua saya Serena!" ucap Tama.


"Nggak bisa ditunda dulu?" tanya Serena.


"Nggak bisa" ucap Tama tidak mau dibantah.


Ini orang ngajakin gue nggak ada basa-basinya.

__ADS_1


"Ok, hmm... kamu datang sama Alfa ?" tanya Serena.


"Nggak aku sendiri, Alfa mau pulang ke rumah orang tuanya!" ucap Tama. "Assalamualikum".


"Waalikumsalam" ucap Serena.


Gila ini orang muka tembok banget, kaku bener nggak ada romantisnya dikitpun sama gue.


Serena membuka pintu kamarnya dan melihat Karina mencoba menggoreng sesuatu. Serena menghela napasnya, selama ini Karina telah terbiasa dengan kemewahan dan dilayani pembantu berbeda dengan dirinya yang sejak dulu sering terpisah dari orang tuanya karena pekerjaan Papanya yang sering berpindah-pindah.


"Masak apa Rin?" tanya Serena.


"Sini biar gue yang masak!" ucap Serena.


Karina memggelengkan kepalanya "Nggak Ren, gue mau belajar masak!" ucap Karina pelan. "Lagian kalau hanya omelet gue bisa Ren!" jelas Karina membuat Serena tersenyum.

__ADS_1


"Sekalian persiapan jadi nyonya Alfa ya Rin!" goda Serena membuat Karina tersenyum malu.


Serena memperhatikan mata Karina yang sama dengan matanya dan ia menghembuskan napasnya karena ia tidak bisa membiarkan matanya terlihat membengkak seperti ini didepan calon mertuanya. Serena mengambil batu es dan meletakannya di matanya yang bengkak.


"Gue mau pergi sama Tama Ren ke rumah orang tuanya Tama" ucap Serena. "Alfa sudah menghubungi lo Rin?" tanya Serena.


"Sudah, nanti sore dia kemari Ren" jelas Karina. "Wah sekalian ngedate nih sama Tama" ucap Karina. Ia ikut bahagia melihat Serena dan Tama yang ternyata berjodoh. Ia berharap keduanya bisa cocok dan pernikahaan mereka lancar.


"Tama beda banget sama Alfa, Tama itu kaku banget orangnya Rin" ucap Serena.


"Yang penting dia laki-laki baik Ren, bukan laki-laki yang selama ini mencoba mendekati lo dan kemudian mempermainkan hati lo Ren!" jelas Karina membuat Serena menganggukkan kepalanya. Mungkin hubungannya dan Tama berawal dari perjodohan tapi Serena tahu siapa Papanya Idris yang pastinya tidak akan mudah menyetujui Tama menjadi menantunya.


"Setidaknya dia masih mau kalau gue ngajakin dia ke Mall buat nemenin gue belanja kayak waktu itu, walau mukanya itu lo kayak nggak rela hahaha" tawa Serena mengingat saat di Semarang ia meminta Tama menemaninya berbelanja.


Karina mengangkat omelet yang ia buat ke dalam piring. mungkin bentuknya tidak terlalu bagus tapi Karina yakin rasanya tidak akan seburuk bentuknya. Karina mencicipinya dan rasanya lumayan enak. Serena mendekati Karina dan ikut mencicipi masakan Serena. "Masakan anak kos ini" ucap Serena. "Harusnya tadi jangan langsung dibalik kalau belum mateng!" jelas Serena.

__ADS_1


"Iya lain pasti gue berhasil. Gue mau minta Alfa temanin belanja nanti Ren, nggak enak gue numpang makan aja!" ucap Karina membuat Serena terkekeh.


"Terserah Bu Dokter Karina asal senang, gue pun senang" ucap Serena membuat keduanta tertawa.


__ADS_2