Lembayung Senja

Lembayung Senja
Saling Melepas Rindu..


__ADS_3

Senja


Lembayung memberikan sebuah kotak kearahku saat kami sedang duduk berdua di sebuah ruangan.Sidang perdana telah di gelar dan aku di izinkan untuk bertemu istriku sebentar di sebelah ruang sidang.


Aku mengernyit, dan menatapnya lekat-lekat. Iris hazel itu berbinar.. memancarkan banyak rasa yang tak tergambarkan.


"Apa ini? " Tanyaku, sambil sebelah tangan menggenggam erat tangan nya.


"Buka aja... It's gonna be a big Surprise..! "


"Haah? Aku buka ya! "


Ia mengangguk. Dan tersenyum dengan tulus lalu mendekat ke arahku.


Dengan perlahan, ku buka kotak itu sambil melihat ke arah Lembayung.


Deg.. Deg.. Deg..



"Sayang??? "


"Hmm.. You are gonna be a young Baba.. "


"Sayang??? " Aku mengulang pertanyaan.Tak percaya.


"The fetus has grown as big as size of an apple seed.Apple of Ours..." Jawabnya lagi semakin berbinar dan berkaca-kaca.


"Alhamdulillah.. Ya Allah... I just don't know what to say.. Lembayung.. how come? " Aku menitikkan airmata dan lalu mendekap istriku erat sekali, menghujani nya dengan banyak kecupan di pipi, kepala, dan semua wajahnya.


"Ya iyahlah bisaa.. kamu yang udah menabur benih nya! " Istriku mengerucutkan bibir seperti biasa bila ia sedang kesal terhadapku.


"I mean... maksudku.. bagaimana bisa kalau kita.. cuma sekali.. " Aku berhenti sejenak,"Tapi.. tidak ada yang tidak mungkin bagi Nya.. aku..aku cuma masih belum percaya! " Kataku sambil terus menghujani nya kecupan.


Ia tersenyum dan menangkupkan tangan di pipiku..


"Kamu bakalan jadi Baba muda.. dan aku jadi Umma muda.. hehhe.. kira-kira laki-laki atau perempuan ya? hmm.. kalau laki-laki pasti bakalan mirip kaya kamu.. Aku paling suka iris mata kamu.. hidung kamu.. rambut kamu.. alis jugaa...dan.. " Dia berhenti ,and she touch my lips slowly. Netra kami pun bertemu dan saling mengunci.


Dengan penuh perasaan.. dengan rasa rindu yang tak tertahan.. kami membenamkan wajah untuk beberapa saat, hingga saling menghirup aroma nafas masing-masing yang selalu membuatku candu.


"I miss you.. and really really miss you like I'am going crazy! " Ucapku, sambil menatap matanya dalam.


"Aku jugaaa.. aku ngerasa ga ketemu kamu berbulan-bulan.. aku pengen terus ada di samping kamu.. " Jawabnya, sambil kembali membenamkan wajahnya singkat. Tapi kubalas dengan bertubi.. yang rasanya masih tak cukup untuk membayar semua rasa rindu ini.


"Makasih sayang... udah menjadi kejutan terbesar dalam hidupku.. makasih udah mau menjadi ibu dari anak aku.. maafin aku masih banyak kekurangan! " Ia menatapku malu, menyenderkan kepala di bahuku.


"Penyelesaian perkara mungkin akan berjalan dengan alot.. bisa saja aku akan menjalani beberapa sidang lagi.. tergantung bukti dan saksi.. bisa sampai 2 bulan atau 3 bulan.. sampai keputusan hakim.. "


Lembayung hanya terdiam dan tak mengeluarkan suara.


"Do'ain aku.. supaya aku bisa cepat-cepat berkumpul dengan anak kita.. aku pengen ngerasain bagaimana rasanya nganterin kamu ke dokter..nemenin kamu beli baju-baju bayi.. " Aku mengambil foto hasil USG dan mencium nya penuh sayang.

__ADS_1


"Tanpa kamu minta.. aku tuh selalu do'ain kamu.. " Lembayung beranjak, kini ia duduk tegak dan mengelus perutnya perlahan.


Aku berganti posisi dan kini tengah menekuk lutut di lantai dan mendekatkan wajah pada perut Lembayung.


"Hallo... Assalamu'alaykum baby... kamu baik-baik di dalam perut umma yaaa... ini Baba.. " Lalu aku mengecup perut Lembayung yang tertutupi jilbab dan khimar nya yang panjang.


"Iyaaah Baba.. aku sayang Babaa.. " Istriku menirukan suara anak kecil yang terdengar sangat lucu dan imut bagiku.


"Kamu pernah kebayang ga sih? bakalan jadi orangtua di usia kita.. baru juga kita menginjak usia 19 tahun.. emang sih.. dulu papah ngedaftarin aku nya telat.. katanya aku yang ga mau sekolah SD, pengennya terus TPA.. ga mau pisah sama temen-temen aku masa.. " Lembayung bercerita sambil mengusap rambutku pelan dan memainkannya dengan memelintir hingga rambutku acak-acakan.


Aku tersenyum kecil dengan tingkah imut nya. Bagaimanapun juga.. kami itu memang belum genap 20 tahun, kelakuan kami pun masih saja ada yang kekanak-kanakan.


"Mhhmm.. kalau aku dulu karna usia 8 tahun pindah ke Jakarta dan aku mengulang kelas lagi.. "


"Oh yah? "


"Ternyata.. kita malahan jadi ketemu di SMA yang sama.. " Sambil meraih tangan Lembayung dan merekatkan genggamanku.


Cup.


Aku mengecup punggung tangannya berulang kali, "Aku ingin belajar jadi ayah yang baik.. meskipun bukan ayah yang sempurna, tapi aku akan terus memperbaiki diri dan belajar jadi yang terbaik buat anak kita.. Ajari aku dan dampingi aku, juga tegur aku kalau aku salah dan khilaf.. "


Lembayung lagi-lagi berkaca-kaca.


"Iyaah.. aku juga bakalan belajar jadi ibu yang dewasa dan ga kekanak-kanakan.. "


Ceklek.


"Saudara Senja... " Tiba-tiba seorang sipir membuka pintu dan memanggil ku. Tandanya aku harus kembali ke tahanan lembaga Permasyarakatan lagi.


"Aku harus pergi... jaga diri baik-baik yaa.. jaga baby kita.. "


Lembayung melambaikan tangan saat aku terus berjalan mundur dan berlalu meninggalkan nya. Ia tersenyum getir sambil mengelus perutnya pelan.


***


Lembayung


"Aku harus pergi... jaga diri baik-baik yaa.. jaga baby kita.. "


Aku menatapnya nanar dengan tersenyum di paksakan.Lalu kulambaikan tangan saat ia berlalu pergi dan kelamaan hilang di hadapan.


"Sayaaang... do'ain Baba yaa.. biar baba bisa cepat berkumpul sama kita.. " Aku mengelus perutku perlahan dan merapihkan kotak yang tadi di buka oleh Senja.


Saat sedang menyimpan barang-barang ke dalam tas, seseorang tengah berdiri di belakangku dan berdeham.


"EMhhhmm.. "


Aku menoleh ke arahnya dan ia sedang berdiri terpaku sambil menatap intens kepadaku.


Aku tertegun sejenak.

__ADS_1


"Ka Radith? " Aku sedikit kaget, karena tiba-tiba melihat ka Radith ada di depanku.


"Lembayung... aku sudah dengar kabar tentang dia yang sedang dalam masa tahanan.. kenapa kamu masih dekat dengan dia? " Radith terlihat sedikit emosi dan ia berjalan mendekatiku.


"Stop! berhenti disitu ka! kita udah ga ada urusan apa-apa! dan satu hal yang harus ka Radith ketahui... aku udah nikah sama Senja! "


Dia terperanjat. "Ga mungkin.. kamu masih sekolah.. orangtua kamu pasti ga setuju dengan dia kan Lembayung? si kurang ajar itu sudah berbuat apa sama kamu? berani-berani nya dia maksa.. "


"Bukan.. kami menikah karna aku sama dia saling sayang.. aku mohon ka... lebih baik ka Radith pergi dan jangan ganggu aku lagi, aku udah punya suami dan aku ga mau suami aku nanti salah paham ngeliat aku berdua dengan yang bukan makhrom! "


"Tapi.. Lembayung.. aku minta maaf.. kamu cuma bercanda kan?"


"Ngga ka.. kalau ka Radith ga percaya, ini aku pake cincin nikah!" Aku mengacungkan sedikit tanganku dan memperlihatkan nya pada Radith.


"Aku masih sayang kamu.. " Katanya tak menyerah.


"Tapi aku ga sayang ka Radith.. aku sayang dan cinta sama suami aku.. dia calon ayah dari baby yang aku kandung! " Aku tak tau lagi harus berkata apa untuk mengusirnya.. terpaksa aku jujur dengan keadaanku yang sebenarnya.


"Lembayung? "


"Kalau ka Radith ga percaya.. ini foto USG anak kami! " Kuperlihatkan juga kotak beserta isi di dalamnya, dan seketika ia limbung.


Tubuhnya terkulai dan ia menumpu dengan berpegangan pada bangku yang ada di samping nya.


"Baiklah.. kalau begitu selamat.. aku pergi Lembayung.. maafin atas semua salahku selama ini... " Ia mendekat, dan aku langsung mundur dan menjauh dari nya.


"Aku boleh meluk kamu sekali aja? " Dengan tak tau malu ia meminta untuk aku memeluknya.


"Ka Radith.. seharusnya ka Radith mengerti aku ini seorang istri.."


Aku segera bergegas mengambil langkah cepat dan meninggalkan Radith yang terdiam terpaku melihat kepergianku.


Berjalan menuju tempat di mana mamah, papah,ibu dan juga pengacara Senja sedang mengobrol mendiskusikan sesuatu.


"Ayung.. kamu kenapa? " Tanya mamah dan ibu mendekati ku.


"Gapapa mah.. Ayung cuma sedih berpisah dengan Senja. " Aku pun tersenyum kaku dan duduk untuk ikut berdiskusi.


Mencoba melupakan kejadian barusan yang membuat seorang bumil sepertiku moody dan ingin marah meluapkan kekesalanku.


Aku beristighfar.


Mengingat kembali suamiku tadi..betapa bahagia nya ia mendapatkan kejutan dariku.


Akkh.. Aku sudah merindukan nya lagi. Belum setengah jam kami berpisah dan melepas rindu..


Nyatanya.. mencium aroma nafasnya tak cukup hanya sebentar, entah mengapa aku ingin sekali terus mendekap nya dengan erat sekali.


Apakah hormon ibu hamil itu memang begini?


Pasti ini karna baby yang ingin ketemu Baba lagi kan? Tapi umma juga sih masih pengen ketemu Baba mu... Ternyata kita berdua sama ya nak?

__ADS_1


Baba...


Baby dan umma really love you... Baik-baik disana yaa..


__ADS_2