Lembayung Senja

Lembayung Senja
Cinta Paling Murni..


__ADS_3

Lembayung


"Cieeee.. di cuekiiin.. cieeee yang kesel! ahahah.. " Dari sejak di mobil menuju pulang tadi, Bintang terus saja meledekku.


"Ihhh.. siapa yang kesel? enak ajaaa ga penting tauu! " Aku manyun dan mengerucutkan bibir. Sebal.. adekku ini emang kadang nyebelin kalau lagi dateng sifat jahilnya.


"Beneran nih ga kesel? "


"ya ngga laah.. apa penting nya buat teteh kenal dia atau ngga! teteh udah punya ka Radith! "


"Eitts.. berarti ka Senja masuk dalam list teteh juga ya? "


"Haah? "


"Orang teteh jawabnya udah punya ka Radith.. emang aku ngomong kalau ka Senja orang yang penting buat teteh? jadi konteks nya ini teh sebagai perbandingan ya? "


"Maksud nya apa sih dek? kamu masih SMP bahasa nya udah kaya mahasiswi aja! muter-muter! "


"Jadi gini lho teh.. kalau misal teteh jawab nya, gapapa.. atau cuma temen ko.. nah itu wajar! tapi teteh malah jawab udah punya Ka Radith.. ga penting! trus kesel aku ledekin.. berarti kan suatu saat ka Senja bisa aja jadi orang yang penting di hati teteh?iyah kan? "


"Ngga tuh.. teteh ga bisa kelain hati.. tetep ka Radith! "


"Beneran lho yaa! jangan sampe fall in sama ka Senja! awas kemakan omongan sendiri! "


"Ngga akan.. dia bukan tipe teteh.. tipe teteh yang sipit kaya oppa.. bukan brewosan kaya bule! absolutely NOT! "


"Aku catet niih! janji yaa! "


"Ehh apaan sih pake janji janji sagala rupa! " Aku semakin kesal di buatnya.


Bintang akhirnya meninggalkan kamarku.Dia itu terlalu banyak baca buku-buku berat jadinya dewasa sebelum waktunya.


"Huuh.. " Aku mendengus.


Apa-apaan coba adekku itu! mau bandingin ka Radith sama berandalan ga jelas. Apa penting nya buat aku dia nyapa atau ngga. Mau pura-pura ga kenal.. oke!


***


Senja


"Bu.. ini Senja punya sesuatu buat ibu." Aku memberikan sebuah paper bag pada ibu sesaat baru menginjakan kaki di apartement.


"Apa ini? " Ibu mengerutkan alis.

__ADS_1


"Buka aja bu.. maaf Senja cuma beli satu. "


Ibu membuka paper bag, dan mengeluarkan nya.


"I-ini..? " Kedua bola mata ibu berbinar dan mulai berkaca-kaca.


Aku tersenyum melihat sesuatu yang hangat terpancar dari kedua jendela hati ibu.


“When you look into your mother’s eyes, you know that is the purest love you can find on this earth.’ ~Mitch Albom


(Saat kau menatap pada dua bola mata ibu, seketika itu kau tahu - di situlah cinta paling murni di dunia ini berada)


Dari pancaran matanya aku tahu ada cinta yang murni. Dari pancaran matanya aku pun mengerti ada kasih sayang tak terperi. Meski ibu menyembunyikan perasaan nya, meski dulu hanya makian yang terlontar dari mulutnya.


Cinta paling murni di muka bumi ini hanya bisa kita lihat pada kedua bola mata ibu. Aku tau mungkin dulu ibu sangat menderita di tinggal ayah.. aku tau mungkin beban hidup telah menghimpit nya hingga ibu dulu membenciku.


Ibu tak dapat lagi menyembunyikan dan membendung lagi airmata, air bening pun lolos begitu saja membasahi kedua pipi nya.


"Aheuuuheuuu.. heuuuheeuuu.. " Ibu menangis sambil memukul-mukul dada.


"Kenapa Senjaaa? kenapa anakku? kenapa kamu ga benci ibu sajaaa? "


"Bu.. jangan gini bu.. ibu jangan nyakitin diri sendiri! " Aku memegang erat kedua lengan ibu yang masih saja memukul dada nya kencang. Tapi ia tetap meronta dan memukul dada sekena nya.


"Senja ga pernah benci ibu.. ibu adalah ibu Senja yang paling Senja sayangi bu... "


"Kamu ga tau selama ini ibu seperti apa! kamu ga tau pekerjaan kotor ibu! ibu ga pantes di sayangi Senjaaaa.. anakkuuuu..!Ibu ini cuma seorang wanita murahan yang di tinggal seorang pecundang seperti ayahmu.. kemana dia saat ibu butuh? saat ibu di usir amaq.. saat ibu menjadi anak durhaka yang menyebabkan perceraian orangtua..saat inaq meninggal, ibu hancuuur.. ibu hancuur.. ibu pengen mati saja.. "


Aku tak tahan.. aku tak bisa menahan bendungan air di mataku, aku ikut terisak dalam tangis sendu. Membayangkan betapa menderita nya ibu dulu..


"Ibu memang wanita jal*** kaya yang orang-orang bilang.. ibu takut.. takuuut sekali kamu maluu.. benci ibu aja Senjaa! ibu ga bisa jadi ibu yang baik.. ibuuuu.. "


"Buuu.. " Aku pun menarik ibu ke dalam dekapanku.


""Tenang bu.. Senja disini.. Senja ada disini sama ibu.. ga akan ninggalin ibu seperti mereka..Senja sayang ibu.. Senja ga akan pergi lagi kaya dulu.. "


Dapat kurasakan punggung ibu yang turun naik menahan tangis, untuk beberapa menit kami menumpahkan semua dalam dekapan. dekapan hangat seorang ibu yang selama ini aku rindukan.. pelukan pertama setelah bertahun-tahun belum pernah kurasakan semenjak dari kecil, mungkin dari semenjak bayi..


Aku tahu hati ibu lembut..


“There is an endearing tenderness in the love of a mother to a son that transcends all other affections of the heart.” — Washington Irving


(Ada kelembutan yang menawan hati dalam cinta seorang ibu kepada putranya yang melampaui semua kasih sayang lainnya dari hati.)

__ADS_1


Ibu...Aku berjanji.. Hari ini,esok dan seterusnya aku akan selalu berdoa semoga Ibu pun berbahagia selamanya.


***


Ibu Senja


"Buuu.. " Anakku pun menarikku ke dalam dekapan nya.


""Tenang bu.. Senja disini.. Senja ada disini sama ibu.. ga akan ninggalin ibu seperti mereka..Senja sayang ibu.. Senja ga akan pergi lagi kaya dulu.. "


Perasaan apa ini? mengapa begitu menusuk hatiku? anakku yang selama ini ku terlantarkan sudah sebesar ini dan sedewasa ini.


Jauh di lubuk hati.. aku sangat merindukan dekapan nya. Dekapan hangat yang ku harapkan dari seorang pecundang yang pergi begitu saja meninggalkan kami. Aku dan anakku..


Kini ku dapatkan dari anakku. Aku merasa terlindungi..


Biarkan begini.. Ibu butuh bersandar, sejenak saja nak! Melepas semua beban yang tak berkesudahan ini.. perih yang tak pernah berperi..


Aku melepaskan pelukan anakku."Ibu mau istirahat.. " Kataku lembut.


"Iyah bu.. ayok Senja antar ibu ke kamar. " Anakku memegang tanganku dan menuntunku masuk ke dalam kamar, ia merapihkan sprei dan menepuk-nepuk nya agar aku bisa nyaman berbaring.


Aku tak kuasa lagi menahan, hingga tangis itu kembali terurai..


"Maaf.. " Lirihku.


"Ibu tak perlu meminta maaf.. ibu ga salah apa-apa sama Senja bu.."


Aku mengelus kepalanya perlahan dan menyunggingkan senyuman. "makasih buat gamis nya.. kamu dapat dari mana uang hingga bisa membelikan ibu set syar'i yang mahal? "


"Ehhmm.. ehh itu.. Senja ada kerja free lance bu.. "


"Kerja apa? " Selidikku. Anakku masih belum lulus SMU.


"Ada ko bu.. ibu jangan khawatir.. sekarang ibu istirahat ya! "


Aku menganggukkan kepala. Dan anakku berjalan keluar dari kamar.


Aku membuka lagi bungkusan rapih pakaian set syar'i yang tadi aku lihat terpajang cantik di manequin,di display sebuah butik ternama dalam Mall.


Memperhatikan tiap detail jahitan dan berdecak kagum akan keindahan nya. Bukan hanya indah karena modelnya.. tapi karena ini adalah kado terindah dari sebuah cinta yang murni.


Cinta seorang anak kepada ibu nya.

__ADS_1


__ADS_2