
Lembayung
"Dek.. kita lari pagi yuuuk! "
"Kemana teh? "
"Cfd atau saraga? "
"Saraga aja akh.. kalau cfd nanti ujug-ujug jajan weh ga jadi lari!hihhi!"
"Hahaha.. bener !" Aku tertawa mendengar celotehan Bintang.
Bintang itu my BestSoulFriend sekaligus adek yang paling aku sayang. She know me so well, pokok nya Mate banget. Meskipun terkadang suka ada perdebatan kecil antara kami, tapi ujung-ujungnya sayang-sayangan lagi. Manis deh..
"Ya udah kita siap-siap dulu mumpung masih setengah 6, kamu udah shalat belum?"
"Udah atuh ihh.. masa jam segini belum shalat "
"Oh ya udah.. "Aku pun masuk ke kamar untuk mengganti baju dengan celana training dan sweater yang longgar berwarna navy senada dengan kerudungku.
Pagi ini rasanya segar banget pas bangun karena tadi malam ga nonton drakor kaya malam kemaren, di marahin Enin hehhe.
"Udah siap? "Tanyaku sambil mengikat tali sepatu.
"Let's go! " Seru Bintang dengan semangat.
"Kita ke Saraga nya minta anter pak Asep ya teh, aku masih belum percaya kalau teteh yang nyetir!"
"Iyah.. teteh juga masih takut, belum lancar. "Aku terkekeh sendiri mengingat beberapa waktu lalu sempat menyerempet mobil lain saat sedang belajar menyetir.
Sesampainya di Saraga, aku dan Bintang keluar dari mobil.
"Nuhun ya pak.. nanti pulang nya mah ga usah di jemput! aku sama adek mau naik taxi online aja, bapak Istirahat aja ya! "
"Iyah neng..mangga! "
Kamipun saling bergandengan masuk ke dalam area Saraga.
Mulai berlari kecil, tapi selama kurang lebih 3 putaran aku mulai sedikit agak lelah dan mengurangi kecepatan.
Dengan nafas tersengal aku berhenti, "Dek, teteh capek ihh.. mau istirahat bentar yaa.. tuuh teteh nunggu disitu ya! " Tunjukku pada sebuah bangku besi di pinggiran track.
"Teteh mah.. baru juga segitu udah capek.. aku ga ada temen! "Bintang manyun dan mengerucutkan bibir nya.
__ADS_1
"Piiis." Aku mengacungkan 2 jari sambil nyengir.
"Ya udah sana.. aku juga nanti kalau temen-temen aku datang udahan dulu" Kata Bintang sambil melanjutkan lari nya.
Aku pun duduk di bangku besi, sambil memainkan ponsel. Membuat story di snapgram, sedang berada di Saraga.
Saat sedang asyik memainkan ponsel, sekilas pandangan ku tertuju pada sosok tegap yang ada di hadapanku.
Eh..?
Dari jarak beberapa meter, dia melihat ke arahku sambil berlari.
Dia?
Akh.. bodo akh.
***
Senja
Pagi ini aku memutuskan untuk berlari pagi lagi seperti kemarin, lumayan meningkatkan stamina,sudah lama tak berolahraga.
Seharusnya tadi malam aku ikut balapan liar bersama Rian dan Dion, tapi aku merasa malas.
Aku memutuskan mengambil rute agak panjang ke arah jl. siliwangi, netraku menangkap sebuah mobil yang melintas, mobil yang sudah sangat aku hafal,plat nomor nya juga sama.
Saat mobil itu berhenti,kulihat dua orang gadis turun dari mobil sambil bergandengan berjalan memasuki arena Saraga.. salah satu sarana olahraga favorite di Bandung.
Mengetahui itu, lantas aku ikut masuk dan melanjutkan lari disana. Dengan jarak sekitar 15 meter.. aku berlari kecil di belakang mereka.
Akhh.. bodoh. Aku jadi penguntit lagi! lagi-lagi merutuki kebodohanku. It's Ok.. demi bisa melihat bidadari meski hanya dari kejauhan.
Look at her! Olahraga pun, Lembayung sangat terjaga. Dengan sweater navy dan celana longgar itu sungguh terlihat sangat imut. Berapa sih tinggi nya? kenapa ia begitu mungil? Aku terkekeh dalam hati.
Baru saja 3 putaran, ku lihat ia sudah berhenti dan duduk di sebuah bangku besi di pinggiran track, sambil selonjoran kaki. Dan mengambil ponsel lalu memotret track.
Ku tebak.. pasti ia sedang membuat story di media sosial! Haiish.. cewek itu kenapa paling suka bikin-bikin story ga penting begitu? orang-orang kan jadi tau dia lagi dimana dan lagi apa. Gimana kalau ada yang berniat jahat?
Dengan perasaan tak karuan, dan dengan ritme jantung yang berdetak semakin tak beraturan.. aku akan melewati Lembayung yang sedang asyik dengan ponsel nya.
Aku berusaha sekuat tenaga agar tak melihat ke arah nya. Tepatnya ingin pura-pura tak melihat.
Come on Senja! kamu dengan sengaja menyapa nya pun, belum tentu ia akan membalas sapaan mu!
__ADS_1
Kemarin saat kejadian aku memukul Kevin di sekolah.. melihat raut wajah nya saja seperti benci padaku.
Tapi keinginan pikiran hanya sebatas keinginan, tubuh sama sekali tak merespon nya, ia lebih memihak pada hati yang lemah jika menyangkut Lembayung.
Aku pasrah. netraku akhirnya menoleh ke arah nya.
Deg.
Ia pun sedang melihat ke arahku. Manik mata jernih nya mengunci seketika. beberapa detik kami saling berpandangan. Dan itu berhasil membuat hatiku membuncah bahagia.
***
Bintang
Di putaran ke 5,aku pun berhenti di tempat teh Ayung duduk.
"Temen-temenku udah dateng, aku samperin mereka dulu ya teh! " Kataku dengan nafas tersengal.
Teh Ayung mengernyitkan alis.
"Ihh adek.. atuh teteh sendiri"
"Sebentar atuh teh.. tadi juga teteh bikin aku lari sendirian! aku ga enak mereka udah dateng, tuh mereka! " Tunjukku ke arah teman-temanku yang baru datang.
"Ya udah.. teteh mau lanjutin lari, nanti telpon teteh kalau udah mau pulang ya! "
"Jangan ngambek teteh ih.. entar luntur! "Aku menggodanya.
"Apaan.. orang teteh ga pake make up! " Gerutu nya.
"Ha.. haha.. teteh lucu kalau lagi ngambek.. maksud aku tuh entar teteh luntur cantiknya! "Jurus untuk membuat teh Ayung tersenyum lagi adalah dengan memuji nya cantik.
Teh Ayung menyentil keningku, lalu berlari meninggalkan ku yang meringis kesakitan.
"Ishh.. si teteh mah di puji malah nyentil kening aku! " Aku mencibir.
***
Lembayung
Bintang memutuskan menemui teman-teman nya, jadi aku berlari sendirian. Iyah juga sih tadi kan aku yang bikin dia berlari sendirian. Hehhe..
Sambil berlari kecil, aku memasang earphone di kedua telinga. mendengarkan lagu di playlist ponsel dengan volume sangat kecil,ku putar lagu 'First Love' ...lagu jadul yang masih sangat enak di dengar karena sudah sering di cover lagi oleh banyak penyanyi.
__ADS_1
***