Lembayung Senja

Lembayung Senja
Menjaga Silaturahim Memperluas Rezeki..


__ADS_3

Senja


"Dioooon... "


"Wooooiii.... Ja apa kabar brooo! "


"Alhamdulillah baik.. lo apa kabar?"


"Alhamdulillah gue sehat kaya yang lo lihat! btw... gue balik ke Indo mau ada hajat.. gue mau nikah muda... hahahha.. "


"Mantaap.. sama siapa? Intan? "


"Hahaha.. bukan ..si Intan waktu gue di tahan langsung mutusin gue.. ga kuat doi! Apa kabar bini dan anak lo? "


"Alhamdulillah mereka baik.. sekarang bini gue lagi hamil lagi.. "


"Waaahh.. keren lo udah mau 2 aja! " Dion menepuk bahuku.


"Rian mana? dia ga jadi dateng? " Tanyaku penasaran, karena sudah kurang lebih 4 tahun.Inilah pertama kali nya kami janjian bertemu lagi.


"Lagi di jalan.. "


"Gimana lo sekarang mutusin buat tinggal disini atau mau balik ke LA? "


"Gue menetap disini Ja.. bikin bisnis baru, atau nerusin bisnis resto punya nyokap dulu... bokap udah mau pensiun. Gue harus mikirin bisnis jangka panjang apa yang bisa menunjang mereka hidup berkecukupan. Udahlah.. cukup selama ini gue nyusahin mereka.. "


"Bener Yon.. gue kalau inget kelakuan gue dulu... ga tau lagi gue mau jadi apa! mungkin kalau bini gue bukan Lembayung.. gue udah jadi sampah masyarakat sampe sekarang.. " Ujarku melow, teringat semua pengorbanan dan kesabaran istriku yang besar.


"Beruntung banget lo.. Mudah-mudahan calon bini gue juga pengertian, yang terpenting shalihah.. nyokap jodohin gue sama anak lulusan pesantren.. Katanya biar gue mantan begajulan gini bisa insyaf dan belajar jadi orang baik.. gue mah iyah aja, kali ini nurut sama orangtua. "


"Hahhaha.. bagus lo nyadar! " Kami berdua terlibat percakapan santai,sama seperti dulu kami masih sekolah.


"Riaaann... apa kabar lo.. wah makin ganteng aja lo! " Dion berseloroh.


Rian berjalan menghampiri aku dan Dion yang sedang duduk sambil meminum kopi,menunggunya.


"Baik... gue ga ada kurang satu apapun.. " Rian pun duduk dan langsung memukul bahuku.


"Looo...maafin kita Ja... dulu ninggalin lo sendirian di sel tahanan. "


"Lo masih inget aja.. lupain.. cuma masa lalu kelam. Gue banyak belajar dari situ... "


"Gimana kabar Lembayung? " Tanyanya, sambil mengeluarkan sebungkus rokok dan mengambil salah satu nya, dan menyalakan dengan pemantik.


"Area bebas rokok kan? " Tanyanya sambil menghisap dalam-dalam.


"Bini gue baik.. Alhamdulillah lagi hamil anak kedua.. "


"A**.. Sialaaaan.. bener-bener gue iri sama lo Ja! karna LDR hubungan gue sama Wanda ya gitu-gitu aja.. giliran gue serius.. dia ninggalin gue selingkuh sama cowok lain... Parahnya mereka mau married dalam waktu dekat. "


"Lo nyesel lo kan sekarang Yan? " Kata Dion, sambil mengambil rokok dan juga menyalakan nya. "Lo ga ngerokok Ja? " Dion menyodorkan rokok ke dekatku.


"Sorry.. gue udah berhenti, semenjak bini gue hamil Embun.. "


"Nama anak lo Embun? pasti cantik secantik Lembayung.. " Celetuk Rian, dan berhasil membuatku menatapnya tajam.


"Ehh.. sorry.. sorry.. gue ga bermaksud!! emang bener bini lo cantik kan?" Rian merasa tak enak hati dan ia menepuk bahuku lagi.


"Hahahahaahha.. si Senja jealous gila kalau ada yang muji-muji bini nya gitu.. lo tuh Yan.. "


"Sorry... " Rian terkekeh, lalu menghisap dalam-dalam rokok yang ada di tangan nya. " Gue masih trauma buat pacaran.. berapa taun pacaran sama si Wanda.. ujungnya dia nikah sama orang lain. "


"Makanya jangan pacaran... langsung nikah! kaya gue.. di jodohin sama nyokap ta'aruf an.. " Dion berceloteh.


"Gue pikir juga gitu... kalau gue pengen dapet jodoh yang baik, gue harus memperbaiki diri dulu... " Kata Rian sendu.

__ADS_1


"Nah bener Yan.. kerasa banget,gue merasa hidup gue lebih baik setelah gue berniat berubah dan memperbaiki diri.. shalat gue benerin.. ngaji lagi lebih dalam.. jodoh gue in syaa Allah anak pesantren.. "


"Jangan sia-sia in Yon.. semoga gue bisa dapetin jodoh yang baik juga kaya kalian.. sekarang gue fokus bisnis dulu.. "


Kami bertiga saling bertukar cerita tentang bagaimana perjalanan selama 4 tahun ini, kali ini bukan lagi pembicaraan yang unfaedah seperti dulu lagi.


Tapi kami lebih dewasa dan membicarakan banyak peluang bisnis yang kami rencanakan.


Dion yang akan memperluas cabang restoran ibu nya, Rian yang akan mencoba bisnis di bidang fashion yang ternyata berkaitan dengan perusahaan ayah yang sedang aku kelola di Jakarta. Rian berencana menjadi salah satu investor, dan dia juga berencana membuat konveksi baju anak-anak di bantu oleh ka Rino.


Usia kami masih kurang dari 25 tahun, tapi hidup mengajarkan kami untuk lebih dewasa dan tak mengulangi kenakalan dan kesalahan masa lalu kami.


Meskipun masa lalu kami kelam, tapi saat ini kami di penuhi oleh impian.


We are looking forward to the future, and feeling grateful for the past.


(Kami menatap masa depan, dan merasa bersyukur atas masa lalu.)


***


Setelah kurang lebih 2 jam kami silaturahim dan mengobrol, kami pun saling berpamitan.


Drrt... Drttt..


My Life Calling....


"Assalamu'alaykum... " Aku memulai salam.


"Wa'alaykumusalam... sayang... aku pengen makan soto ayam yaa..boleh ga? nanti kamu pulangnya beli dulu.. "


"Boleh.. nanti aku mampir ke Resto dulu... "


"Jangaaaaan.. ga mau soto ayam resto.. mau nya soto ayam eumang-eumang yang di pinggir jalan.. beli nya 2 bungkus yaa.. aku mau nambul.. "


"Nambul itu apa sayang? " Tanyaku penasaran.


"Ok... mau di bawain apa lagi? "


"Udah.. "


"Ya udah aku tutup ya.. love.. "


"Ehh.. tunggu.. tungguuu... mau cimol juga.. aku udah lama ga makan cimol.. sama batagor dan martabak telor deh... "


"Sayang... kamu bakalan makan semua? itu semua makanan micin semua lho.. ga baik buat... "


"Iihhh.. kamu mah ga ngerasain kalau ga enak makan itu gimana.. kalau anak aku pengen makan itu semua.. berarti dia lagi butuh nutrisi dari makanan itu.. "


"Iyaah..iyah sayaang... "


"Ya udaah... hati-hati yaaa.. jangan lama-lama.. aku udah laper.. "


"Baik yang mulia ratu... I love you... "


"Love you too... Assalamu'alaykum. "


"Wa'alaykumusalam.. "


Aku menutup kontak, dan mulai mencari dimana kira-kira pesanan istriku itu bisa ku dapatkan.


Aku mulai menyusuri jalan dengan kecepatan sedang sambil melihat kiri kanan.


Terdengar suara adzan ashar berkumandang, dan aku menepikan mobil di sebuah masjid kecil terdekat.


Mengambil air wudhu, lalu ikut shalat berjama'ah. Setelah selesai wirid... Tiba-tiba ada yang menepuk-nepuk punggungku pelan.

__ADS_1


"Senjaaa.. "


Aku menoleh ke belakang.


"Pak Aryaaaa... Ma syaa Allah bapak apa kabar? " Aku pun segera meraih tangan pak Arya dan menjabatnya.


"Alhamdulillah.. Alhamdulillah baik Senja... waaah..kamu sekarang keren banget.. tambah ganteng kamu! " Puji pak Arya sambil menepuk-nepuk bahuku.


"Kamu tinggal dimana sekarang? "


"Di jl.merdeka pak... bapak rumah di dekat sini? "


"Saya jualan di dekat sini.. ayo kita ngobrol sebentar di luar.. "


Kami pun berjalan keluar masjid.


"Kamu mau kemana? "


"Ini pak.. saya lagi cari soto ayam, kira-kira disini tempat mangkal yang jualan dimana ya? "


"Lhoo kebetulan sekali... saya jualan soto ayam disekitar sini... "


"Ma syaa Allah... kalau yang ada martabak sama cimol dan batagor, kira-kira dimana ya pak? saya bingung ga hafal tempat mangkal nya.. " Tanyaku malu-malu.


"Buat siapa banyak kitu pesenan nya? "


"Istri saya.. lagi ngidam pak.. hehhe.. " Aku terkekeh.


"Tenang.. jajanan kitu mah banyak.. hayu ikut bapak! jalan kaki aja.. deket tuh disana.. " Tunjuk pak Arya pada deretan penjual kaki lima dengan berbagai macam aneka makanan.


"Alhamdulillah... "


"Bapak udah lama jualan disini? "


"Sejak keluar lapas.. 3 tahun lalu.. Alhamdulillah ada rezeki beli gerobak, mending jualan makanan.. kalau nyari kerja di usia sekarang mah ga ada yang butuhin.. mau berapa bungkus soto nya? jug nyari dulu makanan pesenan istri kamu dulu.. "


"Iyah pak.. 2 bungkus aja.. "


Aku mendatangi satu-persatu gerobak,dimana tempat jualan makanan pesanan istriku. Memperhatikan hiruk pikuk para penjual dan pembeli yang saling datang silih berganti.


"Berapa pak? " Tanyaku pada pak Arya yang sedang mengambil kantong keresek hitam,dan memasukkan 2 bungkus soto ayam ke dalamnya.


"Ga usah.. ambil aja... "


"Jangan pak.. masa gratis.. "


"Rezeki istri dan anak kamu... ini no kontak bapak, kalau ada apa-apa hubungi ke nomor ini yaa.. Oh iyah, kalau ada lowongan pekerjaan buat anak bapak..kasih tau! dia lagi nganggur, ngelamar kerjaan kemana-mana belum di panggil. Mungkin banyak saingan.. dia cuma lulusan SMA.. " Pak Arya menyerahkan secarik kertas padaku.


"Alhamdulillah.. terimakasih banyak pak.. semoga Allah mengganti dengan berkali-kali lipat rezeki bapak.. nanti saya pasti kabari bapak kalau ada lowongan pekerjaan.. "


"Sama-sama... "


"Kalau begitu.. saya permisi.. Assalamu'alaykum.. "


"Wa'alaykumusalam.. "


Aku berlalu meninggalkan pak Arya, berjalan menuju pelataran parkiran masjid dimana mobilku di parkirkan. Tepatnya mobil pemberian ayah.. katanya inventaris perusahaan agar aku bisa dengan mudah bolak-balik Bandung-Jakarta tanpa harus naik transfortasi umum.


Alhamdulillah..


Hari ini aku mendapatkan rezeki yang melimpah..


Bertemu dengan sahabatku Rian dan Dion,untuk membicarakan peluang bisnis antara kami..


Juga bertemu dengan sosok bijak yang selalu menasehatiku saat dulu di tahan di Lembaga Permasyarakatan.

__ADS_1


Sesungguhnya, Inilah yang di namakan.. Menjaga silaturahim memperluas dan melapangkan rezeki..


***


__ADS_2